Serpihan Cerita dari Vietnam dan Cambodia : Semua tentang Hostel

Tanggal 19-26 Januari 2013, saya dan dan ayah saya melakukan perjalanan Vietnam – Cambodia dengan rute Saigon (Ho Chi Minh City) – Siem Reap – Phnom Penh – Saigon.
Kami menginap di tiga hostel di tiga kota tersebut. Berikut sedikit cerita tentang hostel-hostel yang kami sambangi, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk rekan-rekan yang bermaksud untuk mengunjungi kota-kota tersebut dalam waktu dekat.
 
1. NgocThao Guest House (Saigon)
Inilah satu-satunya hostel yang kami booking sejak jauh-jauh hari (kami booking bulan Oktober 2012). 
Menurut perkiraan, pesawat kami akan tiba di kota Saigon sekitar pukul 8 malam (belum lagi harus urus imigrasi, perjalanan dari airport ke pusat kota, dsb2), dan agak khawatir juga, takut ditanya tempat tinggal di Saigon oleh petugas imigrasi, makanya kami booking hostel ini via hostelworld.com, supaya sampai di Saigon bisa langsung dapat tempat untuk tidur tanpa khawatir macam-macam. 
Rate NgocThao Guest House di hostelworld cukup bagus, dengan harga yang tidak terlalu mahal. Letaknya pun di Pham Ngu Lao street yang katanya adalah pusat kegiatan backpacker di Saigon, jadi mudah untuk cari travel agent dan tempat makan. Kami booking 12 bed mixed dorm dengan harga 7 US$ per malam/ orang. 
Pada hari H, kami tiba di Airport Tan Son Nhat hampir pukul 8. Dan setelah mengurus imigrasi, negosiasi taxi, tukar mata uang, mengantar rekan senasib (yang sama-sama baru pertama kali menginjakkan kaki di Saigon) ke Yersin Street, sampailah kami di Pham Ngu Lao Street sekitar pukul 9 malam. Sopir taxi dari airport yang (katanya) tidak tahu letak hostel kami, menurunkan kami di sembarang tempat di Pham Ngu Lao Street. 
Untungnya (hehehe,,, masih ada untungnya), kami diturunkan di deretan nomor 260an, dan hostel kami ada di nomor 241/4, jadi secara asumsi, jaraknya nggak terlalu jauh lah… Eh, tapi setelah dijalani, kami tidak menemukan nomor 241.. ow.. ow.. kok yang ada malahan gang sempit ya?
Setelah mengintai ke dalam gang yang posisinya antara tukang juice dan Mart, ternyata deretan rumah di dalam gang itulah yang bernomor 241. Diantar seorang pria baik hati, yang ternyata adalah tetangga NgocThao Guest House, sampailah kami di Hostel yang dimaksud… fyuhhh…
 
Seorang staff menyambut kami dengan ramah, dan karena beliau sedang mengurus check in seorang tamu, kami disuruh menunggu (sambil nonton Harry Potter 7), bahkan dipersilakan untuk ambil minum sendiri. Begitu melihat bukti booking kami (hasil print out dari hostelworld), ternyata tempat kami menginap seharusnya bukan di NgocThao, tapi di rumah baru mereka, yang dekat dari situ. Namanya Vietnam Inn Saigon. Saat itu NgocThao sedang penuh, dan mereka memang baru saja punya cabang. Sebelum berangkat saya memang sempat dikirimi email oleh mereka, menawarkan jasa jemput taxi ke bandara, dan seingat saya mereka menyinggung cabang baru ini. Tapi karena saya baru baca beberapa saat sebelum berangkat, saya jadi gak terlalu fokus. Saya pikir cuma iklan doang. Disamping itu harga taxi yang mereka tawaran relatif lebih mahal daripada referensi yang pernah saya baca. Mereka menawarkan harga 15 US$, dan referensi saya hanya sekitar 7.5 US$. Jadi saya tidak terlalu hirau dengan email mereka itu.
 
Seorang staff dari Vietnam Inn Saigon menjemput kami, dan dengan berjalan kaki, kami mengikutinya. Ternyata letaknya memang dekat, cukup menyebrangi taman di depan jalan Pham Ngu Lao, lalu kita akan bertemu dengan jalan Le Lai, nah disitulah Vietnam Inn berada.
Lagi-lagi kami disambut oleh staff-staff yang ramah. Setelah prosedur check in yang singkat, kami diberikan magnetic key (yang depositnya sebesar 5 US$), lalu kami diantar ke kamar di lantai 5. Terlihat sekali bangunan ini baru saja jadi, masih ada sisa-sisa bahan bangunan yang teronggok di sudut2 ruang kosong, dan bau cat masih semerbak memenuhi ruangan. Fokus utama kami adalah kamar mandi. Sempet agak khawatir juga sih, mengingat dulu pernah nonton acara backpacker di TV, dan disitu diperlihatkan WC asli warga Vietnam yang bentuknya agak2 ajaib gimana gitu.. Tapi untunglah, kamar mandinya lumayan lega (ukuran sekitar 2 m x 1 m), dilengkapi WC duduk, shower toilet, shower untuk mandi, gantungan baju, dan tempat alat mandi. Jumlahnya pun lumayan, sekitar 5-6 toilet per lantai. Di luar toilet juga ada wastafel untuk gosok gigi. Tingkat kebersihannya pun cukup bagus, memang sih, para pemakainya gak pada lepas alas kaki kalau masuk kamar mandi, jadi sering ada bekas tapak sepatu dan sendal. 
 
Tempat tidurnya bertipe ranjang susun, yang dilengkapi dengan lampu baca dan colokan listrik di tiap ranjang. Kamarnya dilengkapi AC, namun pengaturan suhu hanya bisa dilakukan oleh staff hostel. Niatnya kami hanya menginap semalam saja, namun rencana kami jadi kacau balau gara-gara kehabisan tiket bus malam yang ke Siem Reap. Alhasil kami harus menambah satu malam lagi disini, padahal kami sudah check out sejak pagi hari. Kali ini kami dapat 8 mixed bed dorm, dengan harga yang sama, yakni 7 US$ per malam/orang. Kondisi ruangan dan kamar mandi sama bagusnya dengan yang sebelumnya. 
 
Hostel ini menyediakan meja bilyard, internet gratis, free wifi, dan juga kita bisa booking bus dan paket tour dari mereka (mereka bekerja sama dengan penyelenggara paket2 tour di kota Saigon). Harga paket tour yang mereka tawarkan sedikit lebih murah daripada yang ditawarkan travel2 agent di area Pham Ngu Lao street. Jadi dua hari berturut2 kami booking paket tour mereka. Yang pertama adalah one day tour ke Cu Chi Tunnels dan Cao Dai Temple seharga 7 US$/ orang (travel agent lain sekitar 7,5 US$), yang kedua adalah half day city tour seharga 8 US$/ orang (dapat subsidi makan siang sebesar 1US $). Semuanya belum termasuk tiket masuk lho..
Walaupun tertulis bahwa booking tour harus dilakukan sebelum pukul 10 malam, namun dua kali berturut-turut kami booking jam 7 pagi. Hehehe,,, untunglah masih boleh bergabung… (lagi-lagi untung).
 
Pembayaran dilakukan pada saat check in, bisa dengan mata uang US$ atau dengan VND (Vietnam Dong). Kembaliannya pun seadanya stock mata uang mereka, kadang dikembalikan dengan US$, kadang dikembalikan dengan VND. Kurs yang mereka gunakan tetap, yaitu 1 US$ = 21000 VND.
 
Dua hari berturut-turut, kami check out pagi2 (untuk menghindari tambahan biaya karena late check out), dan kami diizinkan untuk titip tas (pakai tanda penitipan juga lho) hingga kami selesai mengikuti tour. Uang deposit kunci dikembalikan saat kami check out. Di malam kedua, kami  masih diperbolehkan numpang mandi di kamar mandi mereka. Hehehe,,, sejak siang kami sangat khawatir nggak bisa mandi. Nyari tempat mandi umum juga gak tau ada dimana… Setelah seharian keliling kota (ditambah jalan kaki menyusuri Saigon River), bau kami sudah tak karuan. Jadi gak kebayang deh, kalo gak bisa mandi, padahal malamnya kami akan naik bus malam ke Siem Reap (Kamboja). Bisa-bisa orang sebus pingsan semua…
Duh, bahagia banget rasanya waktu kami diizinkan untuk pakai kamar mandi mereka…. 
 
Kami bahkan sempat meminta rekomendasi hostel di Siem Reap dari bos Vietnam Inn (yang mukanya mirip Vincent Club 80s.. hihihi…), dan beliau merekomendasikan Happy Guest House, beliau bahkan mencarikan alamat dan nomor telepon Happy Guest House ini. Tapi sayangnya pas kami mau booking, Happy Guest House sudah penuhh…. huhuhu…
 
2. Garden Village (Siem Reap)
Kami membooking hostel ini kurang dari 24 jam sebelum kami tiba disana. Bookingnya pun via warnet pula, karena entah mengapa pada saat pakai komputer Vietnam Inn, saya selalu gagal memasukkan nomor kartu kredit untuk melakukan pembayaran. Hostel ini kami pilih dengan cara cap cip cup. Yang penting harga gak mahal, rating gak terlalu jelek, dor, langsung saja kami booking. Kami booking standard 6 bed mixed dorm seharga 4 US$ per malam/ orang.
Kenapa kami tidak membookingnya jauh2 hari? alasannya simple saja : dalam perjalanan, rencana yang sudah kami buat bisa saja berubah, jadi daripada sudah booking tapi akhirnya gak jadi ditempati, mending kami gak booking dulu. 
Bahkan tadinya kami mau nekad untuk hunting hostel langsung di TKP, alias menclok dari satu hostel ke hostel yang lain, dan baru booking saat menemukan yang OK (dan murah). Tapi agen tiket bus di Saigon mengingatkan kami, bahwa bulan ini adalah peak time untuk tourisme di Vietnam dan Kamboja, terbukti kami gak kebagian tiket bus malam ke Siem Reap… Ditambah lagi, kami baru sadar bahwa kami kan gak tau jalan… Trus harus menggendong2 ransel yang makin lama makin berat sambil nyari hostel pasti rasanya menyiksa banget…
 
Bus malam dari Saigon ternyata berakhir di Phnom Penh, dan dari Phnom Penh kami ditransfer ke bus tujuan Siem Reap. Agen bus kami (Virak Buntham) menanyakan apakah ada yang akan menjemput kami di Seam Reap. Mereka menyediakan tuk2 untuk menjemput kami dari terminal bus hingga tempat penginapan. Jarak dari terminal bus ke pusat kota Siem Reap adalah sejauh 3 km. Tuh kan, untung saja sudah booking,,,
 
Diantar tuk-tuk, kami tiba di Garden Village. Lokasinya di #434, group 4, Steng Thmey Village, Svaydongkum Commune, sekitar 500 m masuk gang (besar) dari jalan raya kota Siem Reap. Dekat PUB Street dan Night Market. Jalannya agak gelap, dan dari gang besar itu masih harus belok lagi ke gang kecil… (duh ribet amat ya…). Tapi disini segala ada, mau cari laundry, tempat makan, travel agent, semua ada. Apalagi kalau ke jalan utama Siem Reap, wew ramai banget,,,
Hostelnya luas… Di depannya ada teras yang dilengkapi wifi dan komputer. Pemiliknya dua orang kakak beradik yang lumayan ramah. Pembayaran dilakukan pada saat check in, bisa pakai US$ atau KHR (Riel Kamboja). Kembaliannya juga seadanya stock mereka, tapi kalau diperhatikan, mereka cenderung mengembalikan dalam mata uang Riel. Sama seperti Dong Vietnam, mereka juga menetapkan Kurs yang tetap yaitu 1 US $ = 4000 Riel.
Saat kami diantar ke kamar, kami harus melewati lapangan berpasir (kayaknya biasa dipakai main voli pantai dech). Pas masuk ke kamar, waw,,, kok remang-remang ya,,, dan terlihat lantainya kotor (mungkin efek dari lapangan berpasir di depan kamar kali yaaa..). Kamar mandinya luas, dan hanya ada 1 untuk masing-masing kamar. Sempet merasakan rebutan kamar mandi deh ama bule-bule. Nah yang parah adalah colokan listriknya, dari 3 titik di seluruh kamar, yang berfungsi hanya 1. Itupun sudah dikuasai oleh bule2 yang sudah duluan di kamar. Wedeh,,,
O, iya, kamarnya tidak dilengkapi dengan kunci, jadi kamar 24 jam dalam kondisi tidak terkunci… Para tamu hanya bisa mengunci kamar dari dalam saja… 
 
Di hostel ini, kita juga bisa booking bus antar kota dan juga tour ke Angkor Wat. 
Kami hanya semalam di hostel ini. Keesokan paginya, kami check out. Boleh titip tas di ruangan staff, boleh nunggu bus sampai malam di teras mereka, dan boleh memakai kamar mandi mereka yang posisinya di teras. Lagi-lagi kami lega karena masih dapat mandi sebelum perjalanan malam ke Phnom Penh.. 
hehehe… tiba-tiba, mandi menjadi suatu kemewahan tersendiri bagi kami…
 
3. Encounters a.k.a Nomads (Phnom Penh)
Hostel ini kami booking via hostelbookers di komputernya Garden Village. Entah kenapa waktu itu hostelworld gak bisa diakses… 
Kali ini kami memilih hostel dengan sedikit lebih cerdas.. hehehe… Kami sudah booking tiket bus dari agen Virak Buntham, yang posisinya dekat night market di street 106, Phnom Penh. Jadi sebelum booking kami buka peta dulu, supaya dapet hostel yang ga jauh-jauh dari tempat pemberhentian bus kami. Pilihan jatuh ke Encounters (dikenal juga dengan nama Nomads), yang letaknya di street 108 nomor 89. Kalau lihat di peta, kami hanya perlu menyebrangi taman dari street 106. Kami booking basic 7 mixed bed room with fan dengan tarif 4.5 US$/ malam/ orang.
 
Kami tiba di Phnom Penh pukul 06.30 pagi. Dengan semangat 45 kami menyebrang taman dan langsung menemukan street 108, tapi kok, nomornya masih nomor kecil ya… Kami jalan terus menyusuri street 108, eh, kok jauh juga yaa… Sampailah di deretan rumah bernomor 80an, 87,88,, lho?! kok langsung 90.. kemana nomor 89 nya? Kami langsung panik… Di depan rumah nomor 90 ada seorang ibu sedang ngepel,, wah, harusnya beliau ini tahu lah,,, kan tetangganya… tapi begitu kami sodorkan alamat Encounters, dia hanya geleng2 kepala sambil bilang : I don’t know, this is my house… gubrakkk… Hilang kemana nih hostel?
 
Dengan asa dan pulsa yang tersisa, kami putuskan untuk menelepon hostelnya.. Dengan menyebut bar ENIGMA sebagai patokan, si pemilik hostel langsung keluar dan menyemput kami.. Fyuuuuhhhh…. lega,,,,
Pemilik hostel ini adalah seorang pria bule, bernama Martin. Konon katanya beliau ini asli Inggris. Cuma entah bagaimana ceritanya bisa terdampar di sebuah hostel di Phnom Penh…
Saat kami check in, Martin langsung menjelaskan segala detail2 yang belum pernah kami dapatkan dari hostel2 sebelumnya. Mulai dari masalah keamanan (hati-hati dengan tas, jangan bawa2 ransel), rute2 perjalanan, ATM terdekat, pasar, dan password wifi… wah, lengkap deh… Di dinding ruang lobby, ditempelkan berbagai informasi mengenai tempat wisata (beserta tarifnya) di Phnom Penh, jadwal dan tarif bus antar kota, jadwal dan tarif tour Mekong River, jasa laundry, rute ke pasar, tarif tour, bahkan peta lebar IndoChina. 
Pada saat check in kami diberikan kunci pintu utama hostel, kunci kamar dan kunci loker, tanpa biaya deposit. Kami juga dipinjamkan handuk lebar,,, lumayan untuk mengistirahatkan handuk-handuk kami yang lembab karena dimasukkan ke dalam tas.
 
Kamar kami ada di lantai 2, begitu lihat isinya, kami sempat shock juga, karena yang kami temui bukan tempat tidur, tapi kasur2 yang dihampar di lantai, dilengkapi dengan kipas angin di salah satu ujung setiap kasur, plus kelambu yang dipasang di atas setiap kasur. Kamar mandi hanya ada satu pada setiap lantai. Kata ayah saya : ini hostel antik amat ya,,,, jaman dulu bangettss,,, memang sih menurut Martin, bangunan hostel ini sudah ada sejak tahun 1960an… tapi karena capek banget, kami tak peduli lagi dengan keadaan itu, dan malam itu kami tidur dengan nyenyak, bahkan bangun kesiangan keesokan paginya.
 
Hostel ini juga menyediakan city tour, dan tour ke Tuol Sleng dan Choeung Ek. Jadi Martin sepertinya sudah punya sopir tuk2 andalan, so, saat ada tamu yang mau ikut tour ini, sopir tuk2nya sudah stand by. Martin juga sudah menentukan harganya untuk masing2 tour. Sesaat setelah kami check in, kami mengikuti tour ke Tuol Sleng dan Choeung Ek seharga 12 US$ tidak termasuk tiket masuk.
 
Martin ini sepertinya selalu stand by, saat kami datang pagi-pagi, beliau sudah ready di meja kerjanya (yang merangkap meja resepsionis), saat kami pulang dari Choeung Ek, beliau masih duduk disitu, waktu kami mau makan siang, beliau tidur dengan kasur lipat di bawah mejanya. Saat malam hari kami pulang dari keliling kota, beliau masih disitu… waw,,, hebat amat yaa… bahkan esoknya, saat kami menunggu bus malam, beliau masih bertahan disitu, dan baru makan malam sekitar pukul 10 malam…
 
Karena hostel ini adalah hostel terakhir yang kami inapi, maka kami sedikit tidak pelit,,,, hehehe… kami memutuskan untuk late check out. Yang penting, kami bisa mandi dan packing dengan santai sebelum perjalanan malam ke Saigon. Kami juga sudah booking bus malam ke Saigon via Martin. Jadi rasanya sudah bisa menikmati Phnom Penh dengan hati tenang deh…
Kami tak membayar apa-apa pada saat check in. Martin bilang semua dibayar saat check out saja, termasuk pembayaran tiket bus. Wah,,, pertama kalinya merasakan ngutang di luar negeri,,, hihihi,,, 
Hanya semalam kami disini, dan kami baru check out sekitar jam 9 malam keesokan harinya. Tapi begitu kami bayar, ternyata kami hanya dikenakan tarif 1 malam saja… WOW,,, koprol bolak-balik saking senangnya,,, hehehe… 
 
Hostel ini betul-betul strategis. Hanya 5 menit jalan kaki ke Wat Phnom, 5 menit ke old market, 10 menit ke agen bus Virak Buntham dan Night Market, 10 menit ke tepi Tonle-Mekong River. 15 menit ke Royal Palace dan National Museum, dan sekitar 25 menit ke Independence monument. Karena dekat kemana-mana inilah, kami akhirnya tidak mengikuti city tour, tapi berkelana sendiri dengan berjalan kaki… Kalau ke Choeung Ek dan Tuol Sleng sepertinya memang harus naik tuk2, karena jaraknya cukup jauh (Jarak Phnom Penh – Choeung Ek sekitar 15 km).
 
So, sekian saja cerita tentang hostel2. Memang kadang ada benarnya kata pepatah : Duit nggak Bohong… hehehe

 

About celina2609

I love to share my feelings and my stories... and now it's very uncomfortable to share them in facebook, so I make this blog... hope you enjoy my stories, and please add some comments,,
This entry was posted in My Journey... and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

15 Responses to Serpihan Cerita dari Vietnam dan Cambodia : Semua tentang Hostel

  1. astuti says:

    Mau tanya2 nih…kebetulan saya ada rencana melakukan perjalanan yang sama di April nanti
    1. Di mana bisa beli tiket bis malam Virak Buntham dari HCMC ke Siem Reap? Alamat cabang bis tsb di HCMC tidak ada di web-nya.
    2. Berapa harga tiket bisnya?
    3. Bis sampai Phnom Penh jam berapa ya?
    Makasih sebelumnya

    • celina2609 says:

      Hai Mbak,,.agen bus di Saigon ada di sepanjang jalan Pham Ngu Lao, saya lupa nama dan alamat pastinya, tapi saya masih simpan brosur2nya. Saya akan kirimkan alamatnya segera setelah saya pulang kerumah di bogor ya,mbak (hari jumat) , soalnya sekarang saya masih di cilegon.

      Harga bus ke siem reap = 18 Us$, ke phnom penh sekitar 12-13 US$.
      Kalau naik busnya siang, maka waktu tempuh saigon – phnom penh hanya 6 jam. Tapi kalau naik bus malam (sleeping bus) lain ceritanya. Waktu itu kami berangkat dari saigon jam 1 hampir setengah 2 dini hari, sampai di perbatasan vietnam – cambodia jam 3 pagi. Nasiblah nunggu perbatasan buka jam 6 pagi. Gak nikmat banget deh tidur di bus walaupun judulnya sleeping bus. Sampai di phnom penh jam 12 siang, karena sempat macet selama sekitar satu jam akibat ada partai yg bagi2 kain di pinggir kota phom penh. Kalau mau ke siem reap atau destinasi lain di kamboja, kita akan ditransfer di phnom penh (di agen virak buntham, street 106) ke bus2 yg menuju tujuan kita.

      Detail waktu keberangkatan dan alamat agennya nyusul ya,mbak… thanks…..

    • celina2609 says:

      dear Mbak Astuti,,, sesuai janji saya kemarin…. hehehe…
      Kami waktu itu selalu mengambil bus malam karena bisa menghemat biaya booking hostel… hihihi… Bus malam ini kami sebut bus selonjoran,. soalnya kaki kita nggak menggantung kayak di bus biasa…

      Di Saigon, saya beli tiket bus malam dari agen di Jalan Pham Ngu Lao district 1, nama agennya Lac Hong Tours. Kami menunggu disana sampai mereka tutup pk. 21.30, lalu kami diantar untuk menunggu di travel agent yang lain : Mekong Lighthouse. Ternyata semua yang naik bus malam dari Saigon (tujuan Phnom Penh, Siem Reap, Sihanoukville), dikumpulkan disini. Ada petugas khusus yang asli orang Kamboja untuk mengurus visa on arrival atau exit permit (bagi warga negara ASEAN, dan negara lain yang tidak perlu visa). Sebagian orang langsung datang ke Mekong Lighthouse, dan sebagian ada yang dijemput dari hotelnya.
      Menurut jadwal, kami seharusnya berangkat pk. 23.45, tapi nyatanya baru berangkat pk. 01.00.
      O iya, mbak hati2 kalau pesan tiket bus. waktu itu barengan kami ada satu org perempuan yang ga bisa naik bus, karena agennya lupa untuk meregistrasi orang itu ke perusahaan bus. Jadi mending langsung pesan di Mekong Lighthouse saja deh.
      O iya, setahu saya, yang mengadakan jasa bus malam dari Saigon – Kamboja hanya si Virak Buntham ini… dan untuk penumpang bus malam untuk semua tujuan di Kamboja nantinya akan ditransfer di Phnom Penh. (saya kurang tahu kalau bus yang siang bagaimana prosedurnya). Layanannya lumayan, termasuk mengurus tetek bengek di perbatasan.

      Ini alamat tour agennya :
      1. Lac Hong Tours (tempat kami pesan tiket)
      Alamat : 355 Pham Ngu Lao St, District 1, HCMC.
      Tel : +84 (08) 39205852/ 39207367
      fax : +84 (08) 38364907
      hotline : 0908 559866
      web : http://www.lachongtours.com
      email : stc@lachongtours.com
      jadwal keberangkatan :
      Phnom Penh setiap jam, mulai pk. 06.45 hingga 15.00, dan 23.45, harga 230000 VND (sekitar 12 US $)
      Siem Reap : 6.45, 8.00, 23.45 harga 360000 VND (sekitar 18 US$)
      Sihanouk Ville : 6.45, 8.00, 23.45 harga 360000 VND (sekitar 18 US$)

      2. Mekong Lighthouse (pos penjemputan)
      Alamat : 36 Do Quang Dau st, district 1 (tikungan besar di sisi kiri jalan Pham Ngu Lao)`
      tel : +84 (08) 73080306
      fax : +84 (08) 7301 0306
      web : http://www.mekonglighthouse.net
      email : mekonglighthouse.travel@gmail.com

      Jadwal keberangkatan :
      Phnom Penh : setiap jam mulai jam 6 pagi hingga jam 3 sore dan pk 23.45 harga 230000 VND (sekitar 12 US$)
      Sihanoukville : pk 6.30, 8.00, 8.30, 23.45 harga 359000 VND (sekitar 18 US$)
      Siem Reap : 6.30, 8.00, 8.30, 23.45 harga 359000 VND (sekitar 18 US$)

      estimasi waktu perjalanan :
      Phnom Penh : 6 jam (jarak 240 km). kalau naik bus malam, bisa lebih dari 6 jam karena : menunggu perbatasan buka jam 06.00 dan macet,,,
      apalagi kalau ke Siem Reap, estimasi 12 jam, tapi kami sampai 18 jam.
      weleh2… jalanan national road no.6 yang jadi jalan utama penghubung Phnom Penh – Siem Reap lagi dalam kondisi rusak berat dan hendak diperbaiki. Udah gitu yang bus dari Phnom Penh ke Siem Reap, narik penumpang sepanjang jalan, udah kayak bus umum aje,,,
      waktu pulang dari Phnom Penh ke Saigon, kami naik bus malam lagi, jadwalnya jam 12.30, eh baru berangkat jam 2 pagi,,, tadinya disuru tunggu di hostel, akhirnya kami jalan kaki ke tempat agen virak buntham. (untung aja gak terlalu jauh,,,), jalan yang ditempuh beda dengan dari saigon ke phnom penh. Kami sampai di perbatasan jam 7 pagi, jadi gak nunggu buka loket. Samnpai di kota saigon jam 11 siang..

      Ada yang lucu mengenai harga bus :
      dari Saigon ke Phnom Penh = 12 US$,
      Saigon – Siem Reap = 18 US$,
      tapi ke arah balik, harganya jadi mahal :
      Siem Reap – Phnom Penh = 14 US$
      Phnom Penh – Saigon = 15 US$
      Kok pulangnya jadi lebih mahal yoo…

      O iya, ini alamatnya Virak Buntham yang di Phnom Penh : Street 106, paling ujung dekat riverfront, sisi utara dari phsa chase
      telp 016 786 270/ 099 628 448/ 089 99 87 61/092 42 95 05

      semoga bisa membantu,,,
      kalau ada yang bisa dibantuin lagi, monggo, mbak,,,,

      • astuti says:

        Tq banget untuk infonya. Saya belum pernah naek bis malam dari Saigon ke Phnom Penh (PP).
        Tapi saya pernah naek bis malam Virak Buntham dari PP ke Siem Reap (SR) dan sampe sekitar jam 6 pagi. Saya ga inget berapa kali dan berapa lama bis Virak ini berhenti sepanjang jalan ke SR, soalnya saya tidur, hehehe…
        Waktu kemarin sampe di SR, pemberhentian Virak Buntham masih kaya garasi kandang ga? Dan serbuan tukang tuk-tuk masih ada? Btw, punya rekomendasi tukang tuk-tuk di SR? Sorry niy kebanyakan nanya ya :)
        Katanya selain Virak ada bis malam PP-SR lain, dan saya pengen coba. Reputasi Virak kurang ok klo saya baca dr web-web tetangga.

        Tuti

      • celina2609 says:

        Hola,Mbak.. hehehe…iya,masih kayak kandang gitu..untungnya kami udah booking tuk2 dari virak…jadi kami agak bisa ngeles dari serbuan para tuk2… kalo dari PP ke SR belum nemu agen bus lain selain virak… di PP ada agen bus juga yg alamatnya di samping virak…tapi ga tau dia itu ada bus malam atau tdk… waktu di SR aku nyatet nomor tukang tuk2,namanya Trea, no.nya +8550887008329. Dicoba aja mbak, kalo ga nyambung, coba hilangkan angka 0 setelah 855.
        *mendadak kangen PP dan SR…

  2. putri says:

    mbak, ok banget informasinya. btw negara anggota asean kan udah ga perlu visa ya.saya rencana ke saigon dulu baru kamboja. mau tanya di bandara saigon dan perbatasan kamboja kalo g pake visa yang dibutuhkan permit masuk dan keluar aja ? ada biaya yang dikeluarkan ga ? makasih sebelumnya

    • celina2609 says:

      Halo,Mbak Putri… yup,benar,saat ini negara2 ASEAN kecuali Myanmar sudah bebas visa bagi warga Indonesia. Begitu juga dengan Vietnam dan Kamboja. Di Bandara Saigon, petugas imigrasi hanya melakukan pengecekan standar (lihat passport, cross check data dan foto, paling nanya kode flight) dan langsung cap tanpa biaya.
      Kami waktu itu masuk ke Kamboja menggunakan bus malam dari Pham Ngu Lao street. Kami yg akan naik bus tsb dikumpulkan di suatu travel agent untuk menunggu hingga bus datang (walau ada juga yang dijemput di hotel), nam sambil menunggu itu, agen bus membagikan lembaran exit permit (1 lembaran yg bisa dibagi 2) dan kita langsung mengisinya. Dan karena kita WNI, semua gratis.. kami masuk Kamboja via Bavet border, dan disana dua kali melewati pos imigrasi. Pihak agen bus malam sudah mengurus semuanya. Saat sampai di perbatasan,mereka mengumpulkan passport dan exit permit kita. Begitu masuk pos Di sisi Vietnam, passport sudah tertumpuk di meja petugas imigrasi, dan kita tinggal nunggu nama kita dipanggil aja. Setelah semua selesai,kita naik bus lagi untuk ke pos milik Kamboja. Disini kita lewat satu persatu untuk dicek passport dan ambil sidik jari.. selesai deh…
      Waktu pulang dari Kamboja ke Vietnam juga begitu.. di sisi Kamboja kita masuk sendiri2, cek pasport n crosschech sidik jari, nah di sisi Vietnam, passport dikumpulkan lagi ke agen bus dan tinggal nunggu dipanggil. Cuma waktu itu kami kebagian petugas yg sangar abis di pos imigrasi vietnam. Kalo kita bengong n gak denger nama kita dipanggil,pasti dimaki2.. udah gitu ngasihin passportnya juga setengah dilempar.. Passport ayah saya juga sempat diraba2 sama petugas imigrasi yg di pintu (bukan yg ngecap2)…hehehe… tapi semuanya : Gratis… berbahagialah WNI yg masuk Vietnam dan Kamboja…
      Kapan rencananya mau kesana,Mbak Putri?

    • celina2609 says:

      O iya,Mbak… waktu kami kesana yg pakai exit permit hanya di Kamboja saja,sedangkan Vietnamnya ga pakai… thanks…

  3. putri says:

    Terima kasih penjelasannya. rencana mau kesana bulan juni depan. kalau memungkinkan dari saigon mau ambil bus pagi ke PP, sempatin lihat2 PP dan malamnya berangkat ke SR. dari beberapa blog yang saya baca katanya tersedia bus malam dari PP ke SR, berangkat jam 23.30, tapi ketika cek di web resmi busnya rata2 pemberangkatan terakhir sekitar jam 2 siang. jadi agak confuse.

    • celina2609 says:

      Mbak, coba buka link ini..sepertinya ini situsnya virak buntham…disini ada bus malam dr PP ke SR… waktu di PP kami bertemu dg rekan dr Makassar yg rencananya naik bus malam,sedangkan kami pakai yg bus siang… esok paginya kami bertemu dia lagi di SR… saya akan posting juga no telp.nya virak ya,mbak…
      http://vettours.com/index.php/schedules

    • celina2609 says:

      ini alamat agen bus virak buntham di phnom penh : street 106 di ujung jalan yg dekat tepi sungai, seberangnya lapangan Telponnya 016 786 270 atau 099 628 448 atau 089 99 87 61 atau 092 4895 05. Kode negaranya +855.

  4. putri says:

    wah top sekali. terima kasih pencerahannya.

  5. Good day! I could have sworn I’ve been to this website before but
    after going through a few of the posts I realized it’s new to me.
    Anyways, I’m certainly happy I came across it and I’ll be book-marking it and
    checking back frequently!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s