Nostalgia Mardi Yuana 2

Pohon rindang dan kursi di bawahnya sudah tak ada lagi..
Kelas kandang ayam yang ketika siang hari rasanya seperti oven juga sudah tiada, berganti menjadi sebuah gedung megah bertingkat..
Pelataran kapel tempat ngobrol sudah berubah total, dan jalan kecil di samping kapel, tempat nonton basket sudah ditutup..
Bangku semen di bagian belakang, dan pohon rindangnya sudah hilang karena perluasan kapel.. sedangkan bangku bangku di sisi kanan lapangan kini ternaungi pohon cherry yang rimbun..
Guru-guru kita, sebagian sudah tak mengajar lagi di sana.. Bahkan nama sekolah kita pun sudah berganti menjadi Mardi Waluya…

Terdengar gelak tawa, tapi bukan tawa kalian.
Ratusan pasang mata yang memandang, tapi bukan mata kalian..
Wajah dengan senyuman, tapi bukan wajah dan senyuman kalian..

Tak ada kalian yang duduk di bawah pohon rindang, membicarakan segala hal khas abg..
Tak ada kalian,para atlet sekolah,yang berlari-lari di lapangan, dan mendrible bola basket..
Tak ada kalian yang duduk di ruang-ruang kelas itu..
Tak ada lagi kita yang dulu..

10tahunmeninggalkanmybond


6 thoughts on “Nostalgia Mardi Yuana 2

      1. Iya masih di bogor,..tapi udah jarang ktmu teman lama,..Celina masih di Bogor..?
        Mybond sudah banyak berubah ya..? Smpnya berubah,bangku semennya hilang,lapangan bulutangkisnya udah ilang,sd nya jadi bertingkat ,namanyapun udah berubah,..cmiiw..
        Waktu yg sudah sangat2 lama,..tapi rasanya baru kemarin keluar dari sana🙂

      2. aku sekarang di Cilegon,kak..hanya pulang ke Bogor pas weekend saja… Waktu aku sekolah, SD nya baru ditingkat, dan TK dipindah ke lokasi yg sekarang…walau suasana berubah,tapi memory masa lalu masih kental dalam ingatan ya, kak…🙂

      3. O iya, kak, nama MY Bond berubah jadi Mardi Waluya Sekitar tahun 2002. Sebelumnya memang sdh ada perbedaan pimpinan, dimana ada sekolah2 Mardi Yuana yg dipegang oleh keuskupan, seperti yg di Sukasari, Serang, Cilegon, Cicurug. Dan sebelum thn 2002 itu, ada pula sekolah Mardi Yuana yg dipegang oleh suster SFS (namun tergabung dg Mardi Yuana induk yg dipegang keuskupan) seperti yg di Bondongan, Sukabumi, Cibinong, Sindanglaya… untuk menghindari kerancuan, dan adanya tekad dari para suster SFS untuk mandiri dan memekarkan karyanya, maka sekolah2 yg ditangani oleh SFS diganti namanya menjadi Mardi Waluya, yang sebetulnya memang sudah ada, namun tidak sebesar nama Mardi Yuana… kalau tidak salah begitu ceritanya…Nanti kalau ada info lagi saya kabari ya,kak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s