Tomorrow will never come…

Angin kencang menerbangkan dedaunan, langit mendung pertanda akan hujan.. Gadis itu berjalan pelan, sambil menahan hembusan angin..

Akhirnya, ia tiba pula ditempat yang ditujunya, sebuah rumah yang berisi deretan kotak kaca dengan guci abu di dalamnya,, ya.. itulah tujuan perjalanannya.
Ia menyusuri lorong terdepan, dan akhirnya berhenti di depan sebuah kotak. terlihat foto seorang pria yang tersenyum hangat,, gadis itupun tersenyum melihatnya.. ah, seakan pria itulah yang berdiri di depannya dan tersenyum padanya..

Sudah 15 bulan sejak sahabatnya pergi dari sisinya, dan ia tak pernah lupa untuk datang ’menjenguknya‘.
Ia takkan pernah melupakan hari itu, 15 bulan yang lalu. Bagaikan hujan deras yang tiba-tiba turun di hari yang cerah, kabar duka itu begitu mengejutkannya.. sahabatnya tewas terbakar, setelah mobilnya menabrak truk yang mogok di jalan tol. entah mengapa kecelakaan itu bisa terjadi, ia tak pernah habis bertanya dan mencoba menganalisa apa penyebab malapetaka ini.. dan semua analisanya terlihat tak masuk akal.. ia tak henti-hentinya membayangkan apa yang dirasakan sahabatnya ketika sang saudara maut menjemputnya..

masih jelas dalam ingatannya, di malam sebelum kejadian itu, mereka berdua masih sempat bertemu,, namun tiba-tiba, sahabatnya hanya tinggal nama, bahkan ia tak bisa memandang wajahnya untuk terakhir kalinya..

Perlahan-lahan tetesan hujan mulai turun, begitu juga dengan air matanya.. setelah 15 bulan berlalu, ternyata sesal itu masih ada.. sesal karena ia tidak sempat menjawab permintaan sahabatnya untuk mengubah status persahabatan mereka menjadi lebih dalam lagi.. di malam terakhir itu, ia terlalu terkejut dan tak mampu menjawab,, sahabatnya yang sabar itu tak mendesaknya untuk menjawab saat itu juga..

namun ternyata tak ada kesempatan lagi untuk berkata : “Ya…”

Sesungguhnya ia sudah lama menunggu pernyataan cinta dari sahabatnya, karena iapun memendam perasaan yang sama.. tapi anehnya malam itu ketika mimpinya menjadi kenyataan, ia malah tak sanggup berkata-kata… dan ternyata hari esok bukan milik mereka lagi..

sudah ribuan kali ia menggumamkan kata-kata : “Aku pun menyayangimu.. ” berharap sahabatnya di surga dapat mendengarnya..

~Tell someone that you love, just what you‘re thinking of, if tomorrow never comes~


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s