A Short Journey…

16 Oktober 2010

 

Sabtu yang sangat terik, dan aku mencari keteduhan di kolumbarium. Keteduhan jiwa dan raga..

Belajar tentang arti cinta dan kehidupan dari deretan rak yang berisi guci abu.

 

Aku terpaku di depan sebuah rak yang posisinya paling bawah. Di dalam rak itu ada sebuah guci abu, di bagian depannya ada sebuah frame foto seukuran 4R. Foto seorang pria yang terlihat begitu ceria dan begitu “hidup”. Ada juga barang-barang pribadinya di dalam rak kaca itu. Kubaca nama yang tertera disitu beserta tanggal kelahiran dan tanggal kematiannya. Ternyata dia seusia denganku, hanya lebih tua 8 bulan dariku, dan baru 7 bulan lalu ia menghadap Bapa di surga.

 

Aku melihat kehidupanku sendiri di usia yang sama dengannya. Usia ini, dimana aku baru mulai belajar tentang hidup yang sebenarnya. Usia dimana banyak hal baru datang dan terjadi dalam hidupku. Namun ia tidak dapat mengalaminya lagi. Ia sudah pergi ke tempat yang pastinya lebih indah. Namun kita yang masih hidup pastilah merasa menyayangkan kematiannya. Mengapa ia harus pergi di usia yang masih semuda itu. Ketika ia masih begitu produktif dan masih bisa berbuat dan mengalami banyak hal. Aku bertanya-tanya, apabila esok maut datang menjemputku, apakah aku sudah siap merelakan kehidupan yang kujalani saat ini?

 

Pikiran yang simpang siur di benakku terputus oleh teguran salam satu karyawan kolumbarium.

“Mbak, siapanya almarhum ya?”

“Oh, bukan, Mas, cuma lewat saja”

“Oh saya kira kerabatnya…”

Kemudian Bapak itu becerita bahwa almarhum adalah salah warga negara asing yang meninggal karena sakit asma. Aku baru tahu bahwa sakit asma bisa membunuh seseorang.

“Orang yang meninggal di usia muda biasanya karena sakit atau kecelakaan, Mbak..”, beliau melanjutkan.

 

Dari info yang kudapat kemudian, data statistik menunjukkan : kecelakaan adalah penyebab utama kematian pada generasi usia 25-44 tahun, disusul oleh penyakit (kanker, serangan jantung), dan bunuh diri berada pada peringkat ketiga. Asma sendiri bisa menyebabkan kematian jika pada saat terjadinya serangan, korban tidak ditangani secara tepat dan cepat.

 

Bapak itu melanjutkan ceritanya :

“Setiap hari Minggu atau hari libur, biasanya pacarnya datang, kadang sendiri, kadang bersama temannya, Mbak. Pacarnya tak pernah absen kesini. Besok pasti dia datang..”

“Oh…”, mulutku tiba-tiba kelu dan tak dapat berbicara sepatah katapun.

Kemudian keheningan muncul dan menyelimuti kami. Hingga seorang pengunjung memecahkan mantra bisu itu, karena hendak meminta bantuan dari Bapak itu.

 

Aku memandang kembali rak kaca itu. Di depannya ada sebuah meja, dan diatasnya ada sebuah rangkaian mawar putih yang sudah agak layu. Kuperhatikan lagi, di bagian bawah papan namanya ada sebuah tensoplast yang ditempelkan disitu. Pada tensoplast itu tertulis : “I MISS YOU” dan “TAKE CARE”.

 

Alunan lagu instrumental “You were always on my mind” dan “auld lang syne” menambah keharuan di ruangan itu. Membawaku tenggelam lebih banyak dalam lamunanku. Aku membayangkan seorang kekasih yang hancur hatinya karena ditinggal pergi pasangan jiwanya. Aku berpikir tentang betapa banyaknya rencana mereka yang tak bisa diwujudkan. Aku bisa merasakan perasaan kehilangan yang amat menyakitkan, yang harus dirasakan oleh wanita itu. Dan aku membayangkan bagaimana jika aku yang ada di posisinya. Aku membayangkan apakah ada penyesalan atas kepergian kekasihnya yang begitu dini dan tiba-tiba.. Apakah selamanya hatinya hanya akan tertuju kepada pria ini saja?

 

Aku tak tahu bagaimana pria ini menjalani hidupnya, dan aku tak tahu ia pria seperti apa. Tapi ada satu keyakinan di hatiku, ia pasti seorang pria yang penuh cinta dan pernah merasakan indahnya dicintai. Pria yang pastinya begitu berarti untuk kekasihnya. Hingga setelah kematiannya pun, kekasihnya masih tetap setia menyayanginya…

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s