Aku, sahabatku, dan foto kami….

Sudah lama sejak aku memasang foto itu sebagai profile picture di facebookku,,
sejak pertama kali aku memasang foto itu hingga hari ini, masih banyak orang yang bertanya tentang foto itu..

Ya, foto itu memang istimewa. Foto itu menampilkan senyumku dan senyum sahabatku. Kami saling berpegangan tangan dan duduk berdekatan.
Tapi bukan itu yang orang-orang perhatikan. Yang mereka perhatikan hanyalah perbedaan antara aku dan sahabatku. Sahabatku, seorang muslim, memakai jilbab. Dan aku seorang Katolik, yang tidak memakai jilbab.
Hey apakah itu begitu penting untuk dianalisa?

Tapi itulah yang mereka tanyakan. Siapakah orang yang difoto bersamamu? Kalian kan berbeda, kok bisa berteman? Selama ini ada bermacam-macam profile picture yang aku pasang, namun tak pernah mengundang banyak pertanyaan seperti profile pictureku saat ini.

Orang di foto itu adalah sahabatku.

Kami memang berbeda, namun tahukah kalian, bertahun-tahun aku bersahabat dengannya, tak pernah kami meributkan tentang perbedaan itu. Kami memang pernah bertengkar, dalam banyak hal, tentang tugas, tentang kuliah, tentang perbedaan pendapat, dan tentang banyak hal, namun kami tak pernah mempertentangkan perbedaan keyakinan kami.

Tahukah kalian? Ia adalah sahabatku yang paling hebat. Justru dengan perbedaan itu aku belajar banyak hal dari dirinya. Dalam perbedaan itu kami belajar untuk saling bertoleransi. Dan dalam perbedaan itu kami belajar untuk menyadari bahwa tak selamanya sama itu indah dan beda itu buruk…

Aku begitu bangga ketika ia akhirnya memakai jilbab. Walau aku tak paham maknanya, tapi aku mengerti bahwa ia sudah lebih dewasa dalam pemahaman imannya. Aku tak pernah merasa dia berubah. Ia tetap sahabatku yang kukenal sejak dahulu.

Aku sudah lupa kapan dan bagaimana pertemuanku yang pertama kali dengannya. Dan aku juga lupa kapan aku mulai merasa bahwa ia adalah seorang sahabat untukku. Tapi sering perjalanan hidupku, hanya ia yang bertahan berjalan di sampingku hingga hari ini. Tak penting kapan semuanya berawal, namun yang terpenting adalah menjaga agar semuanya tak pernah berakhir..

Kita berbeda, selamanya berbeda. Walaupun kita pun memiliki banyak kesamaan. Biarlah perbedaan itu memberikan warna dalam langit kehidupan kita. Perbedaan itu melengkapi kehidupan kita. Dan perbedaan itu membuat calrawala kita menjadi lebih luas.
Jika kita semua sama, betapa membosankannya hidup ini.

for my best friend : Dian Nurlita Kusuma, ST.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s