Bekerja BersamaNya…

Sebuah kisah sederhana dari Suster Vero, koster di Katedral..

Bulan-bulan ini memang musim hujan, , minggu lalu sehabis natal hujan hampir setiap pagi mewarnai kehidupan warga Bogor. Kadang berhenti sejenak, dan kemudian tetesannya turun lagi dalam jumlah yang lebih banyak.
Suasana seperti ini memang paling menyenangkan untuk tidur, leha-leha, nonton TV bersama keluarga. Tapi buat Suster Vero, hujan menambah kesibukannya. Bagaimana tidak, ada banyak baju misdinar, jubah romo, kain-kain untuk misa, sarung kotak kolekte, taplak meja, hingga serbet-serbet yang harus dicuci dan dijemur.
Tapi Suster bercerita, ia selalu berdoa pada saat cuciannya banyak, agar Tuhan memberikan matahari untuk muncul sebentar dan mengeringkan jemurannya.
Dan Tuhan tak pernah mengecewakannya, walaupun kadang matahari terlalu malu untuk menampakkan diri, dan dikalahkan oleh hujan yang tak dapat tertahan lagi, namun Suster Vero tak pernah sampai harus mencuci ulang akibat jemurannya kehujanan.
Tuhan tak pernah lupa untuk mengingatkan lewat bisikan di hatinya, sehingga Suster Vero selalu sadar apakah hujan akan segera turun, dan ia harus segera memasukkan jemurannya, atau masih ada cukup waktu untuk tidak terburu-buru.

Suatu siang, langit mendung, Suster sedang menjemur. Aku ada di sana menemaninya. Aku berkata : “mudah-mudahan hujannya baru turun setelah jemurannya kering ya, suster…”
Dan suster Vero menjawab : “Percaya saja sama Tuhan, Dia tahu kok apa yang saya perlukan…”

Tak hanya masalah jemuran, Suster Vero seringkali harus sibuk sendiri mengurusi segala urusan di Gereja, mulai dari memilih hosti, menyetrika, membrasso piala dan wadah-wadah, mencuci, menjemur, mengganti bunga, membersihkan altar, membersihkan tempat lilin, wah pokoknya sibuk banget deh beliau ini. Saat sibuk seperti itu, Suster selalu berdoa untuk dikirimkan orang-orang yang bisa membantunya. Dan Suster bilang Tuhan tak pernah terlambat memberi bantuan, selalu ada saja orang yang datang meringankan tugas beliau.
Seperti siang itu, suster sedang bingung karena hosti yang sudah diberkati sudah habis, sementara hosti yang belum diberkati harus diambil di gedung paroki, harus dipilih pula agar jangan sampai ada hosti yang remuk atau tidak utuh yang terbawa ikut diberkati. Padahal dalam waktu yang sama, cucian suster sedang banyak banget. Suster berdoa, dan Tuhan mengirim aku dan temanku untuk membantunya. Sorenya saat cucian sudah kering, datang lagi temanku untuk membantu menyetrikanya.

Tuhan itu baik sekali. Suster selalu bilang begitu.
Dia tahu apa yang saya butuhkan.
Tuhan tak akan terlambat mengirimkan bantuan dalam berbagai bentuk dan rupa.
Saat kau punya kesulitan, katakanlah pada Nya dalam doa. Ia mendengarkan dan akan membantumu
Selalu bekerjalah bersamaNya. Ia murah hati dan tak pernah membuatmu kecewa…
Tuhan berkati…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s