Satu Sabtu di Indramayu…

Sabtu, 15 Juli 2006

Hehehe… sebenarnya ini cerita sudah terjadi lama sekaliii…. hampir 6 tahun yang lalu…
Berawal dari Kerja Praktek (KP) yang berdarah-darah (ah lebay sekali!!) di sebuah pabrik keramik di daerah Losarang, Indramayu… (cluenya : dekat dengan Pertamina Cemara)
Awalnya mendengar kata Indramayu saja paniknya sudah setengah mati. Mulai dari letaknya yang utara sekali, dekat laut (gimana kalo tsunami), gersang, ditambah cerita-cerita miring tentang orang-orangnya.
Tapi tanpa bisa kusangkal, aku langsung jatuh cinta pada pabrik keramik ini. Mulai dari hasil produk keramiknya yang full colour, sampai orang-orangnya (baca : ada kembarannya Denny Sumargo n Romy Chandra)…

Jujur, aku sangat menikmati KP ini,, walaupun setiap hari makan sangat seadanya, berkali-kali mimisan, debu yang waw dahsyat, air yang bau…. Tapi aku sangat betah disini…
Hingga saking betahnya, pada sabtu kedua aku KP disini, aku memutuskan untuk tidak pulang ke Bogor (di Cilegon aja belum pernah tuh berpikir untuk tidak pulang), ditambah lagi dengan kesadaran masa KP tidak akan lama lagi.
Disana, hari kerjanya dari Senin (pk. 08:00-pk 16:30) sampai Sabtu (pk. 08:00-pk.12:00). Tapi bagi yang KP, dapat dispensasi, hari Sabtu diliburkan (PS:sebetulnya bukan dispensasi, tapi hasil maksa…)

Jumat petang tanggal 14 Juli, teman-temanku, dan sebagian karyawan admin (yang dapat jatah libur Sabtu), sudah mulai meninggalkan mess untuk pulang ke rumah dan kampungnya masing-masing. Wah, aku baru merasa benar-benar sepi. Seusai makan malam di ruang makan mess, aku diajak Mbak Esih, salah satu pekerja di dapur mess, untuk main ke mess mereka. Disana ternyata tinggal para pekerja perempuan yang biasa bertigas di dapur dan kantin. Wah,,, aku disambut dengan bahasa Indramayu ngapak, yang tidak bisa kucerna satu katapun. Untung Mbak Esih berbaik hati mau menterjemahkan. O iya, selain Bahasa Indramayu ngapak, aku juga disuguhkan dengan alunan lagu-lagu tarling khas Cirebonan (makanya kalo naik bus Bhinneka dan denger lagu dangdut Cirebonan, suka jadi kangen dengan Indramayu).

Targetku di Sabtu itu adalah membantu seorang Bapak di NPD (New Product Development) atau membantu technical service dari vendor glaze dan pigment. Tapi karena semua gak ada yang mau dibantu, jadilah aku memutuskan untuk jalan-jalan ke Kota Indramayu, untuk mencari warnet (OMG) buat mengecek nilai semester 6, dan juga untuk tahu seperti apa kota Indramayu itu. Masak KP di Indramayu tapi gak ngerti kotanya kayak apa. Plus mencari gereja (karena niatnya hari Minggu mau ke gereja di sana).

Perjalanan dari Losarang ke Indramayu (kota) cukup jauh dan lama. Dari depan pabrik naik elf, lalu turun di terminal Sindang. Dari situ naik angkot sampai kotanya. Agak ngeri juga jalan sendiri, karena cerita-cerita aneh tentang warga Indramayu. Konon katanya, orang Indramayu itu kasar.
Elf yang kunaiki tidak terlalu penuh, yang aku ingat ada seorang nenek tua duduk di deretan bangku depanku. Di tengah jalan, sang nenek minta berhenti. Satu hal yang tak akan aku lupakan, ternyata kenek elf itu membantu sang nenek untuk turun, kemudian menyebrangkan nenek itu hingga ke seberang jalan. Waw, ternyata kenek elf ini mengajarkanku untuk tidak menghakimi orang. Bayangkan, orang Indramayu yang katanya kasar itu mau berbuat sedemikian gentleman kepada sang nenek. Mungkin di kotaku sendiri amat sulit menemukan kenek seperti ini.

Losarang, Lohbener, Indramayu di pertengahan Juli amatlah terik, beberapa saluran irigasi yang biasanya teraliri air, tampak kering, seperti sungai mati. Sungguh tak percaya aku dengan kisah banjir yang menimpa Indramayu setahun sebelumnya.

Tiba di terminal Sindang, muncul lagi masalah, aku tak tahu harus naik angkot yang ke arah mana. Kendala diperparah dengan masalah bahasa. Betapa sulit menemukan orang yang bisa berbahasa Indonesia yang jelas, apalagi yang baik dan benar. Setelah bertanya pada beberapa orang, akhirnya aku menaiki sebuah angkot menuju kota Indramayu.
Niat untuk mampir di warnet kubatalkan karena temanku mengirim kabar nilai belum keluar. Akhirnya aku berjalan di sepanjang trotoar kota Indramayu, mulai dari Jalan Jenderal Sudirman, belok kiri saat menemukan patung mangga (perempatan waiki). Dan lalu bertemu dengan sekolah Katolik. Jalan terus di area yang mirip chinatown di bogor. Lalu akhirnya aku menemukan Gereja St Mikael. Ternyata misa hanya ada hari Minggu pukul 7. Waduh, harus berangkat pagi-pagi banget niy…

Setelah menemukan gereja, aku mampir ke Indomaret. Disana sedang diputar lagunya Sheila On 7 yang judulnya Saat Aku Lanjut Usia. Hehehe,,, sejak hari itu aku jadi senang dengan lagu itu.

Kulirik jam di HP, ah masih pagi. Aku bingung mau ke mana lagi, akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke pabrik, siapa tahu masih ada yang kerja dan perlu dibantu.. Kembali ke terminal Sindang naik angkot hanya sendirian, diiringi lagu-lagu Tipe X yang hypnotized banget…
Ternyata tiba di pabrik, aku malah gak ngapa-ngapain, bahkan diajak pulang, karena hari itu bos vendor glaze (orang Italia lho….) dan technical servicenya mau pulang ke jakarta. Wah, akhirnya aku tergoda juga untuk pulang…

Sambil menunggu mereka selesai bekerja, aku makan dan kemudian menunggu di pos satpam. Eh, baru beberapa menit berdiri, aku menyaksikan seorang pengendara motor yang baru keluar dari tikungan seberang pabrik, tertabrak mobil Fortuner hitam yang melaju dengan kencang di jalan raya pantura, tepat di depan pabrik.
Mobil Fortuner terguling dengan roda di atas, sang pengendara motor terjengkang di jalan dengan posisi tangan masih seperti memegang stang. motornya sendiri terlempar dekat pengendaranya. Kami mengira pengendara motor sudah tewas. Lututku sudah lemas dan hampir tak sanggup berdiri lagi. Warga berusaha menyelamatkan sopir Fortuner. Pengendara motor itu sepertinya benar-benar sudah dianggap tewas oleh warga, sehingga ia tidak diprioritaskan untuk ditolong. Namun, anehnya sekitar 10 menit kemudian, pengendara motor itu tersadar, dan dengan dipapah, ia dibawa ke halaman pabrik. Ia tak menderita luka parah sepertinya, karena masih bisa berbicara. Ajaib sekali… kamipun hampir tak percaya,,

Akupun pulang ke Bogor.. bersama Bapak karyawan NPD dan sang Italiano. Diiringi lagu soulmate Kahitna.
Empat hari kemudian, aku mengakhiri masa KP disana…

Sejak aku pulang dari sana, aku belum pernah melewati pabrik itu lagi.
Hingga hari ini, aku amat sering merindukan Indramayu.
Sebagian warga pabrik keramik itu sudah melanglang buana, mencari karier yang lebih bagus..
Beberapa masih sering kontak hingga hari ini…
Indramayu, I was so in love with you…

“Bila ku tak disini, tetaplah kau bernyanyi,,, dan bila ku tlah pergi, kenanglah yang terjadi. Pastikan padaku bahwa kamu, kan baik-baik saja. Karna di setiap langkahku, pasti slalu ada kamu.”
(Kamu gak sendirian – Tipe X)


6 thoughts on “Satu Sabtu di Indramayu…

  1. hallo.. saya awang sukisno dari universitas negeri jakarta,salam kenal
    mau minta tolong,setelah saya baca tulisan mba celina saya ingin menanyakan alamat pabrik keramik dmn mba celina KP,soalnya saya sedang melakukan skripsi tentang pembuatan keramik. kira-kira disana menerima mahasiswa untuk penelitian ga ya mba? saya sudah mencoba di pabrik-pabrik besar dijakarta,bekasi,cikarang tetapi tidak bisa,tolong bantuannya ya mba celina. tolong dibalas,terima kasih

    1. Halo, Mas Awang, waktu itu saya KP di PT Chang Jui Fang Indonesia (Keramik KITA). Alamatnya di jl. Raya Losarang km.71 desa pangkalan, losarang, indramayu 45253. Lokasinya ada di seberang Pertamina Cemara, samping ex PT Bermis. Telp 0234 507240.
      Kalau dr jakarta naik bus jurusan cirebon atau kuningan (luragung atau bhineka). Nanti keneknya teriak Jangga,nah ngga jauh dari situ (sekitar 5 menit lagi). Bilang aja ke Bermis atau keramik kita.
      Waktu saya lulus th 2007 sih masih bisa praktek di sini, cuma info dr teman2 disana, struktur managementnya sudah banyak berubah. Dicoba saja, Mas…

  2. masih bisa. banyak anak-anak kampus indramayu yang penelitian disana. sepertinya setiap tahun selalu ada. sudah jadi langganan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s