still remember you….

Gadis itu masih saja berdiri terdiam mematung di depan lemari abu sahabatnya.
Hujan mulai turun, petir pun bersahutan, namun tak membuatnya bergeming dari tempatnya berdiri.

Hampir tiga tahun sudah sejak sahabatnya pergi meninggalkannya
Menyisakan kata cinta yang tak terungkap dari bibirnya
Penyesalan itu tak pernah ada habisnya
Meskipun setiap saat, ia selalu membisikkan ungkapan cintanya
Berharap sahabatnya masih bisa mendengar dari surga

34 bulan belum cukup untuk memulihkan rasa sakit akibat kehilangan
Setiap hari ia berusaha untuk bangkit
Belajar untuk tersenyum lagi
Belajar untuk mengerti dan menerima keadaan
Berusaha untuk terlihat normal seolah tak pernah terjadi apa-apa
Namun semua tak semudah apa yang dikatakan orang

Air matanya masih mengalir deras setiap ia ingat perjumpaan terakhir mereka
Terkadang melengkungkan bibir untuk tersenyumpun menjadi begitu sukar
Setiap hari ia berjuang keras untuk melalui hari-harinya
Ribuan kata mengapa masih juga bertebaran dalam pikirannya dan tak ada satupun jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu..
Kadang ia harus menghadapi hari yang begitu berat hingga rasanya ia ingin sekali melepaskan hidupnya..

Langit sudah mulai menghitam
Hujan masih juga tak mau berhenti
Gadis itu memandang lagi foto sahabatnya
Mengucap lirih panggilan sayang bagi sahabatnya
dan bertanya perlahan
“Aku rindu… Kapan kita akan berjumpa lagi?”

*happy belated birthday, brother…. this is for you…*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s