Uncategorized

A letter…

Angin dingin bulan Oktober menerpa wajahku. Langit mendung mewarnai siang ini. Tak masalah buatku. Bagiku, langit mendung serasa surga dan hujan adalah penyejuk jiwa.Aku mempercepat langkahku melawan angin, hanya tinggal beberapa meter lagi dari gerbang gereja. Namun langkahku terhenti ketika mataku menyapu trotoar. Pohon-pohon ini sudah menggugurkan bunganya. Aku tak pernah tahu nama dari pohon… Continue reading A letter…