Juice Melonku..

Aku memesan juice melon, kau memesan es jeruk nipis.
Aku bertanya, mengapa kau memilih menu unik itu,
Kau tak menjawab, hanya tersenyum saja.
Kita berbincang, tapi tak seperti dulu..
Kita tertawa, tapi tak sehangat dulu…

Akhirnya kita tiba pada detik-detik tanpa suara,
Kita kehabisan tema, ya kita tak tahu lagi harus berkata apa..
Aku mengalihkan lagi pandanganku pada gelasku..
Berharap ia memberikan ide saat itu.
Aku memainkan sedotanku, berharap bisa mengatakan sesuatu.
Aku melirik dirimu,
Ternyata kau juga melakukan hal yang sama..
Aku tersenyum, kau juga.
Tapi tak ada kata yang bisa terucap..

Juice melon, aku dulu tak begitu menyukainya.
Ia tak tampak seperti juice, tapi seperti cacahan buah dalam air gula.
Tak ada yang istimewa dari juice melon..
Tak seperti juice alpukat yang mengenyangkan,
Tak penuh kejutan seperti juice strawberry,
Juga tak seharum juice jeruk.

Tapi tak tahu mengapa, siang itu bersamamu, aku memesannya..
Dan sejak saat itu, juice melon selalu mengingatkanku padamu..
Setiap ada kesempatan, aku memesan juice melon.. lagi dan lagi..

Aku akhirnya bisa menikmati juice melon,
Bisa mengubah cara pandangku atasnya..
Tapi mengapa aku tak pernah bisa mengubah perasaanku padamu?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s