Senyum Yuk,,,, (^.^)

Waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi ketika saya memasuki sebuah restoran siap saji yang masih buka di kota ini. Suasana restoran begitu lengang, namun seorang petugas sudah siap siaga di belakang mejanya untuk melayani pesanan saya. Walaupun wajahnya tampak begitu lelah, namun ia tetap tersenyum. Memang sih, di restoran itu saya menemui tulisan : “Jika petugas kami tidak tersenyum, maka pesanan anda GRATIS!” Tapi saya tahu, ia tersenyum tulus dari hatinya, karena ketulusannya itu terpancar keluar hingga saya dapat merasakannya.

                Dalam hal-hal yang berkaitan dengan customer service, senyum adalah sebuah kewajiban, dan masuk dalam prosedur standar yang harus dijalani oleh orang-orang yang berhadapan dengan klien atau pelanggan. Nah, bagaimana dengan kita sebagai Legioner? Dalam melakukan karya kerasulan dan pelayanan kepada orang lain, apakah kita juga ingat untuk tersenyum? Bukan hanya senyum yang sekadar manis saja lho, tapi senyuman yang tulus, dari hati, yang timbul dari perasaan : “Saya senang bisa berada disini bersama Anda, dan saya merasa bahagia saat ini karena bisa melayani Anda…” Atau, jangan-jangan kita seringkali memasang wajah cemberut dan memberengut dalam melakukan pelayanan?

                Senyuman adalah cerminan sukacita di dalam hati. Dengan senyuman, kita bisa membuat orang yang kita layani merasa nyaman dan perasaan nyaman itu akan membuat orang lain mudah untuk bersikap terbuka dan bersedia membagi beban masalahnya dengan kita. Sebagai Legioner, tugas kita bukan hanya sekedar melaksanakan program kerja saja, tapi yang terpenting adalah menyentuh hati setiap orang dengan kasih. Senyuman yang tulus dan hangat adalah salah satu bentuk paling sederhana dari pernyataan kasih kita bagi orang lain. Senyuman ini juga membuat orang-orang yang kita layani merasa bahwa mereka dilayani oleh hati yang tulus dan gembira, bukan oleh hati yang terpaksa dan tidak rela.

Menurut riset, senyum bukan saja berefek positif bagi orang lain, namun senyum juga bisa meningkatkan kualitas hidup kita sendiri, karena senyum meningkatkan perasaan bahagia dan mengurangi perasaan negatif di dalam hati. Nah, sekarang tersenyumlah sambil membaca tulisan ini. Lakukan senyuman yang lebar, hangat dan tetap natural, seperti saat mengalami suatu kejadian yang menyenangkan. Lalu sambil tetap tersenyum, pikirkanlah sebuah hal yang menyedihkan atau mengecewakan. Rasakanlah bahwa hal-hal sedih itu sulit untuk tetap bercokol di pikiran kita jika kita tetap tersenyum. Jadi tetaplah tersenyum untuk mengurangi pikiran dan perasaan negatif. Tak salah jika dikatakan bahwa senyum dapat menyehatkan dan memperpanjang umur. Orang-orang yang banyak tersenyum juga akan terlihat lebih percaya diri dan bersahabat. Bahkan, percaya tidak percaya, senyum itu bisa terdengar juga lho.. Ketika kita berbicara di telepon, kita tanpa sadar bisa mengetahui lawan bicara kita sedang berbicara sambil tersenyum, karena suaranya terdengar lebih ringan dan santai.

                Saat hari begitu cerah, saat hati tak ada masalah, saat tubuh sedang sehat, dan saat semuanya baik-baik saja, senyum akan terasa begitu mudah dilakukan. Namun pada saat sedih, kecewa, lelah dan terluka, apakah kita masih bisa tersenyum dengan tulus? Pada kondisi seperti ini, ubahlah sudut pandang kita dan ingatlah selalu bahwa sukacita dan kegembiraan adalah pilihan. Sebuah sukacita yang sejati tidak tergantung pada apa yang kita alami, tapi sesungguhnya berasal dari Tuhan (lih Neh 8 : 10). Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi juga mengingatkan kita untuk : “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Sekali lagi kukatakan, bersukacitalah!” (Filipi 4:4).

                Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan sebuah puisi tentang senyum. Puisi ini diberikan oleh seorang sahabat di kantor ketika saya sedang banyak masalah dan malas tersenyum. Dia bilang saya lebih sering cemberut daripada tersenyum, jadi setiap dia berjalan melewati meja saya, dia selalu mengingatkan saya untuk tersenyum. AYO, TERSENYUM!!! (^.^)

 

Senyum,,,

Senyum itu kecil, tapi besar manfaatnya,,

Senyum itu remeh, tapi dahsyat akibatnya,,

Senyum itu melengkung, namun bisa meluruskan hati,,

Senyum itu simpel, namun mendamaikan dunia,,

Senyum itu ibadah, senyum itu indah,,

Senyum itu cinta, senyum itu kasih sayang,,

Ya, senyum itu mudah bukan?

Tapi kenapa akhir-akhir ini orang jarang senyum?

Di jalan, di kantor, di rumah, akhir-akhir ini lebih banyak kerut kening daripada lengkung senyuman,,

Yuk, kita senyum lagi,,

Yuk, kita ceria lagi,,

Yuk, kita berdamai lagi,,

Yuk, kita semangat lagi,,

Senyum,,

cekrek!!

Tuh kan, kalau kita senyum, foto pun jadi indah!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s