Serpihan Cerita dari Vietnam dan Cambodia : Menyambut Pagi di Bavet Border

MELEWATI PERBATASAN. Itu adalah salah satu hal yang paling saya khawatirkan ketika saya dan papi berkunjung ke Vietnam dan Kamboja. Ini adalah pengalaman pertama saya melintasi perbatasan darat suatu negara. Biasanya kan kita masuk negara orang di bandaranya….

Saya khawatir ditanya-tanya dalam bahasa antik. Saya khawatir dengan petugas imigrasi yang reseh (jiah, di bandara juga banyak yang beginian mah…). Saya khawatir dengan prosedur imigrasi yang berbeda dengan di bandara. Saya khawatir bakalan harus nyari atau rebutan angkutan umum di perbatasan… Saya khawatir banyak polisi perbatasan yang jutek dan mengokang senapan… Tapi kan kalo gak lewat perbatasan, mana mungkin bisa nyebrang ke Kamboja dan balik lagi ke Vietnam.. iya kan? gak mungkin saya ngeluarin ilmu hilang ala jin botol… secara saya gak punya ilmu itu juga…

Seperti yang telah saya ceritakan di posting-posting terdahulu, saya dan papi naik sleeping bus Virak Buntham dari Pham Ngu Lao Stret, Saigon. Bus berangkat sekitar pukul 01.30 dini hari. Pada saat menunggu kedatangan bus, seluruh penumpang sudah diwajibkan melengkapi dokumen-dokumen untuk exit permit Kamboja ataupun untuk mengurus Visa on Arrival. Ada petugas dari pool bus yang mengurus masalah tersebut dan sekaligus mengumpulkan uang untuk VoA. Kami tiba di perbatasan Bavet sekitar pk. 03.00. Jadi kami harus menunggu perbatasan dibuka sekitar pk 06.00. Untunglah kami gak disuruh turun, tapi cukup meringkuk dan menggeliat-geliat di atas bus. Pada saat perbatasan buka, kami dibangunkan, lalu passport kami dikumpulkan oleh kondektur bus. Setelah selesai pengumpulan passport, petugas itu menyerahkan passport kami ke pos imigrasi. Kami disuruh turun dan tak lama kemudian, nama kami dipanggil satu persatu. Kami maju, passport dicap. Selesai deh… Keluarlah kami dari Vietnam…

Bavet Border = Sisi Vietnam
Bavet Border – Sisi Vietnam

Setelah selesai dicap, passport kami dikumpulkan lagi ke petugas bus, dan ada satu lagi petugas berpakaian preman yang membawa passport kami ke bagian perbatasan Kamboja dengan menggunakan sepeda motor. Kami naik lagi ke bus, dan setelah beberapa ratus meter, tibalah kami di sisi perbatasan Kamboja, dan kami turun lagi.

Prosedur imigrasi disini juga gak ribet. Gak ditanya-tanya, cuma ada screening sidik jari, seluruh jari kanan (eh apa dua-duanya ya?).. dih kayak mau bikin e-KTP aje… Tas juga ditinggal di bus. Setelah selesai screening, passport dicap, dan selesai deh. Masuklah kami ke Kamboja…

Bavet Border - Sisi Kamboja
Bavet Border – Sisi Kamboja

Fyuh,,,,ternyata urusan perbatasan dan imigrasi ini dibantuin banget sama awak bus… lega…

Nah, beberapa hari kemudian, kami masuk lagi ke perbatasan Vietnam dari sisi Kamboja. Beda dengan sebelumnya, gak ada pembagian exit permit atau dokumen apapun saat kami menunggu di poolnya Virak Buntham, mungkin karena Vietnam tidak memberlakukan dokumen exit permit, atau mungkin karena sudah pada mengurus visa, atau bisa juga karena sebagian besar penumpang yang akan masuk Vietnam ini sebelumnya juga pernah masuk Vietnam seperti kami.

Bus berangkat dari pool di street 106 Phnom Penh sekitar pk. 01.30. Kami sempat makan pagi di sebuah rumah makan langganannya Virak Buntham (soalnya waktu masuk Kamboja, kami sebus juga makan disini sih…), dan tiba di perbatasan sekitar pk. 07.00. Passport ga dikumpulin, tapi kami diberhentikan dekat loket imigrasi yang bentuknya mirip pintu tol. Passport diserahkan, dipandangi lalu dicap. Keluarlah kami dari Kamboja. Saya lupa, apa waktu itu jari kami discan lagi atau tidak… Kayaknya sih nggak deh…

Passport lalu dikumpulkan lagi dan dibawa oleh si petugas bermotor (orang yang sama dengan waktu itu), dan kami naik lagi ke bus menuju perbatasan Vietnam. Nah, disinilah ketegangan terjadi.

Tas kami dibongkar dari bagasi, dan karena waktu itu ada dua bus yang tiba bersamaan, antrian menjadi sangat ramai. Nama kami dipanggil satu persatu, kalo ada yang budeg dikit langsung dibentak ama petugas imigrasi yang mukanya sepaaa banget. Trus petugasnya ngasih passport dengan agak dilempar. Buset, serasa kita mau jadi penjahat aja di Vietnam. Makanya kami semua pasang kuping (dan muka tegang). Wah beneran degdegan deh… Cobain aja kalo gak percaya.

Kami juga pasang mata untuk mengenali apakah yang sedang ada di tangan si petugas adalah passport kami atau bukan. Masalahnya negara yang cover passportnya warna hijau itu sangat banyak… wedeh,,, kalo yang covernya merah atau hitam sih eye catching banget ya… sempet mikir juga untuk mendekorasi cover passport, jadi pas petugasnya ngangkat passport, saya udah berdiri dengan manis di depan si petugas…

Akhirnya setelah menit-menit yang menegangkan, giliran kami pun tibalah. Passport sedikit dilempar ke arah kami. Ciattt,,, Tas kami lalu masuk ke X-ray, dan kami berdua dinyatakan resmi masuk Vietnam.

Eitttss…tunggu dulu,,, jangan senang dulu,,, di dekat pintu keluar masih ada petugas berperut buncit dan bertampang sangar. Passport kami dicek lagi apakah sudah dicap atau belum. Oh ternyata dia berniat baik kok… Tapi, passportnya papi sempat diraba-raba (jiah…), dipegang-pegang covernya, bahkan diintip-intip bagian covernya itu… Buset, dia kira kita ngumpetin duit kali ya? ato koin kasino? ato daon ganja? ato pistol? granat? meriam? candi? –> makin lama makin gak mungkin aja… setelah dinyengirin dikit, akhirnya kami BEBAS….. (serasa tawanan aja…), dan kami berdua sibuk membuat analisa “kenapa si petugas imigrasi meraba-raba passport papi…”

hehehe… sampai hari ini gak ketauan jawabannya….

So,,,, jangan khawatir dengan perbatasan Vietnam-Kamboja. Cukup booking bus antar negara, dan para awak bus akan membantu para penumpangnya dengan sekuat tenaga… Soalnya mereka kan sudah langganan menembus perbatasan, jadi mungkin petugas imigrasinya juga udah pada bosen ama mereka, so birokrasinya gak dipersulit…

O iya, jangan lupa petugas imigrasinya  dikasih senyuman yaa….


6 thoughts on “Serpihan Cerita dari Vietnam dan Cambodia : Menyambut Pagi di Bavet Border

  1. Hi Celina…ongkos bus dari phnom penh ke Ho chi min berapa ya? Sewaktu kamu dari phnom Penh apakah dijemput dari hotel menuju pool bus virak buntham? thanks Celina jika kamu bersedia beri infonya! salam NIDA.

    1. Halo, Nida… ini link mengenai sarana transportasi disana ya… celina2609.wordpress.com/2013/04/20/serpihan-cerita-dari-vietnam-dan-kamboja-city-tour-sleeping-bus-sitting-bus-bus-umum-siapppp/
      Maaf ceritanya campur dg tour dsb2… waktu itu bus dr Phnom Pehn ke Saigon harganya 15 US$, mungkin sekarang sdh naik… waktu itu kami ngga dijemput,karena kami tunggu lama, eh jemputannya ngga datang2…akhirnya kami jalan..soalnya jalan kaki ngga terlalu jauh juga… Kapan rencana kesana,Nida?

      1. Tks banyak atas infonya Celina…rencana bulan July tapi duluan mendarat di Phnom Pehn trus ke Ho Chi Min naik bus malam kita pergi ber-sebelas (family), kalau sudah di HCM terminal bus Virak nya di jalan apa ya Celina? Saya senang sekali bisa bertamu ke blognya kamu karena jarang sekali saya temukan pelancong kompak seperti Celina & Papa-nya mana type budget traveller lagi. Terus berbagi ya pengalaman tripnya…saya suka tulisan kamu yang runut dari a-z gaya nulisnya seperti sedang cerita ke teman yang lagi butuh info mendetail tentang suatu tempat.

      2. Halo, Nida… terima kasih juga…. waaa….pasti seru banget bisa travelling sekeluarga, bersebelas pula…🙂
        Kalau di HCMC, bus malam akan merapat di pinggir jalan Pham Ngu Lao. Sepertinya tidak ada office khusus seperti yg kita temui di Phnom Penh atau Siem Reap…
        Jadi sepertinya Nida cari penginapan di Pham Ngu Lao street atau Le Lai street…
        O iya, Nida… sudah cek google tentang cuaca disana pada bulan Juli? karena kalau tidak salah, bulan itu masuk musim hujan monsoon…. jadi kalau bisa bawa raincoat…

      3. Wah kog gak kepikiran tentang cuaca ya he he he….padahal urgent tuh!!! untung ada Celina (mirip icon iklan jadinya) thanks…boleh ya kalau nanti mau tanya2 lagi, mohon dijawab. NIDA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s