Pendahuluan Kisah Para Rasul : Masa Penulisan dan Teknik Penulisan

MASA PENULISAN

Ada banyak pendapat mengenai kapan Kisah Para Rasul ditulis. Pendapat yang paling umum menyatakan bahwa kitab ini ditulis sekitar tahun 80-90 M, sekitar 20-30 tahun setelah kematian Paulus. Ini terlihat dari tulisan dalam Kisah Para Rasul yang tidak membahas hal-hal kontroversial maupun pandangan-pandangan yang dikemukakan Paulus dalam suratnya. Pada awalnya diperkirakan bahwa kitab ini ditulis sebelum tahun 63 M. Ini karena ada kesan bahwa penulis mendadak menghentikan kisahnya. Tidak ada kisah mengenai kelanjutan karya Paulus di Roma, atau menganai kematian Paulus. Mengapa dianggap sebelum 63 SM? Alasannya adalah karena sejak tahun 64 SM, Kaisar Nero mulai menganiaya umat Kristen di Roma. Namun ada beberapa alasan yang mungkin mengenai mengapa kisah kematian Paulus tidak diberitakan :

  • Dalam Kisah Para Rasul, terlihat bahwa kekaisaran Roma simpatik dengan gerakan Kiristen, sehingga dipandang bahwa penulis merasa kecewa dengan tindakan Nero, sehingga penulis tidak melanjutkan karyanya.

  • Kisah Para Rasul tidak dimaksudkan untuk menceritakan biografi Paulus, sehingga wajar jika ia menghentikan kisahnya sampai di titik itu, karena yang ingin disampaikan penulis adalah pemberitaan Injil hingga di pusat dunia (kota Roma).

  • Jika dilihat dari sisi psikologis, Lukas adalah rekan dekat Paulus, dan pastinya amat sulit untuk menuliskan kematian seseorang yang dekat dan berpengaruh baginya.

  • Kematian Paulus selama ini dianggap kemartiran. Namun pada kenyataannya kematian Paulus bukanlah karena ia mewartakan Injil tentang Yesus, melainkan karena ia seorang Yahudi. Begitu juga dengan kematian Petrus. Mungkin Lukas tidak ingin kematian Paulus yang seperti ini (dibunuh karena masalah rasis dan bukan karena menjadi martir) mengecilkan karya yang telah diperbuat Paulus.

Pendapat mengenai kapan kitab ini ditulis ini terkait erat dengan pandangan : “Kitab apakah yang ditulis lebih dulu? Lukas atau Kisah Para Rasul?” Sejumlah ahli meyakini bahwa kedua kitab ini dituliskan sebagai satu karya, namun kemudian dipotong menjadi dua bagian pada saat dimasukkan ke dalam kanon kitab suci. Tapi tidak ada bukti-bukti yang memperkuat pandangan ini. Umat Kristen menerima bahwa Injil Lukas diterima sebagai kitab suci sebelum Kisah Para Rasul, atau dengan kata lain, Injil Lukas dan Kisah Para Rasul merupakan karya yang terpisah. Mayoritas para ahli tafsir meyakini bahwa Injil Lukas dituliskan lebih dahulu, baru kemudian Kisah Para Rasul, dengan alasan adanya buah pemikiran dan pandangan yang lebih maju dalam Kisah Para Rasul.

Tapi, pandangan yang lain mengatakan bahwa Kisah Para Rasul ditulis duluan. Lukas pada awalnya hanya menuliskan umat Kristen perdana dan pewartaan injil pada masa itu. Kemudian ia merasa perlunya menulis sebuah pendahuluan karyanya tersebut, yang isinya adalah karya Yesus di dunia. Namun lagi-lagi, tak ada bukti terkait pandangan ini. Apabila Kisah Para Rasul ditulis duluan, dan dianggap ditulis sebelum 63 SM, maka kapan Injil Lukas ditulis? Jika dilihat pada salah satu bagian dalam Injil Lukas, penulis menyinggung tentang nubuat kehancuran Kota Yerusalem (pada Lukas 19:43-44; Lukas 21:20-24) yang aktualnya terjadi pada tahun 70 M. Maka bisa disimpulkan bahwa Injil Lukas ditulis setelah tahun 70 M. Penulis ini pun menunjuk bahwa Kisah Para Rasul bukanlah karyanya yang pertama (Kis 1 : 1), sehingga bisa dipastikan Kisah Para Rasul ditulis setelah Injil Lukas. Atau dengan kata lain, pendapat yang mengatakan bahwa Kisah Para Rasul ditulis sekitar tahun 80-90 M (sebelum akhir abad pertama) lebih bisa diterima. Mungkin ketika Paulus membawa Lukas untuk menjadi asistennya, Lukas menulis injil dari apa yang ia dengar dari para saksi mata yang merupakan murid-murid Yesus generasi pertama.

TEKNIK PENULISAN

Seperti telah dijelaskan di atas, Lukas sebagai penulis kitab Kisah Para Rasul, menulis karyanya dalam bahasa Yunani. Terlihat sekali dari karyanya bahwa ia mengetahui sejarah Helenis dan memahami motif-motif Perjanjian Lama bahasa Yunani, seperti yang terdapat dalam Kitab Makabe. Terlihat dari kalimat pembukaan yang dibuat sang penulis, baik dalam injil Lukas maupun Kisah Para Rasul. Pembukaan dengan sapaan kepada Teofilus merupakan teknik pembukaan yang khas dalam buku-buku Yunani. Studi dalam historiografi alkitabiah dan Helenis menunjukkan bahwa kitab ini dapat dibandingkan dengan tulisan-tulisan historis kuno seperti kitab Samuel, Raja-Raja dan Makabe, juga serupa dengan kisah sejarah yang ditulis pengarang sezamannya (Yosefus dan Dionisius Halicarnassus). Sepertinya karya ini ditujukan bagi para pembaca yang mengenal dengan baik Yudaisme, Perjanjian Lama bahasa Yunani, dan kekristenan.

Dalam menuliskan karyanya, Lukas melakukannya berdasarkan penelitian, sehingga terlihat sekali keakuratan sejarah dalam tulisannya yang telah dibenarkan oleh beberapa penemuan arkeologis modern, khususnya dalam hubungannya dengan gelar dari para pegawai pemerintahan Romawi, misalnya stratēgoi (Indonesia : pembesar-pembesar kota) pada Kis 16:20, 22, 35, 36; istilah ini juga digunakan untuk pimpinan Bait Suci pada Luk 22:4,52 dan Kis 4:1; 5:24-26. Gelar lain yang digunakan adalah politarchas (yang juga diterjemahkan sebagai pembesar-pembesar kota) pada Kis 17:6,8; dan istilah prōtō (gubernur) pada Kis 28:7.

Tulisan Lukas juga mencerminkan suatu tulisan yang adil dan seimbang karena ia mencatat banyak hal dengan detail, termasuk ketegangan-ketegangan dalam Gereja Perdana, bahkan pertengkaran antara Paulus dan Barnabas. Terdapat beberapa tanggal bersejarah yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa sejarah yang dicatat dalam kitab Kisah Para Rasul, antara lain :

  • Kelaparan yang tersebar luas di bawah pemerintahan Klaudius (Kis 11:28, th. 44-48 M).

  • Kematian Herodes Agripa I (Kis 12:20-23, th. 44 M [musim semi]).

  • Kepemimpinan daerah dari Sergius Paulus (Kis 13:7, ditunjuk dalam th. 53 M).

  • Pengusiran orang Yahudi dari Roma oleh Klaudius (Kis 18:2, th. 49 M [?]).

  • Kepemimpinan daerah dari Gallio, Kis 18:12 (th. 51 atau 52 M [?]).

  • Kepemimpinan daerah dari Felix (Kis 23:26; 24:27, th. 52-56 M [?]).

  • Penggantian Feliks oleh Festus (Kis 24:27, th. 57-60 M [?]).

  • Pejabat-pejabat Romawi di Yudea :

    • Prokurator/Gubernur

      • Pontius Pilatus, 26-36 M

      • Marcellus, 36-37 M

      • Marullus, 37-41 M

    • Dalam th. 41 M metode perwakilan pemerintahan Romawi dirubah menjadi suatu model empiris.

    • Kaisar Romawi, Klaudius, mengangkat/menugaskan Herodes Agripa I dalam th 41 M.

    • Setelah kematian Herodes Agripa I, th. 44 M, metode perwakilan pemerintahan di gunakan kembali sampai tahun 66 M, yaitu oleh Antonius Feliks dan Perkius Festus.

Ini sejalan sekali dengan apa yang dituliskan dalam pembukaan Injil Lukas : “aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya…. supaya engkau dapat mengetahui bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.”

Ada dua tradisi kenaskahan yang berbeda dalam buku Kisah ini yaitu naskah Aleksandria dan naskah-naskah kuno barat. Yang lebih pendek adalah Aleksandria sedangkan nasah-naskah kuno Barat sepertinya mengikutsertakan lebih banyak rincian-rincian. Tidak dapat dipastikan apakah rincian ini berasal dari si penulis atau merupakan sisipan-sisipan oleh si penyalin di kemudian hari berdasarkan tradisi-tradisi Gereja Perdana. Kebanyakan ahli kenaskahan percaya bahwa naskah-naskah Barat mengandung tambahan-tambahan di kemudian hari dengan tujuan :

  • Menghaluskan atau mencoba membetulkan naskah-naskah yang sukar dan tidak umum

  • Menambahkan rincian tambahan.

  • Menambahkan frasa-frasa khusus untuk menonjolkan Yesus sebagai Kristus

Pada awalnya narasi dalam kitab ini seolah diceritakan oleh seorang narator yang berbicara dalam kata ganti otang ketiga (Ia dan Mereka). Narator ini tidak ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan para tokoh dalam Kisah Para Rasul, namun ia berada di sudut pandang yang mengetahui segala yang dilakukan dan dipikirkan oleh para tokoh. Namun sejak Kis 16 : 10, sang narator itu menjadi peserta, dan terjadi perubahan sudut pandang, dimana kata ganti orang yang digunakan pun berganti menjadi kata ganti orang pertama (kami).

Alur yang digunakan dalam Kisah Para Rasul tidak murni berupa alur kronologis, namun cenderung membahas masalah yang dialami oleh satu pelaku hingga selesai, sebelum beranjak ke masalah lain.

Dalam Kisah Para Rasul, banyak ditemukan adanya pengulangan terhadap beberapa cerita. Kemungkinan gaya pengulangan ini dimaksudkan untuk memberikan penekanan bahwa peristiwa itu adalah peristiwa kunci yang penting bagi iman orang Kristiani waktu itu. Kisah-kisah yang berulang antara lain panggilan Pailus, pertobatan Kornelius, serta Dekrit Apostolik.

BACA JUGA :

Pendahuluan Kisah Para Rasul : Sumber dan Tujuan Penulisan https://celina2609.wordpress.com/2013/11/02/pendahuluan-kisah-para-rasul-sumber-dan-tujuan-penulisan-2/
Pendahuluan Kisah Para Rasul : Garis Besar Isi Kitab https://celina2609.wordpress.com/2013/11/02/pendahuluan-kisah-para-rasul-garis-besar-isi-kitab/
Pendahuluan Kisah Para Rasul : Siapakah Penulis Kisah Para Rasul https://celina2609.wordpress.com/2013/11/02/pendahuluan-kisah-para-rasul-siapa-penulis-kisah-para-rasul-2/

DAFTAR PUSTAKA

Bergant, Dianne CSA dan Robert J Karris, OFM. Tafsir Alkitab Perjanjian Baru, Jakarta : Lembaga Biblika Indonesia

Groenen, C, 1984. Pengantar Ke Dalam Perjanjian Lama, Yogyakarta : Kanisius

Handojo, Agoes, 2013. Materi Kisah Para Rasul, Karawaci.

Handojo, Agoes, 2013, Injil Lukas; Pengantar Umum, Karawaci.

cddprov.blogspot.com/2011_03_24_archive.html; Kepekaan Akan Kehadiran Allah oleh Fr. Petrus Ruslan Suban Diaz CDD.

www.yabina.org/RENUNGAN/09/RJuni; Misi & Agama Lain.

lead.sabda.org/files/atitude02.htm; Sarana Dialog Dalam Pekabaran Injil

http://www.abbalove.org/index.php?option=com_flippingbook&view=category&layout=thumbnails&id=2&Itemid=26

http://en.wikipedia.org/wiki/Kisah_Para_Rasul

http://www.sarapanpagi.org/kisah-para-rasul-vt124.html

http://www.sabda.org/sejarah/artikel/pendahuluan_kitab_dalam_alkitab_kisah_rasul.htm

http://www.sabda.org/sejarah/artikel/pengantar_full_life_kisah_rasul.htm

http://www.sabda.org/sabdaweb/biblical/intro/?b=44&intro=pintisari

http://mangkecompany.net78.net/index_files/Page1831.htm

gkysydney.org/renungan-gema-2011/pemdekatan-misi-paulus.html

Seluruh kutipan ayat kitab suci dalam paper ini dikutip dari Alkitab Deuterokanonika © LAI 1974, LBI 1976.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s