Rasa rindu itu…

Warna kelabu mengisi langit pagi ini..
Hujan rintik pun mulai turun lagi tak tertahankan..
Deru mesin diesel dari kereta yang masuk di jalur lima membuyarkan heningku..
Suara itu begitu familiar, dan tanpa diperintah, ia memanggil seluruh sel-sel rindu untuk bangun dari tidur..
Menjelang berhenti, kereta itu membunyikan klaksonnya yang khas, dan sel-sel rindu itu semakin terjaga penuh waspada..
Bahkan sel-sel itu memerintahkan mata untuk terpaku pada lokomotif kereta yang bersiap langsir..
Ah… aku rindu pada suatu kota nun jauh di sana..
Kota penuh sejarah yang kukenal hanya lewat suara deru mesin kereta dieselnya..
Kota yang selalu membuat pipiku bersemu merah..
Aku rindu pada stasiun tua nan lebar yang bisa membuatku merasakan rumah di tanah asing…
Aku rindu dengan wajah ramah bapak penjaga peron..
Ah..ternyata sel kenangan pun telah terjaga kini…
Klakson kereta berbunyi lagi, lokomotif sudah dilangsir masuk ke jalur enam..
Aku terjaga dari lamunan..
Ah, mengapa jarak kita begitu jauh..
Hingga aku hanya bisa memaksa kembali sel-sel rindu ini untuk tertidur kembali…
Tapi sel kenangan menolak untuk ditidurkan lagi…
Ia masih bernyanyi menyenandungkan kenangan di kota itu…
Dan aku tersenyum,
Biarlah sel kenangan ini tetap terjaga, dan terus mendorongku untuk kembali lagi ke sana…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s