Metode Sharing Kelompok Kitab Suci : There You Are

1. TUJUAN :

  • Agar peserta dapat memandang kisah dalam Kitab Suci dari sudut pandang pelaku yang terlibat dalam kisah tersebut, sehingga kisah tersebut dapat lebih mengena bagi pribadi peserta.
  • Agar peserta dapat belajar dari karakter tokoh-tokoh dalam Kitab Suci, sebagai dasar untuk pengembangan karakter pribadi.

2. PESERTA:

  • Umum, usia remaja-dewasa.
  • Metode ini dapat diterapkan pada semua orang yang sekurang-kurangnya sudah pernah mengetahui kisah-kisah populer dalam kitab suci.
  • Jumlah peserta dalam satu kelompok adalah sebanyak 3-4 orang, tidak termasuk satu orang animator.

3. PROSEDUR :

  • Doa pembukaan untuk mengundang Tuhan dalam kelompok ini, dipimpin oleh animator.
  • Teks pilihan dari kitab suci yang sudah diketik ulang tanpa pembagian nomor ayat-ayat, dibagikan kepada para peserta. Sebisa mungkin masih ada sisa area pada lembar bacaan tersebut agar dapat digunakan sebagai area ekspresi oleh para peserta.
  • Teks dibaca secara pribadi oleh peserta secara singkat untuk memahami garis besar kisah yang dipilih, sambil memilih tokoh  yang berkesan bagi dirinya (berkesan = memiliki karakter yang mirip tokoh tersebut/ mengalami hal yang serupa dengan tokoh tersebut/ memiliki pengalaman berkesan dengan orang yang memiliki karakter mirip tokoh tersebut, dsb). Waktu yang diperlukan = 2 menit.
  • Apabila teks bacaan tersebut tidak terlalu dikenal, maka animator dapat menjelaskan terlebih dahulu konteks bacaan tersebut.
  • Peserta diminta memejamkan mata, lalu animator membacakan kembali bacaan terpilih tersebut secara perlahan-lahan dan dengan penuh penghayatan. Sambil animator membacakan, setiap peserta membayangkan dirinya ada dalam posisi tokoh yang ia pilih, dan mengalami apa yang dialami oleh tokoh dalam bacaan tersebut. Waktu yang diperlukan = 3-5 menit.
  • Ciptakan suasana hening agar peserta dapat meresapkan imajinasinya. Juga agar dapat merenungkan dan membandingkan karakter tokoh yang dipilihnya dengan karakter dirinya sendiri. Saat hening ini juga memberi kesempatan bagi peserta untuk mengekspresikan perasaannya secara pribadi dalam area kosong di lembaran teks.
  • Animator kemudian memberi kesempatan pada masing-masing peserta untuk :

o    Mengisahkan kembali kisah tersebut dari sudut pandang tokoh yang dipilihnya.

o   Mensharingkan apa yang ia rasakan, dengar, dan lihat sebagai tokoh dalam kisah tersebut.

o   Bagaimana karakter tokoh itu?

o   Jika dibandingkan antara karakter tokoh itu dengan karakter dirinya sendiri, maka karakter apa yang harus ia kembangkan atau ia hilangkan dalam dirinya?

o   Menyebutkan komitmennya untuk menjadi pribadi yang lebih baik di waktu yang akan datang.

  • Setiap peserta mendoakan peserta yang duduk di sebelah kanannya, untuk memberi penguatan dan memotivasi komitmen yang telah dibuat oleh rekannya itu. Rangkaian doa ini dibuka dan ditutup oleh animator.

4. BACAAN YANG COCOK :

Bacaan yang cocok untuk metode ini adalah bacaan/ perikop Kitab Suci dengan jenis sastra prosa naratif (berbentuk cerita), baik kisah-kisah, maupun perumpamaan, dengan jumlah tokoh (manusia) yang terlibat lebih dari dua orang. Sebisa mungkin ada tokoh antagonis dan protagonis. Bacaan tersebut sebaiknya memiliki puncak (klimaks) dalam alurnya.

Contoh bacaan yang sesuai :

  • Kej 33:1-11 (Yakub berbaik kembali dengan Esau)
  • 1 Sam 17:40-54 (Perkelahian Daud dengan Goliat)
  • 1 Sam 16:1-13 (Daud diurapi menjadi raja)
  • Rut 1:1-22 (Rut dan Naomi)
  • Mat 10:1-13 (Yesus memanggil keduabelas rasul)
  • Mrk 5:21-43 (Anak kepala rumah ibadat, perempuan yang sakit pendarahan)
  • Luk 15L11-32 (Perumpamaan tentang anak yang hilang)
  • Luk 23:33-43 (Yesus disalibkan)
  • Yoh 6:16-21 (Yesus berjalan di atas air)
  • Luk 19:1-10 (Zakheus)
  • Mrk 2:1-12 (Orang lumpuh disembuhkan)
  • Yoh 9:1-40 (Orang yang buta sejak lahirnya)

5. ANALISIS :

  • Kelebihan :

o   Dengan metode ini, seseorang dapat melihat suatu kisah dari sudut pandang yang berbeda, sehingga memberikan pemahaman baru tentang kisah tersebut.

o   Setiap peserta dapat bercermin dari karakter para tokoh dalam kisah, dan diharapkan dapat mengambil hal positif dari tokoh tersebut dan membuang yang negatif, sehingga akhirnya dapat berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

o   Dengan menggunakan teks bacaan tanpa pembagian ayat (manuscript), peserta dapat melihat bacaan dengan cara baru, dan bisa menggali lebih banyak dari teks tersebut.

Kekurangan :

o   Kecenderungan peserta untuk memilih tokoh protagonis, atau tokoh yang paling musah dianalisa karakternya. Mungkin terjadi seluruh peserta memilih tokoh yang sama dan sharing yang dikemukakan hampir sama dan tidak terlalu berkembang.

o   Bagi peserta yang tidak suka bicara (introvert) mungkin hanya akan menyampaikan sharing yang sangat singkat. Animator perlu menyiapkan pertanyaan “pancingan”, agar peserta tersebut bisa berbicara lebih banyak.

6. DAFTAR PUSTAKA

Schlosser, Ronald E. “Bible Study Methods for Growing Disciples.” American Baptist Churches USA. http://www.abhms.org (diakses tanggal 14 Maret 2013).

Knox, Grahame. “Creative Bible Study Methods for Youth Leaders.” Insight. http://www.insight.typepad.co.uk (diakses tanggal 14 Maret 2013).

-. “Leading a Communal Discovery Bible Study.” Intervasity Christian Fellowship USA. http://www.intervarsity.org (diakses tanggal 14 Maret 2013)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s