Berkenalan dengan Kitab Wahyu – Bagian Ketiga (Terakhir)

PENGLIHATAN-PENGLIHATAN YOHANES :

ANAK DOMBA DAN PENGIKUT YANG DITEBUSNYA, PENGHAKIMAN DAN KEMENANGAN (WAHYU 14:1-15:4)

Yohanes melihat Anak Domba berdiri di Bukit Sion bersama-sama dengan 144000 orang yang pada dahi mereka telah dimeteraikan dengan meterai Allah. Mereka menyanyikan nyanyian baru di hadapan tahta Allah dan di hadapan para makhluk surgawi. Mereka itu adalah orang-orang yang tidak mencemarkan diri dengan perempuan, murni seperti perawan, yang mengikuti anak domba kemanapun ia pergi, ditebus sebagai korban sulung bagi Allah dan Anak Domba, dan tak ada dusta pada mulut mereka. Intinya : mereka tidak bercela.

Bukit Sion, sejak zaman perjanjian lama (dalam Yoel) dipercaya sebagai tempat penyelamatan ketika Mesias datang dan mengumpulkan umatnya. 144000 orang yang berkumpul bersama Anak Domba itu adalah orang-orang yang setia, yang tidak pernah menyembah berhala, singkatnya orang yang tidak pernah berpaling dari imannya kepada Kristus. Kesetiaan mereka ini digambarkan sebagai orang yang tidak mencemarkan diri dengan perempuan, murni seperti perawan

Yohanes melihat seorang malaikat terbang dan menyampaikan kepada dunia untuk takut memuliakan dan menyembah Allah, karena masa penghakiman telah tiba. Malaikat kedua menyusul dan mengumumkan kehancuran Babel, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabul. Malaikat ketiga muncul menyampaikan bahwa orang-orang yang menyembah binatang itu dan menerima tanda pada dahi atau tangan dari binatang itu akan menerima murka Allah, dan akan disiksa dengan api dan belerang.

Kemudian Yohanes melihat Anak Manusia duduk di atas awan putih dengan mahkota emas di kepalanya dan sabit tajam di tangannya. Lalu muncul malaikat pertama yang memerintah anak manusia itu untuk mengayunkan sabitnya. Anak manusia itu mengayunkan sabitnya dan menuai bumi. Muncul pula malaikat lain yang keluar dari bait suci di surga memegang sabit tajam, ia diperintahkan oleh malaikat lain untuk memotong buah pohon anggur di buni karena sudah masak. Malaikat itu mengayunkan sabitnya dan memotong buah anggur dan melemparkan ke kilangan besar, yaitu murka Allah. Dari dalamnya mengalir darah hingga kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.

Penglihatan Yohanes tentang tuaian di bumi menunjuk pada hari penghakiman, dimana seperti musim panen, orang mengumpulkan gandum, memisahkan dari lalang lalu membakar lalang itu. Pada saat penghakiman itu, mereka yang setia dan melakukan pekerjaan yang benar akan mendapat ganjaran, sebaliknya, mereka yang tidak setia akan dihukum oleh murka Allah, hingga mencurahkan darah, bagaikan hasil dari kilangan anggur. Terlihatlah bahwa perjuangan umat Allah dalam mempertahankan iman mereka tidak sia-sia, mereka mendapatkan kemenangan dan dijauhkan dari murka Allah. Kesulitan mereka di dunia ini dihibur dengan kebahagiaan abadi bersama Allah di surga. Sementara orang yang meninggalkan imannya, dan menikmati keamanan dunia ini akan mendapatkan murka Allah.

Seorang malaikat mengumumkan bahwa Babel telah hancur. Babel adalah nama untuk Roma, yang menjalankan penyembahan berhala, pemujaan kaisar. Babel, sejak masa perjanjian lama, adalah gambaran dari bangsa yang bermusuhan dengan Allah. Lalu orang-orang yang menyembah berhala dan kekaisaran akan disiksa. Orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus akan beristirahat dari jerih lelah mereka karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.

TUJUH MALAIKAT DENGAN TUJUH CAWAN (WAHYU 15:5-16:21)

Kemudian Yohanes melihat di langit tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka akhir sebagai akhir dari murka Allah. Salah satu dari makhluk surgawi memberikan tujuh cawan pada tujuh malaikat yang penuh berisi murka Allah bagi para pengikut binatang, dan mereka yang memiliki tanda dari binatang itu, dan menyembah patungnya. Malaikat-malaikat itu menumpahkan isi cawan itu di muka bumi, maka timbullah malapetaka berturut-turut : bisul yang jahat dan berbahaya, air menjadi darah, sungai dan mata-mata air menjadi darah, matahari menghanguskan manusia dengan api, kerajaan binatang itu menjadi gelap, sungai Efrat menjadi kering.

Namun apapun malapetaka yang dijatuhkan, mereka tidak bertobat, malah menghujat nama Allah. Lalu dari mulut para nabi palsu muncul tiga roh najis seperti katak. Roh-roh itu adalah roh setan yang pergi ke seluruh dunia untuk mengumpulkan pengikut mereka di tempat bernama Harmagedon.

Malaikat ketujuh lalu menumpahkan cawannya, dan dari dalam bait suci terdengar suara “Sudah terlaksana”, muncullah kilat, bunyi guruh, gempa bumi yang dahsyat, kota itu terbelah menjadi tiga dan runtuhlah kota yang tidak mengenal Allah, pulau dan gunung lenyap, terjadi hujan es seberat seratus pon dari langit.

Malapetaka yang dijatuhkan oleh tujuh malaikat ini lagi-lagi mirip dengan tulah yang dikirim Allah pada Firaun. Namun kali ini Allah menjatuhkan malapetaka bagi Roma, dan pengikut-pengikutnya. Mereka, sama seperti Firaun tidak mau bertobat, namun malah menghujat Allah. Namun malapetaka ini sebetulnya adalah bukti keadilan Allah, yang memberikan hukuman kepada mereka yang tidak percaya dan tidak setia padaNya. Bagi orang yang setia, tidak perlu takut pada malapetaka ini, mereka akan menerima ganjaran kebahagiaan surgawi.

KEJATUHAN BABEL (WAHYU 17:1-19:10)

Seorang dari ketujuh malaikat menunjukkan kepada Yohanes keputusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya, yang berbuat cabul dengan banyak raja-raja di bumi dan penghuni bumi, yang mabuk oleh anggur percabulan. Yohanes lalu dibawa ke padang gurun, dan ia melihat seorang perempuan yang duduk di atas binatang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, berwarna merah ungu yang penuh dengan tulisan nama-nama hujat. Perempuan itu memakai kain ungu dan kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara. Di tangannya ada suatu cawan emas penuh kekejian dan kenajisan percabulannya. Di dahinya terdapat nama Babel besar, ibu dari pelacur-pelacur dan dari kekejian bumi. Perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan saksi-saksi Yesus.

Malaikat itu menjelaskan pada Yohanes mengenai makna penglihatannya itu. Binatang itu adalah binatang yang akan muncul dari jurang maut dan akan kembali kepadanya dan menuju pada kebinasaan, telah ada namun tidak ada. Ketujuh kepala adalah gunung-gunung yang diduduki perempuan itu. Juga merupakan gambaran dari tujuh raja, lima yang sudah jatuh, satu sudah ada dan datu lagi belum datang. Binatang itu adalah raja kedelapan. Sepuluh tanduk adalah sepuluh raja yang belum memerintah, namun akan menerima kuasa selama satu jam saja bersama-sama binatang itu. Mereka akan berperang melawan Anak Domba, namun akan kalah dari Anak Domba. Air tempat pelacur itu duduk adalah bangsa-bangsa, rakyat banyak, berbagai kaum dan bahasa. Binatang dan kesepuluh tanduk itu akan membenci pelacur itu, memakannya dan membakarnya dengan api, sebab Allah telah menerangi hati mereka untuk melakukan KehendakNya untuk memberikan pemerintahan mereka kepada binatang itu sampai firman Allah digenapi.

Penjelasan malaikat mengenai penglihatan Yohanes tentang pelacur besar itu seluruhnya menunjuk pada ciri-ciri kekaisaran Romawi. Babel, atau Roma, digambarkan sebagai seorang pelacur besar. Ini adalah terminologi perjanjian lama, dimana orang yang tidak setia pada Allah, dengan menyembah berhala digambarkan sebagai pezinah, pelacur. Kekayaan Roma digambarkan pada kemewahan dan keindahan pakaian dari perempuan pelacur itu. Perempuan itu digambarkan mabuk darah, yang artinya terlalu banyak membunuh dan menumpahkan darah dari pengikut Kristus.

Kemudian malaikat lain mewartakan bahwa babel sudah runtuh, telah dihakimi oleh Tuhan . Dalam satu jam saja berlangsung penghakiman atas babel. Para raja yang berbuat cabul dan hidup dalam kelimpahan dengan dia akan menangis, begitu juga para pedagang yang berjual beli dengannya. Dan setiap nakhoda dan pelayar dan anak-anak kapal akan meratap karena kejatuhan Babel. Kota itu akan diikat dengan batu kilangan dan dilemparkan ke laut hingga ia takkan pernah ditemukan lagi. Kejatuhan Babel menimbulkan sukacita di surga dan tealah tibalah hari perkawinan Anak Domba dan pengantinnya telah siap sedia

Penglihatan ini menunjukkan bahwa kekuasaan kerajaan Allah jauh lebih hebat dari Roma, sehingga Tuhan menghancurkan kekaisaran Romawi dengan dahsyat sehingga tidak akan bangkit lagi. Dan memang hingga hari ini, kekaisaran Romawi memang tidak pernah eksis lagi di dunia. Perkawinan Anak Domba berarti bersatunya Kristus dengan jemaatNya di surga. Pesta perkawinan adalah gambaran sukacita yang timbul di surga. Jemaat di surga itu adalah mereka yang telah berbuat hal-hal yang benar.

HUKUMAN ATAS IBLIS DAN PENGHAKIMAN TERAKHIR (WAHYU 19:11-20:15)

Yohanes lalu melihat surga terbuka dan seekor kuda putih yang ditunggangi oleh Yang Setia dan Yang Benar. Ia menghakimi dan berperang dengan adil. Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah, dan namanya ialah Firman Allah. Ada juga pasukan yang mengikutinya, menunggangi kuda putih, memakai lenan halus putih bersih. Dari mulutnya keluar pedang tajam yang akan memukul segala bangsa, ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi. Pada pahanya tertulis, Raja dari segala raja, Tuan di atas segala Tuan. Ia lalu melawan kumpulan dari pasukan dari binatang itu, dan binatang itu tertangkap, begitu juga dengan para nabi palsu. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke lautan api. Naga, si ular tua itu, yang adalah iblis juga tertangkap dan diikat oleh malaikat dan dilemparkan ke jurang maut dan tutupnya dimeteraikan selama seribu tahun. Yohanes pun melihat tahta-tahta yang diduduki oleh orang-orang yang berkuasa menghakimi. Ia pun melihat jiwa-jiwa dari orang yang setia kepada Allah hidup kembali dan memerintah bersama Kristus untuk masa seribu tahun. Orang mati yang lain tidak akan bangkit sebelum berakhir masa seribu tahun. Inilah yang disebut sebagai kebangkitan pertama, dan mereka tak akan mengalami kematian kedua, yaitu kematian kekal.

Penunggang kuda yang dilihat oleh Yohanes adalah Mesias, yang akan menggembalakan dengan gada besi, dan akan memeras anggur dalam kilangan anggur, dan memiliki nama Raja segala Raja dan Tuan dari segala Tuan. Mesias akan menang melawan kekaisaran Romawi itu dan para pasukannya, lalu melemparkannya ke lautan api, sehingga mereka tak akan melakukan penganiayaan kepada pengikut Kristus lagi. Yohanes juga melihat tahta putih yang besar, dan Allah duduk di atasnya, lalu ia juga melihat orang-orang mati. Semua kitab dibuka, dan juga kitab kehidupan. Orang-orang mati itu dihakimi menurut perbuatan mereka yang tertulis dalam kitab kehidupan itu. Laut dan maut juga menyerahkan orang mati yang ada di dalamnya untuk dihakimi berdasarkan perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut dilemparkan ke lautan api yang merupakan kematian kedua. Mereka yang namanya tak tertulis dalam kitab kehidupan akan dilemparkan ke lautan api itu. Setelah iblis ditangkap, jiwa-jiwa orang yang setia pada Yesus akan dibangkitkan lagi dan akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus pada jangka waktu yang lama (1000 tahun). Hanya mereka saja yang bangkit saat itu, sedangkan orang-orang mati lainnya masih harus menunggu masa 1000 tahun itu, dan orang-orang yang tidak percaya pada Kristus akan tinggal di dunia orang mati menunggu pengadilan Allah. Pada Pengadilan Allah yang terjadi pada akhir zaman, Allah akan memberikan ganjaran kehidupan abadi pada mereka yang setia, dan memberikan kematian kedua (kematian kekal) bagi mereka yang tidak percaya. Melalui penghakiman ini, Allah ingin menyeleksi siapa saja yang layak untuk hidup dalam dunia baru yang diciptakanNya, yakni mereka yang namanya tercantum dalam kitab kehidupan, dan yang pada kitab-kitab perbuatannya diisi oleh perbuatan baik.

Setelah seribu tahun, iblis akan dilepaskan dan menyesatkan bangsa-bangsa yaitu Gog dan Magog (pada kitab Yehezkiel dituliskan bahwa Gog di tanah Magog adalah Raja agung negeri Mesekh dan Tubal yang adalah musuh Allah) dan mengumpulkan mereka untuk berperang melawan tentara-tentara para kudus. Namun langit menurunkan api yang menghanguskan mereka, dan mereka dilemparkan ke lautan api belerang.

LANGIT DAN BUMI BARU (WAHYU 21:1-22:5)

Yohanes melihat langit dan bumi yang baru karena langit, bumi dan laut yang pertama sudah tidak ada lagi. Ia juga melihat Yerusalem baru turun dari surga yang berhias seperti pengantin perempuan. Terdengar suara yang menyatakan kemah Allah akan ada di tengah-tengah manusia dan diam bersama mereka. Manusia tidak akan lagi merasakan dukacita. Mereka yang memperoleh semuanya ini adalah mereka yang telah menang. Allah menjadi Allahnya, dan mereka menjadi anak Allah. Tapi orang-orang yang tidak percaya, yang melakukan kejahatan akan mengalami kematian kedua dalam lautan api yang menyala-nyala.

Salah seorang dari malaikat pemegang cawan menunjukkan pengantin perempuan, mempelai Anak Domba pada Yohanes, yaitu Yerusalem baru yang penuh kemuliaan Allah dan cahayanya sama dengan permata yang paling indah. Temboknya besar, tinggi dengan 12 buah pintu gerbang yang diatasnya ada dua belas malaikat dan tertulis nama suku Israel di atasnya. Tembok kota itu memiliki 12 batu dasar yang di atasnya tertulis nama kedua belas rasul. Kota itu berbentuk persegi, dengan panjang, lebar dan tingginya sama yaitu sebesar 12 stadia. Temboknya seukuran 144 hasta, terbuat dari permata. Kota itu sendiri terbuat dari emas tulen bagai kaca murni. Dasar tembok kota itu dihias dengan dua belas jenis permata. Keduabelas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara, dan jalan-jalannya terbuat dari emas murni bagai kaca bening. Tidak ada bait suci di dalamnya sebab Allah yang berkuasa juga Anak Domba itu adalah bait sucinya. Kota itu tak memerlukan matahari atau bulan sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya. Bangsa-bangsa akan berjalan dalam cahayanya, pintu gerbangnya tak akan ditutup pada siang hari, dan malam hari tidak ada malam hari disana. Tidak ada yang najis yang masuk ke dalamnya, yang tinggal disana adalah yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

Lalu Yohanes melihat sungai air kehidupan yang jernih bagai kristal yang mengalir keluar dari tahta Allah dan Anak Domba. Di tengah jalan kota ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, sekali setiap bulan, daunnya dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. Tahta Allah dan Anak Domba ada di dalamnya dan hamba-hambanya beribadat kepadanya. Mereka akan melihat wajahnya dan namaNya tertulis di dahi mereka . Malam tak ada lagi disana karena tuhan allah menerangi mereka dan mereka akan memerintah sebagai raja selama-lamanya.

Langit baru dan bumi yang baru adalah gambaran surga, dimana Allah tinggal bersama manusia, lautan api adalah gambaran neraka. Mengapa tak ada lautan yang baru? Karena pada masa itu lautan dipercaya sebagai tempat berdiamnya kuasa jahat. Kota Yerusalem yang baru digambarkan dengan begitu indah, mulia (begitu banyak perhiasan dari permata, emas dan kristal), aman (pintu gerbang yang tidak pernah ditutup), membahagiakan (tidak ada derita karena tinggal bersama Allah) terang (karena kemuliaan Allah yang menerangi dan Anak Domba adalah lampunya) dan dan tidak ada ketakutan (tidak ada malam hari disana). Inilah tempat yang dituju oleh manusia pada akhirnya. Meskipun harus menderita di dunia, namun kota yang indah itu akan memberi kita motivasi untuk terus bertahan dalam iman dan setia pada Allah. Allah telah menyediakan tempat yang indah itu untuk kita asalkan kita tetap taat dan setia dalam penderitaan dan meletakannya dalam iman akan Allah. Penderitaan yang kita alami ini tak ada artinya dengan kebahagiaan yang akan kita dapatkan bersama Allah

Air kehidupan dan pohon kehidupan adalah gambaran keabadian, umur panjang, yang menunjukkan kehidupan bersama Allah selamanya dalam kota Yerusalem surgawi. Kehidupan yang abadi itu diumpamakan dengan kehidupan sebagai raja yang hidupnya berkecukupan dan dihormati) Penderitaan yang dialami dunia bersifat sementara, sedangkan kebahagiaan bersama Allah bersifat abadi.

PENUTUP (WAHYU 22:6-21)

Malaikat Allah berbicara kepada Yohanes bahwa semua yang dilihat dan didengar Oleh Yohanes adalah benar, dan Allah telah mengutus malaikatNya untuk menunjukkan kepada hamba-hambanya mengenai apa yang harus segera terjadi. Yesus pun mengatakan bahwa Ia akan segera datang, sehingga berbahagialah orang yang menuruti perkataan dari kitab ini.

Kitab ini tidak boleh dimeteraikan agar semua orang bisa membaca isinya dan agar yang benar terus berbuat benar dan yang kudus terus menguduskan dirinya. Kedatangan Yesus akan membalaskan setiap orang menurut perbuatannya. Yang membasuh jubahnya dalam arti tetap setia akan memperoleh hak atas pohon kehidupan dan masuk ke dalam kota Yerusalem yang baru. Tapi yang tidak setia tidak boleh masuk ke dalamnya.

Pada bagian penutup, Yohanes menyampaikan peringatan pada para pembaca untuk tidak menambahkan atau mengurangi perkataan dari kitab ini agar tidak mendapat malapetaka dan agar pohon kehidupan tidak diambil dari padanya. Yesus kemudian menyatakan bahwa Ia akan segera datang. Ia akan menepati janjinya. Kita yang menantikan kedatangannya harus berjaga-jaga, untuk tetap setia hingga hari kedatanganNya. Dan pada akhirnya boleh masuk dalam Yerusalem abadi.

Referensi :

Marsunu, Y. M. Seto, 2013. Membuka Materai Kitab Wahyu. Yogyakarta : Kanisius.

Suharyo, Ignatius, 1993. Kitab Wahyu : Paham dan Maknanya Bagi Hidup Kristiani. Yogyakarta : Kanisius.

See also :

https://celina2609.wordpress.com/2014/04/05/berkenalan-dengan-kitab-wahyu-bagian-pertama/

https://celina2609.wordpress.com/2014/04/05/berkenalan-dengan-kitab-wahyu-bagian-kedua/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s