Serpihan Cerita dari Vietnam : Sehari Keliling Saigon

Ini cerita jadul… hahaha,,, tapi baru sempet nulis… ceritanya mah sibuk… hehehe

Karena kehabisan tiket bus malam dari Saigon ke Siem Reap, akhirnya kami menebalkan muka untuk check in lagi di Vietnam Inn Saigon… Padahal tadi paginya udah check out, udah nitip tas pula… hohoho…

Keesokan paginya, kami berencana untuk keliling kota Saigon dengan upaya sendiri, tapi pas lihat nyontek rute city tour punya agen-agen travel, dan kemudian dilihat jaraknya di peta…. wedeh,,,, kayaknya harus dibatalkan nih….jauh cuyy…. belum lagi kami kan masih keder dengan angkutan kota di sana…. Pas lagi galau dan dilema, eh salah satu staff hostel nongol di kamar, dan kami langsung nanya apakah kami bisa join paket city tour mereka… (padahal kami belum mandi dan gosok gigi….untung si mas itu nggak pingsan….). Saking optimisnya, saya langsung mandi, dan tadaa…begitu saya keluar dari kamar mandi, bokap menyampaikan kabar baik, katanya kami bisa join city tournya mereka… uhuy….senang…senang….

 

Kami membayar 8 US$ per orang, diluar tiket masuk tempat wisata, ditambah dengan janji dapet makan siang…hehehe… kami menunggu dijemput (dan jemputannya nggak ontime….). Ternyata kami dijemput dengan mobil elf,,, jadi ya, duduknya dempel dempelan deh, mana ACnya juga nggak kerasa…. Guide kami bernama Win, seorang wanita tomboy yang sangat bangga sekali dengan negerinya…

Rute pertama kami adalah War Remnants Museum. Museum ini terletak di 28 Vo Van Tan, District 3, Ho Chi Minh City. Jam bukanya 07.30-12.00, lalu tutup istirahat, dan akan buka lagi pk. 13.30-17.00. Harga tiketnya 15000 Dong/ orang. O iya, sebaiknya kalau mau masuk-masuk ke museum atau objek wisata, gunakan mata uang Dong, mereka biasanya ogah terima US$.

Awalnya museum ini bernama Exhibition House for US and Puppet Crimes, meskipun isinya tidak hanya tentang Perang Vietnam vs Amerika doang, tapi juga saat melawan Perancis. Pada tahun 1990, namanya diganti lagi menjadi Exhibition House for Crimes of War and Aggression. Namun seiring perkembangan hubungan diplomatik antara Vietnam dengan Amerika, pada tahun 1995, museum ini resmi berganti nama menjadi War Remnants Museum.

Museum ini dibuka pada tanggal 4 September 1975, dan berisi dokumentasi, foto, dan berbagai koleksi mengenai Perang Vietnam. Ada tujuh bagian tema dalam museum ini, yaitu Historical Truth, Requiem yang berisi foto-foto dokumenter selama Perang Vietnam. Lalu ada pula ruangan yang berisi foto-foto karya fotografer Jepang, Bunyo Ishikawa dan Nakamura Goro. Lalu, bagian yang keempat ada di luar bangunan inti museum, yakni replika penjara (dikenal sebagai tiger cage yang sangat pendek…) pada masa perang, lengkap dengan model tawanan yang mukanya mengerikan. Next ada pula ruangan Agressive War Crimes, yang isinya dokumen kejahatan perang, seperti yang dilakukan oleh Agent Orangenya AS yang menyebarkan bahan kimia napalm dan bom fosforus dengan pesawat, sehingga memusnahkan semua makhluk yang ada di bawahnya. Warga yang selamat baru akan merasakan dampaknya bertahun-tahun kemudian, bahkan mengakibatkan cacat yang diturunkan pada generasi berikutnya. Ada pula display mengenai dukungan dunia pada Vietnam, dan juga area pendidikan anak, yang berisi foto-foto bagaimana anak-anak Vietnam belajar semasa perang. O, iya, di bagian halaman museum juga ada helikopter, tank, dan berbagai macam bom yang berukuran gaban…

Kami lalu mampir ke Yiet Lai Huong Food Co. Ltd, yang menjual kopi khas Vietnam.. Hmm….aromanya wangi,,, cuma karena kami berdua nggak ngopi, jadinya cuma ngeteh teratai doang. Disini jual juga kue biji teratai, saringan kopi, kue teratai, dan segala macam snack khas Vietnam. Alamatnya di 203A, Vo Thi Sau, P.7 District 3, Ho Chi Minh. Pemiliknya seorang ibu yang ramah banget. Beliau excited banget pas tahu kami dari Indonesia, dan beliau langsung meminta kami menuliskan beberapa kata Indonesia di belakang kartu namanya… Ternyata selama ini beliau juga sudah bisa sedikit-sedikit bahasa Melayu dari para pengunjung Malaysia yang bercakap Melayu…

Kunjungan berikutnya adalah ke Kuil Thien Hau. Dewi Thien Hau adalah dewi laut. Ada banyak pahatan yang detail banget di kuil ini. Dan karena kami waktu itu datang menjelang Imlek, kami disuguhi pertunjukan Barongsai deh. Tak jauh dari sini, ada pasar Binh Tay. Disini kami makan kelapa tua dan pisang yang dicelup dalam gula masak. Cuma sebentar saja kami dikasih waktu disini. Malah kami berdua keasyikan makan, jadinya terlambat untuk kembali ke titik berkumpul. Hehehe… dijutekin deh ama si Win…

Kami lalu beranjak kembali ke area sekitar Pham Ngu Lao untuk makan siang…. dan ternyata jatah 1 US$ untuk makan siang amat sangat tidak cukup… Jadi kami harus nombok deh…. hehehe…

Lalu kami beranjak ke Reunification Palace. Disini cadangan Dong saya udah habis, dan resepsionisnya nggak mau nerima US$, jadi deh harus nuker uang dulu ke counter oleh-oleh. Harga tiket museum ini 30000 Dong. Tempat ini dulunya adalah Istana Presiden Vietnam Selatan yang diresmikan tanggal 31 Oktober 1966. Istana ini memiliki luas 12 hektar, didesain oleh Ngo Viet Thu, dan terdiri dari 4 lantai utama, 2 loteng, lantai dasar dan basement. Sejak tahun 1967, istana ini digunakan sebagai tempat tinggal Presiden Vietnam Selatan, Nguyen Van Thieu hingga tanggal 21 April 1975, dan dinamai Independence Palace. Pada tanggal 30 April 1975, pintu gerbang istana ini dijebol oleh tanknya Vietnam Utara, yang menandai jatuhnya Saigon dan berakhirnya Perang Vietnam. Pada bulan November 1975, konferensi untuk menyatukan kembali Vietnam diadakan di sini. Sehingga namanya diganti menjadi Reunification Palace. Museum ini terletak di 135 Nam Ky Khoi Ngia, District 1, Ho Chi Minh. Websitenya http://www.dinhdoclap.gov.vn.

Kunjungan selanjutnya adalah ke tempat kerajinan kayu khas Vietnam, yang saya juga lupa apa namanya. Kulit kayu digambari dengan ornamen-ornamen yang terbuat dari kulit kerang. Cantik banget… kayak ornamen-ornamen yang kita lihat di pintu Grand Palace, Bangkok. Tapi harganya wow…. O iya, saat kami keluar dari Reunification Palace, mobil elf sudah berganti jadi bus… Mungkin untuk mengakomodasi turis yang mau belanja kerajinan kayu kali yaa….

Destinasi kami yang terakhir adalah Notre Dame Cathedral dan Central Post Office. Letak kedua gedung ini berseberangan. Sayangnya kami hanya diberi waktu sedikit, karena kami sudah molor dari jadwal…

Notre Dame Cathedral adalah gereja Katolik yang lokasinya terletak di 1 Cong Xa Paris Street, District 1. Gereja ini dibangun oleh Perancis pada tahun 1863-1880, yang di  bagian depannya ada patung Bunda Maria yang konon katanya pernah menangis. O iya, kalau mau ikut misa Bahasa Inggris juga bisa lho, setiap hari Minggu pk. 09.30. Kedua menara loncengnya menjulang hingga 58 meter, dan ada enam lonceng dengan enam nada yang berbeda, yakni do, re, mi, sol, la, si. Hehehe, saya baru tahu kalau lonceng gereja punya not. Di menara sebelah kanan ada empat lonceng, yang berbunyi, sol, do, re, dan mi. Sisanya diletakkan di menara sebelah kiri…

Di seberang Katedral berdirilah Kantor Pos yang dibangun pula oleh Perancis pada tahun 1886-1891. Tahu gak siapa perancang bangunan ini? Gustav Eiffel lho, yang merancang Menara Eiffel. Sampai sekarang gedung ini masih berfungsi sebagai kantor pos.. Bahkan saat kami kesana, kantor pos ini masih sibuk dan ramai melayani pengunjung. Bangunannya megaah banget… Sekilas mirip dengan Stasiun Beos, dengan atapnya yang melengkung…

Setelah pulang ke Indonesia, saya baru ngeh, bahwa ternyata jarak di peta nggak sejauh yang dibayangkan. Ada yang berhasil jalan kaki mengelilingi semua objek-objek itu… Duh, jadi pengen nyobain deh….

O iya, setelah selesai city tour, kami masih jalan menyusuri Saigon River dan menemukan jalan Ton Dhuc Tang, bahkan menemukan pelabuhan kapal hidrofoil ke Vung Tau… Pinggiran sungainya rapi dan asri,,, plus disediakan tempat duduk untuk bengong… mantab dah,,, Kami menghabiskan senja di dekat pelabuhan sambil melihat kesibukan restoran terapung… hehehe…sayang kami nggak punya waktu untuk ke Vung Tau, padahal disini katanya ada patung Yesus yang gede banget,,,,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s