Kicauan Seorang Jomblowati : Tak Bisa Beranjak…

Sudah seminggu tak ada jawaban dari pertanyaanku di whatsapp. Memang sih, aku bertanya hal bodoh, dan tanpa perlu kamu jawab, seluruh dunia pun sudah tahu jawabannya… Tapi apakah kamu tahu, percakapan singkat kita di whatsapp amat berarti buatku?

Andai saja kamu tahu… Aku selalu berharap bahwa suatu hari nanti, kamulah yang akan lebih sering menyapaku lebih dulu… Aku tahu kamu begitu sibuk. Tapi mereka bilang, jika aku berharga di matamu, maka kamu tak akan pernah menjadi terlalu sibuk untuk sekedar menyapaku. Dunia sudah maju, teknologi sudah melangkah pesat, media sosial begitu banyak. Tapi aku bisa menghitung dengan jari-jari di tanganku, berapa kali kamu menghubungiku duluan.

Karena dulu kamu tak seperti ini. Kamu begitu sering mengejutkanku dengan pesan singkat yang manis, yang bisa membuatku tersenyum sepanjang hari. Yang membuatku merasa berharga. Yang membuatku merasa memiliki seseorang yang bisa aku andalkan.

Tapi itu dulu. Sekarang semua berbeda..

Dan akhirnya aku mencapai kesimpulan itu. Aku tak memiliki arti di matamu. Kita hanya sepasang sahabat yang kini memudar menjadi teman biasa. 

Dan aku sampai pada keputusan. Aku harus berhenti mengharapkanmu.

Untuk apa aku menunggumu, jika ternyata kamu tak ingin aku tunggu. Untuk apa mengharapkanmu jika hanya membuatku sakit hati saja. Untuk apa memikirkanmu, karena aku tak pernah ada di benakmu. Untuk apa merindukanmu, jika kau tak pernah mengingatku.

Aku putuskan untuk menutup semua kisah tentang kita, dan membuka harapan serta mimpi yang  baru.

Aku mulai belajar melupakanmu. Aku mulai mencari sosok yang bisa aku limpahi cintaku yang meluap-luap. Teman legioner yang baru sekali ketemu, atau teman kelas KKS yang juga baru pertama bertemu, atau teman facebook yang sama sekali belum pernah bertemu, atau gebetanku sejak 14 tahun yang lalu. Aku ingin menata lagi hati dan hariku. Berusaha tersenyum dalam harapan yang baru. Dan untuk sementara aku merasa terbebas darimu. Aku bisa tertawa, bisa tersenyum, bisa merasakan hatiku dipenuhi kebahagiaan.

Namun itu tak berlangsung lama. Petang ini di news feed facebook, aku lihat fotomu bersama seorang wanita. Tanpa aku sadari radar curigaku langsung menyala, rasa panik tiba-tiba muncul, dan rasa cemburu begitu menyeruak dalam dada. Siapa wanita itu? Apakah dia gadis yang telah kau pilih untuk menjadi pendamping hidupmu? 

Dadaku berdebar saat aku membuka profil gadis yang men-tag foto bersamamu itu. Dan akhirnya aku tahu, itu adikmu…

Aku tertawa lega, tak perlulah aku cemburu pada gadis itu.

Tapi, sejak momen itu, aku malah tersadarkan, ternyata hatiku masih terpaut padamu. Aku belum betul-betul berhenti menaruh harapan padamu. Aku masih merasa takut kamu memilih gadis lain, aku masih merasa panik dan cemburu…

Momen itu membuatku mello lagi.. Lagu kenangan kita yang tadinya sudah tak menggetarkan hati, kini bisa membuatku tercenung sejenak di tengah pekerjaan. Aku mulai membuka lagi foto-fotomu yang tadinya telah aku letakkan di sudut yang terjauh dari jangkauan. 

Aku mulai tergoda untuk menyapamu, namun haruskah aku mengingkari janji yang telah kubuat pada diriku sendiri? Apakah kali ini aku akan gagal move on lagi?

Aku sudah berhasil melakukan proyek diet tak masuk akal, aku sanggup menerima tanggung jawab yang berat, aku bisa percaya diri untuk berbicara di depan forum besar. Tapi hingga saat ini, ada satu hal yang belum sanggup aku lakukan : aku tak bisa beranjak dari penantian panjang ini,,,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s