Dia…

Dengan tenang ia melangkah menyusuri lorong itu..

Dalam balutan jubah coklatnya, ia menatap lurus ke depan..

Ia berjalan begitu tenang, langkahnya amat teratur, seolah tak dapat tergoyahkan..

Bahkan dari balik tembok tebal ini, aku bisa merasakan ketenangan itu..

Sosok itu, sosok seorang kakak sekaligus seorang ayah..

Tenang, namun tegas..

Ketenangan yang pada awalnya menciptakan keseganan.

Namun juga menimbulkan rasa kagum..

Aku sengaja menunggunya melintas lagi,

Hanya untuk merasakan ketenangannya itu.

Bahkan aku ingin memintanya untuk membagi ketenangannya itu..

Kumohon,,, tetaplah setia…

Jangan tanggalkan jubah coklat itu…

Semoga aku selalu bisa mengagumimu dalam jubah coklat itu…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s