Kicauan Seorang Jomblowati : Sebuah Catatan di Hari Ulang Tahun

Ia menyapaku sekilas, namun ia segera meneruskan langkahnya..

Terlalu singkat, hingga aku tak sempat menatap wajahnya…

——

Aku membuka mataku pagi ini, dan bayangan wajahnya memenuhi benakku.

Aku ingat, hari ini adalah hari ulang tahunnya.

Kutulis pesan ucapan ulang tahun untuknya, namun kuhapus lagi, kutulis ulang, dan kuhapus lagi..

Hingga akhirnya setelah aku puas dengan rangkaian kata-kata indah yang kususun, barulah pesan itu kukirimkan padanya..

Ia menjawab dengan singkat.

Terlalu singkat, hingga aku dibuatnya merasa nelangsa..

——

Sebuah tanya mendadak muncul di kepalaku.

Apakah ia sadar bahwa aku memiliki perasaan yang lain padanya?

Apakah ia menghindariku dengan sengaja?

Apakah aku terlalu mudah dibaca sehingga perasaan itu tak bisa aku tutupi di hadapannya?

Ah, rasanya selama ini aku bersikap biasa saja..

Rasanya aku juga menatapnya dengan tatapan yang biasa saja.

Dan sepertinya kalimat-kalimat yang terlontar dari mulutku juga hanya yang biasa saja.

——

Atau…

Apakah karena aku pernah duduk di sebelahnya?

Apakah karena aku pernah bertanya tentang dirinya?

Apakah karena pesan-pesan yang pernah kukirimkan padanya?

——

Atau…

Mungkinkah ia mampu melihat yang tak terlihat?

Mungkinkah ia memandang jauh ke dalam lubuk hatiku?

Menyadari ada perubahan pada nada bicaraku?

Melihat ada kilauan berbeda dalam sorot mataku?

Menyadari ada perhatian yang lebih dari yang biasanya?

——

Ia tak perlu tahu bahwa aku telah mengaguminya sejak dulu, jauh sebelum hari ini, jauh sebelum ia sadar akan keberadaanku..

Sejak pertama kali melihatnya, ada rasa yang berbeda di hatiku..

Ia begitu terlihat, dan aku enggan memalingkan wajahku darinya..

Sosoknya begitu tergambar jelas di pikiranku, sehingga dimanapun juga, aku selalu dapat mengenalinya..

Tak ada keramaian yang mampu menyembunyikan dia dari mataku..

Bahkan tembok tebalpun tak bisa menutupi pesona dirinya dariku..

——

Aku selalu tersenyum, meskipun hanya melihatnya dari kejauhan..

Tapi saat ia mendekat, aku menahan senyum itu..

Agar jangan sampai ia membaca apa yang kusembunyikan dalam senyumku..

Aku ingin berbincang tentang banyak hal bersamanya..

Tapi saat kesempatan itu datang, bibirku terkunci..

Aku kehabisan kata-kata..

Aku takut kata yang terucap hanya membuatnya tak berkenan..

Aku ingin tahu segala hal tentangnya..

Tapi kemana aku harus bertanya dan mencari tahu..

Karena aku tak bisa bertanya langsung pada dirinya..

——

Aku berupaya bersikap sewajar mungkin..

Berpura-pura tak peduli, meski sebetulnya aku amat peduli..

Memakai topeng agar ekspresi wajahku tetap datar-datar saja..

Berharap ia tak akan pernah tahu apa yang berkecamuk dalam benakku.

Aku tertawa sewajarnya, bersikap seadanya, bicara secukupnya, menahan setiap gejolak, mengatur raut wajah, dan berusaha untuk menjadi bukan diriku sendiri..

——

Mendengarkan suaranya yang terekam dalam playlistku..

Berkali-kali tersenyum dan tertawa mendengar kelakarnya..

Suaranya begitu dekat, namun dirinya begitu jauh..

Terlalu jauh, hingga aku tak mungkin dapat meraihnya..

——

Aku tahu, aku hanya singgah sejenak di hidupnya..

Kebetulan saja saat ini jalan hidupku dan jalan hidupnya sedang saling bersinggungan..

Hanya dengan menyembunyikan rasa ini, maka semuanya akan baik-baik saja..

Hanya dengan menutupi semuanya, aku akan bisa tetap ada di sekelilingnya…

Hatinya bukan tempat persinggahan hatiku, dan hatinya bukan rumah tempatku pulang..

Aku hanya bisa memeluknya dengan doa, dan hanya bisa mengungkapkan kerinduan dengan menyebut namanya…

Ketika saatnya tiba, dan jalan hidup kita kembali berjauhan, aku akan melepasnya sebagai seorang teman biasa, dan aku berjanji akan bahagia, asal ia pun bahagia…

Biarkan semua jalan yang pernah terlewati menjadi pengingat kembali untukku..

Sehingga dalam setiap langkahku, aku tak akan pernah melupakannya…

#haduh,,, yang ultah siapa, yang galau siapa…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s