Doa Untuk Seorang Kakak….

Kue ulang tahun itu tersaji di hadapannya…
Dengan lima buah lilin menyala, yang tak menunjukkan berapa usianya yang sesungguhnya…
Kami nyanyikan lagu selamat ulang tahun, dan lalu memintanya untuk menyampaikan permohonan..
Ia mengucapkan doanya dengan lantang : ia ingin bisa menyelesaikan tahun orientasi pastoralnya dengan lancar, dan bisa segera ditahbiskan menjadi imam.
Satu suara, kami menjawab AMIN…

Usianya tak lagi muda,
Teman-temannya mungkin sudah mendapat banyak gelar dari berbagai institusi, menjadi suami dari seorang istri yang cantik, ayah dari beberapa orang anak, menjadi pimpinan dari beberapa perusahaan, menjadi atasan dari ribuan karyawan, menjadi jutawan, bahkan milyarder, atau berkeliling dunia..
Mereka sukses dengan pencapaiannya masing-masing..

Sementara dirinya tetap sendirian. Ia masih harus menempuh beberapa tahun lagi untuk bisa mencapai cita-citanya menjadi seorang imam.
Masih banyak tahapan yang harus dilaluinya dengan perjuangan..
Studi teologi, kaul kekal, masa pastoral, diakonat, dan akhirnya menjadi imam..
Bukan tahapan yang mudah, apalagi singkat..
Akan ada banyak beban dan tuntutan yang akan ditanggungkan di atas bahunya..

Sosok di hadapan kami ini,
Mengajarkan kami tentang banyak hal..
Tak ada kata terlambat, atau terlalu tua untuk memulai sesuatu..
Bahwa kesuksesan tidak dinilai dari berapa banyak gelar atau harta yang kaumiliki, dan bukan dari berapa banyak anak yang kaubesarkan..

Tapi sukses juga berarti berani meninggalkan semua kenikmatan dunia, berani untuk melawan arus, berani untuk melepaskan segala keterikatan dengan dunia, dan berani untuk melangkah sendirian menanggapi panggilan Tuhan…
Sukses berarti membuat orang lain lega dan berbahagia, menyediakan waktu, telinga, mata, tangan, kaki, dan hati untuk melakukan kasih yang nyata bagi banyak orang…
Dan sukses berarti berani meninggalkan kisah manis di masa lalu, belajar dari kegagalan, untuk kemudian melangkah maju menggapai sesuatu yang abadi…

Rambutnya sudah mulai memutih,
Kacamatanya pun sudah menebal,
Sungguh, ia memang tak lagi muda..
Bahkan, ia yang paling tua dari rekan-rekan seangkatannya..
Tapi ia begitu mengagumkan dan menjadi inspirasi bagi kami…

Selamat ulang tahun, Kakak…
Semoga kau bisa meraih cita-citamu..
Menjadi imam yang tak hanya baik, tapi juga benar..
Dan mampu melalui setiap hari-hari bersama Sang Guru..

Kami mengantarmu dalam doa…
Setiap kali kau lelah dan jenuh,
Pandanglah ke belakang,
Ingatlah hari ini,
Ingatlah lima batang lilin yang menyala ini,
Ingatlah senyum kami,
Dan ingatlah kata AMIN yang kami ucapkan serempak penuh semangat dalam iman…
image


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s