Sehangat Mentari Pagi…

Ia menyapaku hangat… Sehangat mentari pagi…

Ia tersenyum cerah… Secerah mentari pagi…

Meskipun langit mendung pagi itu, dan gerimis mulai turun,

namun kehadirannya membuat mentari di hatiku terbit mengalahkan mendung…

Aku masih mengingat ketika aku pertama kali bertemu dengannya..

Hanya sekilas namun berkesan..

Sejak pertama hingga hari ini, ia selalu mengagumkan…

Aku selalu menantikan kehadirannya, seperti menantikan kehadiran mentari pagi…

Tak terjangkau dan tak dapat diraih… Seperti mentari pagi…

Suatu saat ia akan pergi… Seperti mentari yang akan pulang ke peraduan dan digantikan rembulan..

Namun tak seperti mentari yang pasti akan hadir esok hari… Mungkin selamanya ia tak akan pernah hadir lagi di hidupku..

Ketika kata perpisahan harus terucap.. Akankah aku masih bisa merasakan hangatnya mentari pagi?

Tetaplah sehangat mentari pagi… Hingga tak ada lagi jiwa yang menggigil kedinginan…

Tetaplah membawa harapan bagaikan mentari pagi… Hingga tak ada lagi yang tersesat di pelukan malam..

Tetaplah secerah mentari pagi.. Yang selalu berhasil menghalaukan mendung di hati…

Tetaplah membawa semangat bagaikan mentari pagi yang bersinar cerah… Yang tak pernah terkalahkan oleh awan gelap dan hujan badai…

Kau bagaikan mentari pagi, yang membawa kehangatan, keceriaan, dan semangat baru.

Bagiku… dan juga bagi mereka…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s