Kumohon… Jangan Pergi Lagi…

“Selamat pagi Adekku yang baik… Salam sejahtera… Apa kabar?”

Pesan itu masuk di facebook messengerku tepat satu jam sebelum quality meeting yang selalu bikin ilfeel…

Pengirimnya adalah seorang sahabat di masa lalu.. Seseorang yang pernah menghilang bagai ditelan bumi selama sekian tahun… Lalu setahun yang lalu ia muncul sejenak, hanya untuk menghilang lagi untuk kedua kalinya…

“Halo, Kak… Puji Tuhan kabarku baik… Kakak apa kabar juga?”

Itu jawabanku…

Dan ia menjawab dengan rentetan kabar baik… Ia sedang mengerjakan tesisnya untuk diujikan bulan Juni 2015 nanti, lalu setelahnya ia akan kembali ke keuskupannya untuk menanti tugas baru, dan bulan Agustus tahun depan ia akan menerima tahbisan diakon…

Aku terpaku karena kabar ini begitu membuatku bahagia… Bahkan aku mulai merasakan mataku berkaca-kaca.. Dan aku akhirnya sadar bahwa kebahagiaan juga bisa membuat aku meneteskan air mata..

Dulu aku sempat berpikir, ia telah meninggalkan jalan ini dan tak mungkin kembali.. Tapi entah bagaimana caranya, Tuhan menuntunnya kembali ke jalan ini. Dan kini, ia sudah begitu dekat dengan apa yang ia cita-citakan sejak dulu…

“Kak… senang sekali mendengar berita ini… semoga semuanya berjalan lancar ya, Kak… nanti kabar-kabari ya… supaya aku bisa cari tiket kesana…”

Dan ia menjawab, “kakak kabari  pasti Dek… kakak janji…”

Ingin sekali aku menjawab, “Apakah aku bisa memegang janji kakak? Tahun lalu kakak muncul tiba-tiba, dan menghilang dengan tiba-tiba pula… Pesanku tiba-tiba tak pernah kakak balas. Apakah sekarang aku masih bisa percaya kakak?”

Tapi jawaban itu tak sampai hati aku tuliskan… Karena aku terlalu bahagia bisa menemukan lagi dan berbincang dengan si kakak yang satu ini…

Kami bercakap tentang Sinabung, tentang hujan, tentang mendung, tentang tugasnya di sebuah paroki yang dijadikan penampungan bagi pengungsi Sinabung.. Dan akhirnya ia pamit pergi dari layar messenger itu, dengan sebuah kalimat penutup, “Ya Dek… Kita saling mendoakan ya…”

Aku melirik jam di handphoneku. Masih ada tiga puluh menit sebelum meeting dimulai. Masih ada waktu untuk termenung sebentar mengenang persahabatan kami…

Tiga belas tahun yang lalu kami saling berkenalan. Aku sudah lupa bagaimana kami bisa saling mengenal. Aku tak ingat momen apa yang mempertemukan kami. Tapi kami kemudian menjadi dekat, karena ia begitu dewasa bagaikan seorang kakak bagiku.

Percakapan di lorong seminari… Perjumpaan pada acara-acara Legio… Obrolan di depan gereja… Canda.. Tawa… Cela.. Panggilan aneh kita… Semua itu aku coba ingat kembali… Ternyata banyak hal yang sudah terlupakan.. Dan banyak pula yang sudah terkubur dalam dasar ingatanku yang paling bawah… Itu karena ia pernah menghilang dari hidupku…

Namun aku tak lupa isi suratnya di penghujung tahun 2002, tentang ia dan sepedanya yang jatuh di tengah persimpangan jalan, tentang undangan penjubahan di awal tahun 2003. Dan aku tak akan lupa sms terakhirnya pada hari ulang tahunku yang ke-20.

Aku juga tak lupa bahwa aku dulu memanggilnya PakDe… Bukan karena ia sudah tua, tapi panggilan itu memang singkatan namanya… Ia juga suka memelesetkan namaku supaya namaku menjadi kembaran dengan nama sahabatnya..

Lalu ketika ia masuk seminari tinggi, panggilan PakDe itu berganti menjadi Frater… Aku begitu bangga melihatnya memakai jubah putih itu.. Dan aku senang melafalkan kata “Ter…” saat menyapanya…

Kini, ia hadir lagi dan menyebut dirinya sebagai Kakak… Dan ia memanggilku sebagai Adek… Sungguh… Ialah orang pertama yang memanggilku Adek… Dan entah mengapa, panggilan baru ini begitu menyentuh hati dan perasaanku…

Kak, aku mohon jangan pergi menghilang lagi… Sudah terlalu lama aku kehilangan kakak… Jangan pergi lagi dari hidupku,,  Kumohon, tepati janji kakak untuk terus mengirim kabar untukku..

Kak, adek masih menunggu kakak di kota hujan ini… Adek rindu dengan persahabatan kita dulu…

*Tiba-tiba quality meeting kali ini tidak menyebalkan seperti biasanya.. Terima kasih, Kakak…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s