Kenangan Pohon Durian…

Kembali ke rumah itu, meski tanpamu..
Penghuninya menyambut kami seperti ia menyambut kita dulu…
Ia mengajak kami untuk bercakap di beranda belakang rumahnya. Tempat favorit kamu, dan akhirnya menjadi tempat favorit kita..
Pohon durian di halaman belakangnya sudah mulai berbunga, dan bunganya berjatuhan, menambah semarak rerumputan yang berwarna hijau..

Mendadak aku teringat kamu, ketika aku memandang kursi yang pernah kaududuki.
Aku teringat canda tawa kita, ketika aku memandang bunga durian yang berguguran.
Aku teringat secangkir kopi yang membuat kita meringis, ketika aku meneguk segelas teh manis hangat petang ini.
Mungkin beliau tahu, kita sama-sama punya maag kronis, sehingga beliau tak pernah lagi menyajikan kopi untuk kita…
Aku teringat kala kita bertukar senyum, ketika tak sengaja pandangan kita bertemu..
Dan ketika rintik hujan mulai terdengar, aku merasakan ada yang mendesak dadaku..
Aku teringat kamu, dan aku membayangkan betapa hidupku tak akan sama lagi saat nanti kamu pergi..
Aku sadar kunjungan ke rumah ini akan selalu menghadirkan kenangan tentang kamu..
Dan aku merasa takut…
Takut kehilanganmu, dan takut kamu melupakanku…

Masih ada beberapa bulan lagi sebelum kamu pergi, dan aku akan memanfaatkan setiap detik yang aku miliki bersamamu, untuk membuat lebih banyak kenangan-kenangan..
Untuk menyimpan lebih banyak cerita indah..
Dan untuk menjalin persahabatan yang lebih dekat denganmu…

*Ini hanyalah cerita tentang satu pohon durian yang tak punya pasangan, dan tentang seorang penggemar durian yang menantikan pohon itu berbuah…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s