Selamat Jalan, Kakak Gantengku….

Kita berbagi nama yang sama.. Namun sepanjang hidup ini kita seolah ada dalam dunia yang berbeda..

Dalam windu pertama usiaku, aku tak pernah mengenalmu, aku bahkan tak pernah tahu kamu ada.. Mungkin kita pernah berjumpa ketika batas kesadaran kita belum bisa menyimpan ingatan dan kenangan..

Lalu, kita berjumpa ketika sang pemilik  nama kita berulang tahun.. Ya, itulah pertama kalinya kita berjumpa dalam kesadaran… Aku tahu bahwa kamu ada.. Kamu kakakku…

Satu dasawarsa berlalu sejak hari itu, dan kita berjumpa lagi ketika kita sama-sama beranjak dewasa.
Kita berkenalan.. Ya, kita berkenalan, seperti seorang teman yang baru bertemu.. Padahal kita satu keluarga.. Kita berbagi nama yang sama… Hari itulah aku sadar, aku punya dirimu, kakak gantengku…
Kamu dan adik-adikmu memang terasa begitu jauh.. Mungkin juga karena kami yang tak pernah berupaya mendekat…

Satu windu lagi berlalu tanpa kita pernah bersua..
Kita berjumpa lagi, dan semuanya telah berubah..
Kamu sudah menikah, dan menjadi ayah dari satu orang putri.. Setelah menikah, ternyata kamu tinggal di kota yang sama denganku.. Tapi aku tak pernah tahu.. Bahkan aku tak tahu bahwa kamu sudah menikah…
Meski kita tinggal di kota yang sama, namun tak menjadikan kita dekat.. Kita tak pernah saling mengunjungi… Maafkan aku yang terlalu sibuk dengan hidupku sendiri…

Aku tak pernah tahu, betapa berat perjuanganmu dalam satu windu yang telah terlewati.. Kamu menjadi kepala keluarga setelah kepergian ayah dan ibumu.. Kamu berkorban amat banyak untuk kehidupan adik-adikmu.. Kamu rela melepas impian dan cita-citamu demi masa depan adik-adikmu.. Dan semua pengorbananmu berbuah manis.. Kami bangga padamu..

Setelah perjumpaan terakhir kita tahun lalu, barulah kita saling berkomunikasi di dunia maya.. Itupun tak sering… Maafkan aku yang sering merasa cukup dengan percakapan singkat kita… Padahal kamu saudaraku, kakak gantengku…

Kak, ketika akhirnya kamu harus pergi, aku tak ada di sampingmu.. Aku tak mendampingimu dalam saat-saat tersulit dalam hidupmu.. Aku hanya bisa menangis di kejauhan ketika kamu meninggalkan kami semua… Aku bahkan tak bisa memandangmu lagi untuk yang terakhir kalinya…

Meskipun kita berbagi nama yang sama, namun hidup ini hanya memberikan kita kesempatan berjumpa beberapa kali saja..

Terlalu cepat kau pergi.. Terlalu singkat kebersamaan kita.. Hidupmu memang singkat, namun kau membuat yang singkat itu menjadi bermakna dan menginspirasi..

Selamat jalan, Kak Andres, kakak gantengku… Maafkan aku yang begitu dekat namun begitu jauh… Kamu pasti bahagia disana… Peluklah kami dari surga, dan tunggulah kami disana…

Sampai jumpa lagi, kak… Disana kita tak akan berpisah lagi…

Untuk kakak gantengku… Andres Cahyadi Sudiarta…
RIP 18 Desember 2014


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s