Pria Suci….

Sahabatku… Pria suci itu…
Seminggu sudah kita tak berjumpa… Apa kabarmu? Dimana dirimu saat ini? Apakah kau sudah dalam perjalanan pulang ke kota ini? Mungkin kata “pulang” kurang tepat untukmu… Kota ini memang bukan rumahmu… Kota ini hanya persinggahan sementara.. Sebuah langkah kecil, sebelum kau melakukan lompatan besar..

Tiga hari telah berlalu, sejak aku memutuskan untuk mundur sejenak dari rutinitasku.. Aku pergi mengasingkan diri, dan berharap bisa melupakanmu.. Namun sejauh apapun kakiku melangkah, kemanapun aku pergi, apapun yang aku kerjakan, semuanya tetap mengingatkan aku padamu.. Pada sosok pria suci itu…

Setiap madah yang kunyanyikan, setiap kidung yang kudaraskan, setiap lantunan nada dari suara para malaikat, setiap doa yang kupanjatkan, semua membawa pikiran dan kesadaranku padamu.. Aku membayangkan, pria suci itu sedang menyanyikan madah, mendaraskan kidung, melantunkan nada, dan memanjatkan doa yang sama, pada saat yang sama, meskipun di tempat yang berbeda…

Aku tahu, sejak awal aku tak boleh mengharapkan dirimu, tak bisa menyentuh hatimu.. Bahkan memikirkanmu saja semestinya sudah terlarang bagiku…
Tapi hatiku tak bisa kuperintahkan untuk berhenti memperhatikanmu… Telinga ini selalu ingin mendengar kisah dan kata-katamu.. Mataku tetap terpukau ketika melihatmu.. Bibirku ingin mengisahkan segala kebaikan hatimu… Kaki ini selalu ingin melangkah mendekat padamu.. Dan tangan ini selalu ingin memegang sepasang tangan itu…

Maafkan aku… Aku sadar aku tak boleh… Aku sadar aku tak layak… Aku sadar kamu diciptakanNya hanya untukNya… Cintamu hanya untuk mencintaiNya… Hatimu hanya dipersembahkan untukNya.. Bibirmu hanya untuk memujiNya.. Pikiranmu hanya untuk memikirkanNya… Dan seluruh tubuhmu hanya untuk memuliakanNya…

Dan aku… cukuplah aku bersyukur untuk persahabatan ini… Aku bersyukur bisa bertemu denganmu.. Aku bersyukur kau pernah singgah dalam hidupku meski teramat singkat.. Aku tak ingin dan tak berharap kau kembali menjadi seorang pria biasa…

Pria suci… Tetaplah setia.. Tetaplah bahagia.. Tetaplah menjadi pecintaNya.. Tetaplah berjuang demi Dia… Tetaplah menjadi pria suci…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s