The Miracle of A Simple Kindness…

Aku mengenal sebagian dari mereka…
Sebagian dari mereka mengenal aku…
Mereka menyapa, melambaikan tangan, tersenyum padaku..
Ada pula yang hanya berlalu seolah tak pernah mengenalku..
Tapi tak ada satupun yang mendekatiku, tak ada satupun yang mau duduk di sampingku, tak ada satupun yang mau mengajakku bicara..
Aku bagai tersesat di suatu tempat yang asing, padahal tempat ini bukan tempat yang asing…
Aku bagai terasing di antara orang asing, padahal mereka tak seluruhnya asing..
Aku bagai terdampar, kesepian dan seorang diri, padahal aku ada di tengah keramaian..
Aku merasa kedinginan, seolah aku tengah berada di bawah sapuan hujan, dan bukan berada di tengah ruangan penuh manusia..
Andai aku bisa, aku ingin menghilangkan diriku, dan beranjak pergi dari sini…
Tapi aku tak bisa.. karena aku telah berjanji… aku takkan ingkar…

Kemudian kurasakan sebuah tepukan di bahuku… ringan…
Tangan itu tak segera meninggalkan bahuku.. tangan itu memberikan sentuhan lembut pada sepasang pundakku yang tegang…

Pemilik tangan itu memanggil namaku dengan hangat… nada suaranya bagai memberi tanda, bahwa ia merasakan kesendirianku.. seolah berkata bahwa ia ingin melakukan sesuatu bagiku…

Kupandang dirinya dalam ketakjuban…
Aku tak pernah membayangkan, apalagi mengharapkan, ia akan hadir bersamaku dalam momen seperti ini..
Ia terlalu sibuk dengan banyak orang di sekitarnya.. Ia berbincang dengan mereka… Ia tertawa bersama mereka…
Ia terlalu mempesona, hingga setiap orang ingin ada di dekatnya, dan berbagi waktu dengannya..
Ia adalah orang terakhir yang bisa kuharapkan untuk hadir di dekatku, apalagi untuk menyapaku, dan menyentuh bahuku…

Tapi ia disini, di belakang tubuhku, menyentuh bahuku, menyapa namaku hangat, menanyakan kabarku..
Sesaat aku merasa nyaman, aku merasa tak sendirian, dan aku merasa diterima..
Sesaat aku merasa ingin menghentikan waktu, ingin menahannya disini, dan ingin agar selamanya tangan itu ada di atas bahuku..

Tapi tak akan pernah ada kata selamanya untuk kami.. waktu untuk kami hanya sejenak.. momen ini segera berlalu.. ia harus pergi, dan aku tak bisa mengikuti langkahnya..

Meski tangan itu telah terlepas dari bahuku.. namun aku tak lagi merasa terasing, aku tak lagi kedinginan…
Dan aku tersadar, bahwa aku baru saja mengalami sebuah keajaiban dari kebaikan hati..
Aku baru saja bertatap muka dengan seorang malaikat..
Perhatiannya mampu melepaskanku dari kesunyian…
Tepukan di bahuku mampu mengangkat segala beban dan rasa tak nyamanku..
Sentuhan hangatnya mampu memberiku ketenangan..
Kehangatan hatinya melepaskanku dari keterasingan..
Tatapan ramahnya meyakinkanku bahwa aku memang seharusnya ada di tempat itu…
Senyumannya berhasil membuatku tersenyum lega..
Terima kasih sudah membuatku merasa.. bahwa aku ada…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s