Adek dan Kakak?

Andai saja aku bisa memastikan jejak kejujuran pada setiap rangkaian kata yang kau tuliskan..
Andai saja setiap kalimat yang kubaca bisa memperlihatkan ekspresi wajahmu ketika menuliskannya..
Andai saja aku bisa melihat ketulusan hatimu ketika kau kau kirimkan pesan-pesanmu itu..

Tapi aku tak bisa… Aku tak tahu..

Kamu bilang kamu sangat ingin bertemu denganku,
Kamu bilang kamu sangat ingin aku hadir di dekatmu, pada hari istimewamu..
Kamu bilang kamu mengharapkanku, lebih dari segala hal yang kamu kenal dan kamu sayangi..

Haruskah aku percaya kata-katamu?

Karena kata-katamu terlalu manis buatku..
Karena hatiku telah terlalu sering teracuni dusta..
Karena setelah apa yang pernah terjadi di masa lampau, membuatku mempertanyakan ketulusanmu..

Maaf, mungkin aku terlalu jahat..

Bisakah aku percaya pada setiap kalimat yang kau tuliskan?
Bisakah aku membiarkan hatiku terbang membaca semuanya itu?
Bisakah aku berbahagia atas segala sanjung dan puji itu?

Tunjukkan padaku bahwa hatimu masih seputih dulu..

Kamu pergi, lalu datang lagi, akankah kamu pergi lagi?
Kamu menjauh, lalu begitu dekat, akankah menjauh lagi?
Kamu bagai orang asing, lalu bagai sahabat, akankah kembali menjadi orang asing?

Kumohon, jangan sakiti aku lagi..

#Adek dan Kakak. Selamanya?
Biar Tuhan saja yang tunjukkan…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s