Sebuah Rumah Berjendela Lima : (Masih) Tentang Jendela Kedua..

Aku rindu dengan jendela kedua..
Sudah hampir dua minggu berlalu, sejak aku terakhir berdiri di hadapannya..
Jendela itu memang masih berada di tempatnya, terbingkai manis oleh kayu lapuknya.
Tapi ia tertutup rapat, hingga aku bertanya, “Mengapa?”
Tak ada pendaran cahaya di baliknya, hingga aku bertanya, “Kemana?”

Aku rindu melihat jendela kedua terbuka lebar, disertai berkas cahaya neon sebagai latarnya.
Aku rindu.. Sungguh rindu..
Memandangnya dari balik pepohonan rambat, mencari sudut yang tepat untuk bisa melihatnya dengan jelas..

Aku tiba-tiba merasa ragu..
Waktu takkan berpihak padaku..
Akankah aku mampu melihatnya tertutup selamanya?

Karena ini tak hanya tentang sebuah jendela..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s