Happy Birthday, Kakak..

Untuk Seorang Kakak…

Kakak..
Doa apakah yang kau ucapkan dalam hati,
Ketika kau padamkan lima cahaya lilin itu?
Mengapa tak kau katakan dengan lantang,
Agar kami bisa serentak mengatakan “Amin” ?

Lima batang lilin,
Di atas sebuah kue berwarna kuning.
Senyummu yang cerah,
Bajumu yang basah setelah tersiram hujan,
Aroma lemon yang bercampur aroma tanah basah,
Akan kubingkai semua itu dalam kenangan,
Karena bayangan perpisahan telah semakin mendekat..

Kisah hidupmu begitu unik..
Selalu membuatku tertarik untuk menyimaknya..
Usia kita memang hanya terpaut tiga tahun,
Namun kau begitu kaya pengalaman..
Wajahmu masih begitu muda,
Meskipun sudah ada beberapa helai rambut putih mewarnai kepalamu..

Kau terlahir sebagai si bungsu,
Anak laki-laki tunggal,
Satu-satunya harapan keluarga sebagai penerus marga.
Namun kau memilih jalan yang lain,
Mengesampingkan kehendak keluarga,
Dan membuat pilihan yang tampak begitu sulit : masuk biara.

Kau tinggalkan semua kemewahan,
Semua kenikmatan dan fasilitas,
Semua status, kekayaan, dan kemapanan,
Ketika kau memilih untuk hidup miskin, murni, dan taat.

Kamu menunjukkan bahwa hidup penuh dengan pilihan dan konsekuensinya.
Kita berhak untuk memilih jalan hidup kita sendiri.
Ketika kita telah memilih, kita dituntut untuk setia dan penuh komitmen..
Kamu menunjukkan bahwa tak pernah ada kata terlambat untuk memulai langkah baru,
Dan tak ada kata terlalu tua untuk memutuskan berbalik arah, dari apa yang selama ini telah ditempuh..

Mereka bilang kamu terlalu sempurna..
Tak cocok untuk menempuh jalan itu..
Tapi kamu tak pernah merasa dirimu sempurna..
Kamu tak pernah merasa jumawa atas kesempurnaan itu..
Kamu tetap rendah hati, bahkan kadang berusaha untuk tak terlihat..
Tapi bagaimana mungkin kau tak terlihat?
Kamu, berjalan tenang dengan jubah hitammu,
Menyapa setiap sosok yang kau jumpai dengan ramah,
Meskipun kau tak mengenalnya..

Maka, ada banyak orang yang terpukau dengan senyummu,
Banyak orang yang terpana dengan kecerdasanmu..
Banyak orang yang jatuh hati dengan keramahanmu..
Dan banyak orang yang kecewa dengan pilihan hidupmu..

Mereka bilang kau lebih layak menjadi kepala keluarga..
Memiliki istri dan beberapa orang anak..
Atau menjadi seorang eksekutif muda..
Apa saja..
Tapi yang pasti bukan menjadi biarawan..

Mungkin..
Langkahmu akan terasa berat..
Ketika kau melihat sahabatmu tengah di puncak kariernya..
Ketika kau harus melepas sahabatmu, satu persatu membina keluarga..
Ketika kau menyaksikan mereka menggapai cita-cita dan mimpinya..
Tapi..
Ingatlah cita-citamu mulia..
Mimpimu ada disana..
Meskipun tak akan mudah kau raih..
Meskipun sepanjang jalan kau akan terantuk dan terseok..
Tapi berjuanglah..
Hari itu akan tiba..
Dan kau akan menyaksikan bahwa segala perjuanganmu tak sia-sia..

Kakak..
Tetaplah tegar,
Ketika mereka menganggapmu tak layak..
Tetaplah optimis,
Ketika kau merasa jalanmu terasa berat..
Tetaplah setia,
Meskipun kau merasa galau dan salah melangkah..
Tetaplah bertahan dalam doa,
Ketika kau melihat masa depanmu tampak tak pasti..

Kami tak akan meninggalkanmu..
Kami akan selalu menjagamu dalam doa-doa kami..
Ketika kau merasa sedih dan tak bersemangat,
Ingatlah persahabatan kita..
Ingatlah segala tawa dan keceriaan kita..
Ingatlah segala perjalanan yang pernah kita tempuh..
Dan ingatlah kami semua..
Yang selalu ada disini mendukungmu..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s