Ketika Maret Datang…

Kutegakkan kepalaku, dan kupandang langit biru..
Begitu cerah terhiasi awan berarak..
Ah, aku sadar  Maret telah datang..
Mentari bergerak mendekati katulistiwa..
Bukan… sebenarnya bukan ia yang bergerak, tapi putaran bumi yang menyebabkan seolah mentari bergerak menyusuri garis bujur..

Maret akan berlalu, setelah tiga puluh satu hari terlewati..
April akan datang, disusul Mei, dan kemudian Juni..
Lalu Juni akan membawa kalian pergi dari sini..
Bukan… bukan Juni yang bersalah membawa kalian pergi..
Juni hanyalah menjadi penanda batas waktu bagi kehadiran kalian disini..

Karena di dunia ini tak ada keabadian..
Tak ada selamanya..
Ada waktu untuk berjumpa, dan ada waktu untuk berpisah..
Kesadaran akan adanya perpisahan itu membuat kita menghargai setiap perjumpaan..
Meskipun demikian, kita tak pernah rela untuk menghadapi perpisahan itu..

Apapun yang terjadi, hari itu akan datang..
Tanpa bisa ditawar, kita harus melambaikan tangan..
Aku akan menegakkan kepalaku seperti hari ini..
Melepas langkah kalian dengan senyuman..
Menahan tetes air mata agar tidak jatuh berderai,
Karena air mata hanya akan membuat pandanganku kabur, dan aku tak bisa memandang kalian untuk terakhir kalinya..
Melambaikan tangan dengan ceria..
Seolah perpisahan itu hanya untuk semalam, atau sehari, atau seminggu..

Setelah Juni berlalu, Juli akan datang..
Membawa kehampaan..
Karena tak ada lagi yang aku tunggu di depan gerbang itu..
Tak ada lagi yang menyapaku ramah di bawah tangga itu..
Tak ada lagi suara langkah kalian menaiki tangga sempit itu..
Dan tak ada lagi gema suara dan canda kalian di ruangan itu..

Agustus akan datang membawa terik mentari,
Dan September akan tiba membawa mentari kembali ke katulistiwa..
Mungkin akan ada yang datang menggantikan kalian..
Tapi semua tak akan sama lagi..
Karena kalian tak tergantikan..

Semoga September akan datang membawa sahabat-sahabat baru..
Namun bingkai kenangan tentang kalian akan selamanya terpatri disini,
Meski bulan-bulan datang dan berlalu,
Meski tahun berganti dan tak kembali..
Meski kelima jendela itu tertutup rapat, dan lalu dibuka kembali..
Seperti gedung tua itu yang tetap tegak berdiri..
Kenangan kalian tak akan pergi..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s