Legioner Bogor Goes To Botanical Garden….

Sabtu, 21 Februari 2015               

“Yuhuuu… Pak Bapak, Bu Ibu, Kak Kakak, Dek Adek.. Akhirnya besok kita ketemuan di Kebun Raya… yihaaa… Jangan lupa ya.. kumpul jam 07.30 di Herbarium Bogoreinse/ Museum Etnobotani/ Seberang Kantor Pos Bogor.

Apa saja yang harus dibawa? Rosario, dikalungkan di leher ya, buat tanda pengenal; snack (dikit-dikit aja buat cucurak*); Tesera; botol minum/ gelas; kado seharga Rp. 20.000 dan dibungkus kertas koran.. Sampai ketemu besok yaaa….”

Pesan itu menggema di grup whatsapp Komisium Bintang Timur Bogor, dan langsung ditanggapi heboh oleh para anggota grup. Ah, akhirnya rencana kopi darat legioner Komisium Bogor dan Kuria Depok bisa terlaksana juga. Tak tanggung-tanggung, kopi daratnya di Kebun Raya Bogor lho. Sambil kopdar, kami juga diminta untuk mengambil sampah-sampah yang ditemukan sepanjang perjalanan, alias LISA : “Lihat Sampah? Ambil !!”

Sejak grup whatsapp Komisium Bogor dibentuk pada bulan Oktober 2014, kerinduan untuk bisa saling berjumpa selalu terungkap pada pesan-pesan yang muncul di grup. Khususnya karena legioner di Kuria Depok jarang sekali bisa berjumpa dengan legioner di Komisium Bogor. Kerinduan inilah yang akhirnya mencetuskan rencana jalan sehat ini, sekaligus untuk merayakan ulang tahun Komisium Bogor yang ke-19, pada tanggal 11 Februari 2015.

Malam ini berdoa rame-rame yaa, supaya besok cerah...” Pesan itu menutup keriuhan grup whatsapp Komisium Bogor malam itu.. Padahal beberapa saat sebelumnya, grup whatsapp masih disibukkan dengan menu snack yang akan dibawa besok hari. Ada yang mau bawa jengkol (yang disamarkan dengan nama “kancing”, atau “levis”, entah ini kosa kata dari kamus bahasa mana ya? Kok jengkol disamakan dengan kancing dan levis??), ada juga yang mau bawa telur dadar pete (duh kok menunya beraroma wah semua sih??), ada yang mau bawa nastar, macaroni schotel, dan berbagai jenis snack lainnya. Wah, tak sabar rasanya bertemu dengan semuanya..

Minggu, 22 Februari 2015

Waktu masih menunjukkan pukul 05.21, namun handphone sudah ramai berbunyi dan bergetar. Oh ternyata ada perwira komisium yang membangunkan para legioner via whatsapp :

Bersiap-siap berangkat ke Kebun Raya dari Depok, Jonggol, Cibubur, Gunung Putri, Bogor, dan sekitarnya…” Pesan itu disambut dengan protes para ibu dari Cinere yang daerahnya lupa disebut.

Akhirnya muncul pesan berikutnya : “ Cinere… Gandul.. Limo..  bangun..bangun.. ayo berangkat…”

Dan disusul : “Sukatani, Cimanggis.. ayo bangun dan berangkat!”

Bahkan ada pula : “Semplak, Parung, Romo Deddy dari Cicurug, Cimanggu, Tanah Baru, sudah pada berangkat belum?!”

Wuih,,, ini yang membangunkan kok kayak kenek bus ya,,, semua daerah diabsen satu persatu.. hehehe

Menjelang pukul 07.30, sebagian besar legioner sudah berkumpul di halaman Herbarium Bogoriense. Doa kami terkabul, Puji Tuhan, pagi itu cuaca cerah sekali. Tapi ternyata rombongan dari Depok tersesat. Mereka dibawa oleh sopir angkot ke gerbang utama Kebun Raya, padahal kami semua akan masuk dari pintu 2 yang posisinya di samping Kantor Pos Bogor. Sambil menunggu para korban tersesat tersebut, sebagian legioner sarapan bubur di depan Herbarium, sedangkan panitia melakukan absen dan penghitungan peserta. Ternyata yang hadir cukup banyak lho… Totalnya ada 99 orang peserta.

Setelah semuanya siap, kami segera masuk melalui pintu 2, dan melangkah menuju Taman Teijsmann yang lokasinya tak jauh dari pintu masuk. Di Taman Teijsmann, para legioner meletakkan kado dan snack-snack mereka. Acara dibuka dengan sesi perkenalan sambil menyanyikan lagu “Halo apa kabar,, mari bersalaman..”. Para peserta diminta berkenalan dengan lima orang legioner yang belum pernah dikenalnya. Ayo, mari berkenalan, jangan malu-malu.. Setelah puas berkenalan, acara dilanjutkan dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Frater Paulus Pera (APR Kuria Ratu Para Rasul Depok), lalu kamipun siap-siap berkeliling Kebun Raya. Horeeeee… Ada tiga orang panitia yang menjadi pemandu, masing-masing di bagian depan, tengah dan belakang rombongan.

Eh, iya, adakah yang penasaran siapa Teiijsmann itu? Johannes Elias Teijsmann adalah kurator Kebun Raya Bogor dari tahun 1831 hingga 1869. Beliau berjasa mengembangkan dan mengelompokkan tanaman berdasarkan sukunya. Itulah sebabnya di Kebun Raya Bogor terdapat area-area untuk jenis tanaman yang sejenis, misalnya area koleksi tumbuhan obat, pandan, kaktus, palem, tanaman air, anggrek, tanaman pemanjat, paku-pakuan, bambu, tanaman kayu, dan lain-lain. Itu semua adalah hasil karya dari Opa Teijsmann itu lho.. Taman Teijsmann sendiri baru dibangun pada tahun 1884 oleh Dr. Melchior Treub sebagai bentuk penghargaan bagi Johannes Elias Teijsmann atas jasa-jasa beliau itu. Taman ini dibuat dengan menyusun tanaman-tanaman secara simetris, seperti taman-taman di Eropa. Di tengah-tengah taman terdapat tugu peringatan yang dibuat dari batu granit merah.

Oke, sekarang mari kita kembali ke para legioner yang sedang seru menjelajah Kebun Raya. Rombongan legioner yang berjalan paling depan semangat banget tuh jalannya, bahkan panitia pemandunya sampai ngos-ngosan. Menurut mereka, kalau jalannya pelan-pelan malahan membuat kaki dan badan jadi pegal-pegal. Bahkan ada seorang ibu yang begitu semangat, hingga jalannya seperti setengah berlari. Sambil berjalan, seorang ibu dari Cinere menjelaskan jenis-jenis tanaman yang kami temukan sepanjang jalan. Oh,, ternyata beliau pernah berdinas di Departemen Kehutanan, dan sering keluar masuk Kebun Raya. Mantab kan, sambil jalan sehat, ambil sampah, dapat teman baru, plus dapat ilmu juga deh.

Ternyata ketika rombongan paling depan sudah mendekati sisi istana Bogor, rombongan yang paling belakang masih ada yang belum beranjak dari Taman Teijsmann karena asyik foto-foto (tetap eksis deh.. tapi kok aku nggak diajak sih?!). O iya, rute yang kami lalui adalah Taman Teijsmann, bagian belakang kantor pos, sisi istana Bogor, mengitari Danau Gunting, lalu berbelok ke kanan menyusuri jalan kecil yang tembus di sisi area Koleksi Palem, kemudian ke arah kanan menuju gerbang utama dan memorial Oliviia Raffles, mengambil jalur lurus melewati Treub Laboratorium, dan akhirnya berbelok kanan kembali ke Taman Teijsmann.

Rombongan yang berjalan paling belakang kok belum tiba juga ya di Taman Teijsmann? Padahal hampir seluruh peserta sudah kembali, dan langsung menikmati snack yang tersedia. Selidik punya selidik, ternyata para legioner di barisan belakang ini sibuk sekali memungut sampah sepanjang perjalanan. Lihat saja mereka semua basah kuyup berkeringat, termasuk Mas Thomas Aji (Redaksi Majalah Bejana) yang ikut berjerih lelah mengumpulkan sampah. Mereka juga bercerita bahwa kondisi sepanjang jalan amat sangat memprihatinkan. Banyak pengunjung Kebun Raya yang seenaknya saja membuang sampah sembarangan, mulai dari plastik, botol, tisu, kertas, bekas makanan dan minuman, bahkan ada juga yang membuang kardus bekas tongsis (tongkat narsis). TERLALU !!! Ini juga hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua. Jangan merusak lingkungan kita dengan sampah !!!

Setelah menikmati snack yang beraneka ragam dan seluruhnya nikmat, kami berdoa Tesera bersama yang dipimpin oleh Sdr. Stephanus Prabowo (Ketua Komisium Bintang Timur) dan Sdri. Lucia Yuniarti (Koresponden untuk Presidium Ratu Para Rasul Sukabumi). Lalu tibalah saatnya untuk “Tiup lilinnya… Potong kuenya.. Bagi kuenya.. sekarang juga… sekarang juga.. sekarang juga…” Selain Komisium Bintang Timur, ada beberapa presidium dan legioner yang juga berulang tahun di bulan Februari. Potongan pertama kue ulang tahun disuapkan dengan mesra oleh RD. Agustinus Deddy Budiawan (Pemimpin Rohani Komisium) kepada Sdr. Stephanus Prabowo (Ketua Komisium). Semoga Komisium Bintang Timur panjang umur dan semakin bertumbuh ya.. Selamat ulang tahun pula kepada presidium-presidium dan para legioner sekalian, semoga panjang umur dan semakin semangat menjadi tentara Bunda Maria.

Acara dilanjutkan dengan penampilan Gank Gubrak yang menggetarkan Taman Teijsmann dengan joged Nona Manis Putar Putar. Mereka ini adalah para ibu-ibu energik dari presidium Rumah Kencana Depok, yang memiliki nama resmi Gank MCK (Manis Cantik dan Keren). Tak hanya mereka yang asyik berjoged, tapi beberapa legioner juga ikut serta menggetarkan Taman Teijsmann yang suasananya semakin menghangat. Setelah puas berjoged, selanjutnya dilakukan pemberian kue bagi legioner senior termuda, legioner senior tersenior, dan legioner junior termuda.

Karena ada beberapa presidium yang harus bergegas pulang untuk bertugas di paroki, maka acara segera dilanjutkan dengan tukar kado. Kami senang sekali ketika membuka kado-kado yang kami terima, bahkan ada beberapa kado yang disertai surat cinta dari pemberinya. “Siapapun yang memberikan kado ini, terima kasih banyak yaa…”, serentak kami mengucapkan terima kasih sambil mengangkat kado-kado kami.

Matahari sudah semakin meninggi, dan kami akhirnya menggeser terpal-terpal kami ke area yang lebih sejuk. Kini saatnya makan siang. Kami makan dalam suasana yang sangat ceria, ada yang makan sambil menceritakan serunya pengalaman jalan santai tadi, ada juga yang makan sambil senyum-senyum memandangi kado di tangannya (Hayoo,,, kenapa tuh kadonya dipandangi sambil senyum-senyum sendiri ??). Ada juga yang masih bersemangat foto-foto (tetap eksis lah yaw..), ada yang asyik mengobrol dengan teman-teman barunya, dan ada juga yang serius banget menikmati makan siangnya. Wah, sepertinya lapar berat tuh..

Setelah doa penutup dan berkat dari Romo Deddy, para legioner mulai beranjak meninggalkan Taman Teijsmann untuk pulang. Terima kasih atas kehangatan dan keceriaan teman-teman sekalian. Semoga tahun depan ada acara seperti ini lagi ya.. Sampai jumpa lagi dan jangan lupa : Cintai lingkungan di sekitar kita !! Jangan buang sampah sembarangan yah !!

Ave Maria.

*cucurak : kegiatan kumpul bersama lalu menggelar makan bersama seluruh anggota keluarga yang hadir. Ini adalah tradisi warga Bogor menjelang datangnya bulan puasa Ramadhan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s