Bingkai Kenangan..

Gereja Katedral yang tua dan megah..
Altarnya yang luas, kursi-kursi kayu dan lorong panjang di antaranya..
Ruang CCTV tempat kami menghitung uang kolekte..
Gedung paroki yang berwajah modern di tengah gedung-gedung tua..
Seminari Stella Maris yang tegak berdiri..
Lapangan parkir beraspal yang menghubungkan ketiga gedung itu..
Halte samping gereja yang selalu jadi titik pertemuan..

Ruang rapat Legio yang berbau lembap..
Tangga sempit yang terkadang tak bercahaya..
Pintu gerbang Seminari yang selalu terbuka..
Meski kadang terhalang motor dan anak-anak yang lalu lalang..
Dapur Stella Maris, tempat meminta api, meminjam kunci, dan juga remote AC..
Aula puspas yang luas..
Ruang rapat keuskupan yang nyaman..
Meski kadang terasa pengap dan panas..
Atau kadang terlalu dingin..
Kapel mungil penuh cerita..
Dan selasar di depannya yang selalu nyaman disinggahi..
Lima jendela dengan kayu-kayu berwarna coklat dan kuning yang mulai merapuh..
Rangkaian anak tangga dengan patung Bunda Maria di puncaknya..
Selasar di depan lima pintu kayu model kuno yang lebih sering tertutup daripada terbuka..
Sofa dan kursi panjang di depan kelima pintu itu..

Sudut-sudut kota Bogor..
Jalan pintas di samping Balaikota..
Jalan setapak nan gersang di samping kantor Samsat dan kantor Telkom..
Aula Regina Pacis, kapel tuanya, serta sakristi kapel yang penuh celah..
Rimbunnya jalan Ahmad Yani dan sekitarnya..
Wisma Keuskupan Bogor..
Lapangan SMEA..
Jalan Kolonel Enjo dengan asrama militernya..
Terminal Baranangsiang..
Tersesat di kawasan Sempur..
Melintasi Taman Kencana disertai daun yang berguguran..
Tersesat berkali-kali di Ciwaringin, meski akhirnya kita berhasil menemukan rumah yang terletak di belakang Badak Putih..
Rumah di tepi Sungai Ciliwung..
Kawasan perumahan gersang..
Sekolah Marsudirini yang begitu sulit dijangkau..
Kapel Bondongan dan Sekolah Mardi Waluya..
Jungle Land dan Ah Poong Sentul..
Kenangan jembatan gantung..
Lampu merah Tentara Pelajar..
Tugu Kujang penuh kenangan..
Gang Baru dan Jalan Pabaton..
Yogya Junction dan Gerai Batik Keris tempat kita heboh hunting batik…
Istana boneka tempat kita numpang narsis dengan boneka beruang raksasa..
Pondok Indah Mal yang membuat kita pegal dan mati gaya, meski sempat foto bersama si Mongki..
Pool bus Mulyo Indah Sukasari dimana kita berpisah tanpa melupakan kenarsisan kita..

Pohon durian yang tak bisa berbuah.
Halaman belakang yang begitu nyaman..
Sofa putih yang mengundang kantuk..
Tebak-tebakan patung Santo Andreas..
Secangkir kopi dingin yang membuat meringis..
Sop buah yang super manis..
Soto kudus hangat plus parkedel dan tempe mendoan yang membuat ketagihan..
Chinese Food yang membuat sakit kepala, namun penuh nostalgia dan kita akhirnya kembali lagi kesini untuk merayakan kebersamaan yang terakhir..
Martabak Air Mancur yang penuh perjuangan..
Menu Kedai Air Mancur yang super duper banyak..
Bakmi hambar tanpa rasa..
Sereh Wangi yang tak sewangi namanya..
Ayam kalasan plus sambel yang sangat nikmat..
Steamboat yang sukses bikin norak..
Ikan dorry saus Thailand yang ditata ala Farah Quinn…
Es krim yang mencairkan suasana..
Ketoprak penuh sindiran..
Kangen Water yang nggak bikin kangen..
Bubur sumsum yang disantap sambil tertawa..
Masakan Eropa yang dicampur segenggam emping..
Makan ikan di atas kolam ikan..
Ikan gurame saus kameumeud, ikan patin bakar, tambahan nasi sebakul yang bikin shock, plus capucino dingin hasil operan..
Makan siang di tempat tongkrongan murid-murid Regina Pacis…
Warteg di Kantor Batu dengan aroma jengkolnya..
Makan malam di tempat gaul, dan terpaksa berteriak-teriak melawan deru hujan..
Makan siang di tempat yang selalu memiliki dua kisah..
Makan terpencar di food court PIM, plus sharing es krim potong khas Singapura..
Coklat Toblerone putih segede gaban asli Switzerland..
Kue ulang tahun, yang selalu dilengkapi dengan lima batang atau sepuluh batang lilin..
Tak peduli berapapun usia yang berulang tahun..
Aroma cokelat, lemon, blueberry, strawberry serta harum donat ala Dunkin…

Perjalanan 12 jam dari dan menuju Cikanyere..
Kapel St. Theresia yang penuh kenangan..
Terjebak macet hingga kehabisan tenaga..
Miskomunikasi yang sukses bikin tertawa..
Naik bus Agra menuju Cikarang..
Diancam pengamen, berdesakan di angkot, hingga naik ojek bergantian..
Berdesak-desakan dalam Kijang Kapsul..
Namun tak pernah merasa gerah..
Meski kepala terbentur dan kaki kesemutan..
Naik angkot hijau dan diprospek umat Yehovah..
Naik angkot hijau lagi sambil main tebak-tebakan dan tendang-tendangan..
Norak memandangi ikan-ikan yang mondar-mandir di dalam kolam..
Naik angkot plus bercanda heboh, dan sukses bikin penumpang lain merasa terintimidasi..
Naik angkot berdua saja dari Sempur sampai Gereja..

Suprise ulang tahun yang sepertinya sudah terbaca..
Kiriman buku tanpa nama, namun sudah tertebak juga..
Kejutan gagal di tangga Stella Maris..
Kiriman sepasang Tupperware kuning disertai doa-doa..
Kabar sakit yang selalu membuat khawatir..
Obrolan di tangga yang penuh kekhawatiran..
Hingga janji untuk bersama-sama berdoa Novena di udara..
Canda dan tawa di depan lima pintu…
Mengetuk kelima pintu itu satu persatu, membuat penghuninya terbangun dan keluar ruangan…
Muka bantal, rambut berantakan, kostum tidur…
Melepaskan diri sejenak dari isolasi dan karantina..
Duduk di pojok puncak tangga Stella Maris..
Numpang login facebook dan gmail, namun tak bisa log out..
Hujan badai yang membuat kuyup..
Balada payung polkadot nan egois, menggulung celana, menenteng sandal, dan menerjang curahan air..
Jadi model batik dadakan dan disharing via whatsapp..
Lambaian tangan di depan pintu dapur..
Ucapan perpisahan di depan gerbang Seminari..
Packing dadakan yang super rempong dan tricky…
Tumpukan tas dan koper di depan pintu itu…

Asam lambung naik yang bisa membuat kepala menjadi pusing..
Hiperaktif saat kelaparan dan jadi pendiam saat kekenyangan..
Kunjungan dengan membawa kerupuk, padahal yang dikunjungi sedang batuk..
Kehujanan, terpencar, dan berlari-lari menembusnya..
Natal lansia dan paskah lansia..
Membobol lemari jubah di sakristi kapel..
Remote TV dan handphone jadul yang disulap jadi microphone gadungan..

Senyum dan sapaan hangat, sehangat mentari pagi..
Berbagi cerita masa lalu..
Kisah hidup yang penuh jalan tak terduga..
Kisah keluarga..
Kisah panggilan hidup..
Catatan perjalanan..
Cerita horor..
Kisah teman-teman, yang membuat kita sadar bahwa dunia ini begitu sempit..
Penjelasan skripsi di depan pintu kamar…
Curahan hati tentang murid-murid yang tak bisa diatur..
Harapan dan cita-cita..
Kekhawatiran dan keluh kesah..
Kegundahan dan amarah..
Ajaran-ajaran iman dan hidup..
Kata-kata yang memotivasi..
Perhatian kecil namun membekas..
Uluran tangan penuh kehangatan yang meredakan ketakutan..
Tepukan ringan di bahu, tarikan lembut pada tali tas..
Tawa ceria dan candaan gila..
Yang sesudahnya menghilangkan suara..
Lipsync lagu-lagu reggae…
Belajar Bahasa Sunda yang berakhir dengan lempar-lemparan bantal..
Celetukan tak terduga yang menghangatkan suasana..
Berbagi makanan hingga muncul julukan sapu-sapu dan kapal keruk..
SMS nyasar dan telepon salah orang..
Ucapan selamat tahun baru yang begitu identik..
Kartu ulang tahun yang nggak kreatif..
Foto-foto narsis dengan berbagai gaya dan ekspresi aneh..
Kamus berjalan.. bahkan merangkap katekismus berjalan dan KHK berjalan..
TTS berbahasa Inggris yang bikin bingung..
Caption dan catatan kaki warna ungu di Majalah Progressive..
Tes Bahasa Italia dan aksi sotoy silenzio saat perayaan ulang tahun..
Tertawa saat berdoa..
Berpose di depan gramophone..
Ketenangan luar biasa, dan kegilaan yang juga sangat luar biasa..
Ngobrol tentang buku dan cerita detektif..
Jadi penyanyi dadakan di panggung Twenty Six..
Kertas-kertas bekas yang mendadak diwariskan..
Panggilan telepon yang jarang diangkat dan SMS yang lama dibalas..
Pesan-pesan terakhir via SMS sebelum handphone dijadikan benda terlarang..

Si sulung yang tertua.. Sok tenang padahal suka nyeletuk.. Kadang mendadak muncul dengan misterius pada saat-saat dibutuhkan..
Si bungsu yang termuda.. Yang mengaku sedang belajar mandiri.. Paling tenang diantara yang lainnya.. Jarang terlihat karena sangat sibuk..
Si anak tengah yang super galak.. Adek beda sehari, sesama Libra yang sebetulnya paling anti konflik.. Sok cuek padahal sangat peduli.. Selalu membuat terpukau dengan kecerdasannya.. Paling mudah terlelap, dimana saja dan kapan saja..
Si cowok satu-satunya.. Pisces yang tak bisa berenang.. Paling hangat dan ramah seperti mentari pagi, tapi mengaku tak bisa berpose tersenyum.. Sering bikin khawatir kalau sedang sakit. Gayanya paling mempesona dan sering membuat orang salah kira…
Dan dia yang namanya menunjukkan urutan kelahiran.. yang juga menunjukkan urutan usianya diantara mereka semua.. dan juga menunjukkan posisi pintu kamarnya… Memiliki wajah paling eksresif diantara yang lainnya…
Mereka menyebut diri mereka “Pandawa Lima..”

“Hidup hanya mampir ngombe..”
“A Christian is called not only to do his or her desire, but something that higher than it..”
“Semakin tinggi pohon semakin siap dia menerima angin yang kencang. God bless..”
“Pusing kepala berbie..”
“Maju mundur cantik..”
“Kita kan berteman..”
“Disitu kadang saya merasa sedih..”
“Bapak mana… Bapak mana… Di Jonggol…”
“Jamilah.. eh Jalmina cunihin..”
“Emang aku teh siapa?”
“Uno Duo Tre.. Mi Chiamo… bla bla bla..”
“Buon Giorno” yang diplesetkan menjadi “Bojo Loro”
“Lihat deh, sungainya keren banget, awan-awannya juga bagus.. Nikmati pemandangannya supaya ngga terlalu takut..”
“Kalau kamu tidak mulai melangkah, maka kita tak akan pernah sampai ke ujung sana..”
“Pepito… alias Pengen Pipis T*l**”
“Kulo mboten gadah arto..”
“Sampurasun..”
“Gembol” dan “Rempong”
“Experience..”
“Kapan mau ngelanjutin S2?”
“Aku disini dan kau disana.. Hanya berjumpa via suara..”

Perayaan ulang tahun yang selalu penuh keceriaan, tawa heboh dan foto narsis..
Reuni tahunan..
Rapat mingguan dengan berbagai cerita dan curhat..
Alokusio yang batal disampaikan padahal sudah dipersiapkan dengan sangat rapi..
Rapat komisium yang super duper lama..
Konspirasi permintaan alokusio..
Rapat senatus yang dijadikan ajang kabur..
Tahbisan imam di Cibinong.. Terpisah dari rombongan, terlambat makan siang dan kehujanan…
Acies yang akan terkenang seumur hidup..
Rekayasa door prize buku pegangan hingga sapu tangan biru..
Kunjungan rumah.. yang kadang mencekam, kadang penuh cerita, kadang penuh tawa hingga penghuninya ikut ceria, namun kadang membawa duka..

Sepasang sendal jepit hitam dan barisan sepatu..
Jubah putih, coklat, dan hitam..
Kalung salib dengan corpus, salib merah putih dan salib coklat..
Foto ukuran jumbo yang tergantung di sisi lemari..
Dentingan gitar klasik dan lagu-lagu yang kita nyanyikan..
Mulai dari dangdut lebay, lagu jaman dulu, hingga lagu penghakiman terakhir..
Leaving on A Jetplane yang dinyanyikan menjelang hari perpisahan..
Tebakan lagu, padahal ada dua lagu yang sedang diputar bersamaan…
Pemetik gitar bertangan kidal dengan kisah ajaibnya..
Kenangan diancam ditanam di samping pohon durian..
Salah kostum yang disamarkan dengan kata “anti mainstream..”
Bidan tua yang mengajarkan kesetiaan..
Lamunan seorang imam tua yang membuat kita membeku..
Sharing bapak panti yang membuat kita terperangah dan membisu..
Imajinasi tentang menjadi tua, dan kemudian melupakan banyak hal..
Diendus anjing, lalu digonggongi dengan sadis…

Bayangan perpisahan yang membuat kita tak rela..
Janji untuk tetap mengingat dan saling kontak..
Menghitung mundur perjalanan waktu, dan akhirnya hanya bisa berkata, “Tinggal sebentar lagi..”

Semua itu menjadi bingkai kenangan tentang kalian..
Tak akan melupakan semuanya, karena kalian telah meninggalkan banyak jejak..
Di kota ini, di ruang ini, dan terlebih lagi, di hatiku..
Biarlah semua itu membingkai kenangan tentang kalian..
Agar selamanya kenangan-kenangan itu tetap hidup..
Di kota ini, di ruang ini, dan terlebih lagi.. di hatiku..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s