Petang di Jatinegara..

Untuk pertama kalinya aku menjejakkan kaki di stasiun ini..Jatinegara.. Mungkin kamu hanya akan menganggapnya sebagai sebuah stasiun transit biasa.. Dimana setiap harinya ratusan atau bahkan ribuan orang sekedar lewat atau singgah disini.. Namun Jatinegara bagiku memberikan rasa yang lain.. Mungkin kau pernah dengar sebuah lagu dari masa lalu yang berjudul Juwita Malam? Lagu itulah yang … More Petang di Jatinegara..

Kicauan Seorang Jomblowati : Sebuah Kejujuran

Berjalan bersamamu di bawah pohon rindang.. Naungannya membuat kita tak merasa panas, meskipun mentari bersinar dengan┬ápenuh semangat.. Kau bercerita tentang banyak hal. Tak sedikitpun kita larut dalam keheningan.. Setiap kali ceritamu usai, aku selalu mengajukan pertanyaan agar kau melanjutkan dengan ceritamu yang lain.. Dan kamu selalu punya banyak hal untuk dikatakan, untuk dikisahkan.. Tentang teman-temanmu, … More Kicauan Seorang Jomblowati : Sebuah Kejujuran

Berbincang dengan Waktu..

Malam sudah beranjak larut.. Aku menatap jarum jam yang tak lelah bergerak.. Aku bertanya pada jarum detik, mengapa akhir-akhir ini ia berjalan lebih cepat daripada biasanya, hingga waktu berlalu bagai dalam kerjapan mata.. Jarum detik berkata bahwa ia tak pernah mengubah kecepatan berjalannya.. Ia tetap melangkah seperti yang telah ditugaskan padanya.. Aku mencari pembenaran pada … More Berbincang dengan Waktu..

Setelah Paskah Berlalu…

Paskah telah berlalu.. Hati yang kemarin merasakan sukacita, kini merasa sesak terhimpit.. Jiwa yang kemarin merasa ramai, kini begitu kesepian.. Kembali menangis sendiri, dan hanya bisa bercakap-cakap dengan hati.. Memeluk diri sendiri, dan menahan langkah agar tak lunglai.. Memasang senyum palsu.. Tawa palsu.. Dan topeng sempurna.. Hanya supaya dianggap normal di dunia yang wajar.. Kesepian … More Setelah Paskah Berlalu…

Jendela Keempat yang (Kadang) Misterius…

Akhir-akhir ini jendela keempat sering membuatku merasa takjub.. Entah kenapa dia selalu membuka dirinya pada saat yang tepat… Ketika aku dalam keadaan putus asa dan kebingungan, mendadak aku teringat pada jendela keempat yang begitu tenang.. Dan hebatnya, jendela keempat langsung membuka dirinya, seakan tahu aku sedang berdiri di bawahnya.. Dia hadir, tersenyum, antara nyata dan … More Jendela Keempat yang (Kadang) Misterius…

Kembali ke Rumah itu… Tanpamu..

Kembali ke rumah itu.. tanpamu.. Rasanya begitu hampa dan sepi.. Aku mengenang momen itu.. Ketika kau duduk berhadapan dengan si Oma… Lalu dengan sabar mencoba mengajak beliau berkomunikasi.. Kau dengan Bahasa Jerman, dan si Oma dengan Bahasa Belanda.. Oma berupaya menggeledah tasmu, dan kamu tidak mencegahnya.. Akhirnya kamu malah menunjukkan seluruh isi tasmu pada beliau.. … More Kembali ke Rumah itu… Tanpamu..

Jalan Setapak Berbatu…

Dua belas tahun berlalu, sejak terakhir kali kulambaikan tangan pada seseorang yang berdiri di depan gerbang itu.. Dua belas tahun hampir berlalu, sejak terakhir kali aku berjalan menyusuri jalan itu, mengenakan seragam putih abu-abu.. Dan juga hampir dua belas tahun berlalu sejak aku dan sahabatku menyapa Bapak penyapu jalan itu. Waktu berlalu tanpa bisa kutahan.. … More Jalan Setapak Berbatu…