Jalan Setapak Berbatu…

Dua belas tahun berlalu, sejak terakhir kali kulambaikan tangan pada seseorang yang berdiri di depan gerbang itu..
Dua belas tahun hampir berlalu, sejak terakhir kali aku berjalan menyusuri jalan itu, mengenakan seragam putih abu-abu..
Dan juga hampir dua belas tahun berlalu sejak aku dan sahabatku menyapa Bapak penyapu jalan itu.

Waktu berlalu tanpa bisa kutahan..
Kadang ingin mengulang kenangan, dan kususuri kembali jejak masa laluku..
Tapi dia sudah tidak berdiri di depan gerbang itu..
Gerbang itu begitu sepi.. begitu hampa.. Tak ada lagi membalas lambaian tanganku..
Bahkan tak ada seorangpun yang mau berdiri di depannya.. Seperti dia..

Seragam abu-abu telah lama kutanggalkan..
Titel perantau kini telah kusematkan..
Jalan itu telah berubah.. Meski rimbunnya tetap seperti dulu..
Meski melangkah sendirian, namun aku tak jenuh menapaki jalan ini..Memandangi keramaian, mengenang masa itu..
Menikmati keteduhannya, dan kadang menikmati curahan hujan di bawahnya..
Mengingat kembali mereka yang telah pergi..
Mungkin ke penjuru bumi..
Dan entah kapan akan bersua lagi..
Mengenang persahabatan.. cinta.. dan hal-hal yang tak logis..
Mengingat hari-hari penuh tawa, meski tak jarang ada duka dan rasa khawatir..
Mencari jawaban atas sejuta pertanyaan, yang kini sebagian telah mampu kujawab..

Bapak penyapu jalan itu..
Dua belas tahun lalu ia masih tampak muda dan gagah..
Di depan balaikota Bogor, ia giat merampungkan tugasnya dengan sebatang rokok terselip pada bibirnya..
Banyak pejalan yang lalu lalang sering mengabaikannya..
Namun kami setiap pagi menyapanya, karena kami tak enak hati melangkahi hasil kerja kerasnya..
Dan beliau pun menyapa kami dengan ramah..
Tahun berlalu.. masa berganti..
Kini beliau telah tampak menua..
Wajahnya telah menunjukkan keriput dan kerut..
Tapi ia masih seramah dahulu ketika kusapa..
Meski ia telah lupa, biarlah kami tetap ingat..

Gereja Katedral, Jalan Kapten Muslihat, Jalan Juanda, Regina Pacis…
Rute yang kulalui pada masa itu..
Hingga kini, aku selalu mencari kesempatan untuk memutar ulang kenangan itu lagi…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s