Kembali ke Rumah itu… Tanpamu..

Kembali ke rumah itu.. tanpamu..
Rasanya begitu hampa dan sepi..
Aku mengenang momen itu..
Ketika kau duduk berhadapan dengan si Oma…
Lalu dengan sabar mencoba mengajak beliau berkomunikasi..
Kau dengan Bahasa Jerman, dan si Oma dengan Bahasa Belanda..
Oma berupaya menggeledah tasmu, dan kamu tidak mencegahnya..
Akhirnya kamu malah menunjukkan seluruh isi tasmu pada beliau..
Lalu kau tuliskan namamu pada selembar kertas, agar Oma tahu namamu..
Kamu juga tak takut, dan tak menghindar ketika Oma ingin menyatukan tangan kita..
Bukan karena ada apa-apa, tapi hanya untuk membuat Oma tak tersinggung…
Hari itu begitu berkesan bagiku..
Karena aku tahu betapa sabar dan dewasanya dirimu…

Tapi..
Hari ini tak ada kamu yang berjuang mengajak Oma bicara..
Tak ada kamu yang dengan penuh kesabaran menanggapi si Oma..

Dan aku mulai merasa kehilangan…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s