Kicauan Seorang Jomblowati : Sebuah Kejujuran

Berjalan bersamamu di bawah pohon rindang..

Naungannya membuat kita tak merasa panas, meskipun mentari bersinar dengan penuh semangat..

Kau bercerita tentang banyak hal. Tak sedikitpun kita larut dalam keheningan..

Setiap kali ceritamu usai, aku selalu mengajukan pertanyaan agar kau melanjutkan dengan ceritamu yang lain..

Dan kamu selalu punya banyak hal untuk dikatakan, untuk dikisahkan..

Tentang teman-temanmu, yang ternyata juga teman-temanku..

Tentang hidupmu, keluargamu..

Ingin sekali aku mengulangnya.. Berjalan bersamamu di bawah naungan pohon rindang.. Sesering mungkin.. Seumur hidupku..

Kita pernah tersesat bersama..

Terus melangkah tanpa tahu arah..

Namun bersamamu aku tak merasa panik..

Karena aku rela kehabisan waktuku..

Asalkan aku tersesat bersamamu..

Bersandar di sofa itu.. Meskipun bukan di rumahku.. Dan juga bukan di rumahmu..

Duduk tenang di sisimu, tanpa peduli dengan mereka yang ada di dekat kita..

Memperhatikanmu, mendengarmu bertutur tentang masa lalumu..

Aku merasa nyaman dan tak ingin beranjak..

Ah, andai saja aku bisa selamanya seperti itu..

Duduk di sisimu.. Seumur hidupku..

Kamu menggandeng tanganku.. Menahannya erat di tanganmu..

Menenangkan ketakutanku..

Melangkah bersamaku..

Memperhatikanku dan tak meninggalkanku..

Membuatku merasa aman dan tak sendirian..

Andai saja aku bisa menghentikan waktu..

Dan membiarkan tanganku tetap dalam genggaman tanganmu..

Selamanya.. Seumur hidupku..

Duduk berhadapan denganmu, di ruang kerjamu..

Mengamati betapa rapi dirimu..

Merasa begitu dekat denganmu..

Andai saja aku bisa selalu seperti ini..

Di dekatmu.. di manapun kamu berada..

Selalu.. sepanjang hidupku..

Memandang foto-foto kita..

Tersenyum melihat kamu tersenyum..

Tertawa mengingat segala kekonyolan kita..

Ada rasa sesak mengingat semua yang telah terjadi..

Andai saja selamanya kau tak perlu pergi dari hidupku..

Dan ada di sampingku.. Selalu.. Seumur hidupku..

Andai saja kamu tahu,

Aku khawatir jika aku mendengar atau merasa dirimu sedang sakit..

Aku pun terluka melihat keadaanmu..

Serapi apapun kau sembunyikan, aku bisa merasakannya..

Namun aku lebih cemas lagi, karena aku tak bisa berbuat banyak..

Aku hanya bisa bertanya, memberikan sedikit saran, dan mungkin sangat sedikit membantu..

Aku berharap kamu tak perlu merasa canggung untuk meminta bantuan apapun dariku..

Karena aku lebih cemas jika tak ada kabar darimu dan lebih khawatir ketika kamu katakan semua baik-baik saja..

Aku ingin berbuat sesuatu untuk sedikit mengurangi sakitmu..

Aku ingin kau andalkan.. selamanya.. seumur hidupmu..

Aku rela jadi pendengarmu.. tempatmu berkisah dan juga berkeluh kesah..

Mendengarkan ceritamu adalah kebahagianku..

Karena aku boleh mengetahui dan mengenal masa lalumu..

Aku ingin membuat lebih banyak kenangan bersamamu..

Mendengarkan lebih banyak cerita hidupmu, dan menjadi bagian dari cerita hidupmu..

Andai saja aku boleh menahanmu disini, agar kau tak perlu jauh dari hidupku..

Karena jauh darimu berarti kekhawatiran bagiku..

Andai saja aku bisa merawatmu seumur hidupku..

Aku ingin tertawa bersamamu.. Menangis bersamamu..

Memegang tanganmu dan bersandar padamu..

Menjadi sahabatmu saudaramu, dan juga teman hidupmu..

Karena.. Aku menyayangimu..

Semoga selamanya kau tak pernah tahu kejujuran ini..

Karena aku tak ingin kehilanganmu..

Pergilah.. Berbahagialah..

Raihlah cita-citamu..

Aku akan selalu memelukmu dalam doaku..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s