Catatan Malam Minggu

Mengapa aku merasa terluka, oleh orang yang tak pernah merasa telah melukaiku..

Mengapa aku menangis untuk seseorang yang tak pernah menghargai setiap tetes air mataku..

Mengapa aku merasa kehilangan seseorang yang tak pernah menyadari kehadiranku, dan tak pernah merasa kehilangan ketika aku tak ada..

Mengapa aku merasa galau, oleh seseorang yang tak pernah sedetikpun mengingat aku dalam benaknya..

Mengapa aku harus merindukan seseorang yang tak pernah menilai diriku istimewa..

Mengapa aku harus menyediakan ruang dalam hati untuk seseorang yang selamanya tak akan mungkin bisa memberi hatinya untukku..

Mengapa… Otakku terus bertanya mengapa..

Tapi hati tak bisa berpikir secara logis..

Hati tetap memintaku untuk menangis kehilangan, hati tetap merasa galau karena kerinduan..

Mengapa aku harus merasa bersalah, meski aku tak tahu apa kesalahanku..

Mengapa aku selalu menghadapi kenyataan bahwa niat baikku tak pernah diterima dengan baik..

Mengapa ia tak pernah melihat betapa keras upayaku untuk bisa hadir di dekatnya..

Mengapa tumpukan kenangan itu malah menyakitiku pada saat-saat terakhir..

Mengapa aku tak pernah merasa berarti dalam kehidupannya..

Mengapa aku tak pernah bisa menjadi bagian dalam perjalanannya..

Tak perlu mencari jawabnya..

Karena jawaban itu akan lebih menyakitkan daripada pertanyaannya..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s