Sebuah Catatan Terakhir…

Kulambaikan tangan..
Tak lupa kupasang senyum termanis di wajah..
Banyak yang ingin kukatakan..
Tapi tak ada kesempatan..
Semoga kau paham apa yang aku simpan dalam senyum dan lambaian ini..

Kita berpisah pada hari Minggu yang cerah..
Setahun yang lalu, kitapun berjumpa pada satu hari Minggu yang cerah..
Entah mengapa kebersamaan kita hampir selalu berlatar langit yang cerah..
Padahal biasanya aku lebih mencintai mendung daripada langit cerah..

Aku sudah berjanji bahwa tak akan ada air mata saat kita berpisah..
Kita saling menyampaikan pesan terakhir..
Kita tertawa canggung, seolah menilai setiap kata yang terucap..
Ketika kau berbalik arah, akupun melangkah pergi..
Tanpa pernah melihat ke belakang lagi..

Sejuta perasaan..
Tersembunyi dalam sebuah senyuman palsu..
Limpahan air mata..
Tertutupi oleh keceriaan yang juga palsu..

Mereka tertawa.. Mereka bercanda..
Mereka bagai menghiburku..
Namun aku bergegas melangkah pergi..
Aku ingin menikmati saat ini..
Sendiri saja..
Agar aku bisa merekam semua momen akhir ini ke dalam ingatanku..

Kulangkahkan kaki di jalan ini..
Sebuah ruas yang pernah kita lalui bersama..
Meski hanya satu atau dua kali..
Tapi jalan ini punya kisah istimewa tentang kita..

Aku rasakan wajah dan mataku mulai menghangat..
Sebercak air mata menutupi pandanganku..
Dadaku mulai sesak..
Akhirnya kuputuskan untuk melepaskan semuanya..

Sang Penguasa Hati tahu segalanya..
Ia memberikan sebuah hal yang mampu mengalihkan duka..
Satu ujian sederhana untuk membuatku melupakan sejenak..
Dan menahan aliran air mata yang hampir tercurah..

——————————

“Aku sudah tiba..
Terima kasih untuk segalanya..
God bless..”
Kabar pertama telah tiba dari tempat yang amat jauh..
Akhirnya air mata berjumpa dengan sudut bibir yang tersungging..

Setelah saat ini..
Semuanya tak lagi sama…
Yang tersisa hanya setumpuk kenangan..
Foto yang akan memudar..
Serta kisah yang semakin terlupakan..

Ketika kututup telinga,
Dan kupejamkan mata..
Ketika aku daraskan doa,
Dan kugenggam erat butir rosarioku..
Ketika kubuka mataku setiap pagi,
Hingga kurebahkan tubuhku kala malam menjelang..
Kenangan-kenangan itu masih melintas silih berganti dalam benakku..

Jaga dirimu baik-baik..
Berbahagialah dan buatlah aku selalu bangga..

Persahabatan tak mengenal batas..
Meski waktu tak mengenal keabadian..
Selamanya kebersamaan ini tak akan pernah terasa cukup..
Dan selamanya kau takkan tergantikan..


2 thoughts on “Sebuah Catatan Terakhir…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s