Siapa Tahu Butuh!! Sebuah Catatan Kecil Dari Phnom Penh

Ini adalah sebuah catatan kecil, tentang hal-hal kecil, di kota yang tidak kecil, bernama Phnom Penh..

1. Kurs

1 US$ = 4000 Riel (kurs ini sudah bertahun-tahun tak berubah.. hebat ya.. hehehe)

Transaksi di Kamboja bisa menggunakan mata uang US$, Riel, dan di beberapa tempat (seperti beberapa toko di bandara), bisa juga pakai Thai Baht. Jadi ngga usah pusing nyari money changer, cukup bawa US$ secukupnya (kalau bisa dalam pecahan kecil). Pedagang biasanya juga akan memberikan kembalian dalam mata uang US$ dan Riel, tergantung stock mata uang yang mereka miliki.

2. Alamat KBRI Phnom Penh

No. 1 Street 466 Corner Norodom Boulevard, Phnom Penh

Telp : +855-23-217934

3. Tarif Tuk-Tuk

Dari bandara ke riverfront area (Royal Palace, National Museum); Daun Penh area = 7 US$.

Dari riverfront ke Psar Russei = 4 US$

Dari riverfront ke Independence Monument; KBRI Phnom Penh (street 466) = 3 US$

Dari Psar Russei ke Independence Monument = 2 US$

Dari Daun Penh area ke riverfront area = 2 US$

Itu sih hanya patokan kasar saja, jadi silakan dibuka petanya, dan dikira-kira jaraknya, lalu mulailah bernegosiasi dengan sopir tuk-tuk. Semangat!!!

4. Harga Tiket Masuk dan Jam Buka

National Museum :  Tiket : 5 US$. Jam Buka : 08.00 – 17.00.

Silver Pagoda dan Royal Palace : Tiket : 6.5 US$. Jam Buka : 08.00-11.00; 14.00-17.00. Pakai baju berlengan dan celana di bawah lutut ya. Kalau pakai baju you can see, sebaiknya pakai pashmina atau syal.

Di dalam komplek Silver Pagoda ada stupa tempat penyimpanan abu King Father Norodom Sihanouk (lihat aja yang di pelatarannya ada karangan bunga).

Wat Phnom : Tiket : 1 US$. Jam buka : 07.00-18.00. Di seberang Wat Phnom ada patung Daun Penh, jangan lupa mampir ya..

Independence Monument & Norodom Sihanouk Memorial Statue : free

Semua Buddhist Pagoda/ Wat : free. Jangan lupa pakai pakaian yang sopan, buka sepatu dan topi saat hendak masuk, dan hormati mereka yang sedang beribadat. Jika hendak duduk di dalam pagoda, apalagi di depan patung Buddha, usahakan duduk bersimpuh dan jangan bersila (perhatikan supaya jari-jari kaki kita tidak mengarah ke patung Buddha). Kalau ada biksu, sekalian aja minta berkat (jangan lupa untuk memberi donasi seikhlasnya).

Tuol Sleng Genocide Museum : Tarif : 3 US$. Jam Buka : 08.00-17.00 (tutup pada saat makan siang)

Choeung Ek Memorial/ Killing Field : Tarif : 6 US$ (sudah termasuk audio guide). Jam buka : 07.30-17.30

5. Toko Buku

Siapa tahu mendadak pengen hunting buku tentang sejarah Kamboja,, monggo mampir disini…

Bohr’s Book (buka pk. 08.00-20.00, tapi kadang bukanya nggak ontime). Lokasinya di #3 Sothearos. Kalau dari gerbang Wat Ounalom, lihat aja ke arah serong kanan. Kalau dari Royal Palace, jalan lurus aja ke arah Wat Ounalom. Sebelum ketemu Wat Ounalom, tengok kanan, nah itulah Bohr’s Book. Toko ini menjual berbagai buku tentang Kamboja, novel, pelajaran bahasa, lonely planet, biografi, dan lain-lain, dalam bahasa Inggris dan perancis. Buku yang dijual adalah buku bekas, baru, dan semi bajakan (copy dari buku asli). Untuk buku versi copy, harganya mulai dari 3 US$. Lonely planet versi copy harganya 4 US$, sedangkan buku-buku bekas dijual dengan harga mulai dari 5 US$ (tergantung kondisi dan tebal tipisnya).

D’s Books (buka dari pk. 08.00). Lokasinya di #79 street 240, dan di street 178 (kalau dari Royal Palace, lurus aja sampe ketemu perempatan jalan 178, lalu belok kanan ke arah sungai. Jual buku baru dan bekas, tapi kebanyakan novel. Buku-buku tentang Kamboja juga ada, tapi tidak sebanyak di Bohr’s book. Kemarin lihat buku tentang Angkor (tebel banget) seharga 15 US$ (kalau beli di toko online sekitar Rp. 300 ribuan). O, ya, buku yang dijual ada yang versi copy, ada juga yang asli. Disini juga dijual cd lagu yang dinyanyikan oleh King Father Norodom Sihanouk.

Monument Books. Lokasinya di #111 Norodom Boulevard, dan di departure area Phnom Penh International Airport. Sebagian besar buku yang dijual adalah tentang Kamboja dalam Bahasa Inggris dan Perancis. Ada juga jurnal-jurnal dan buku-buku terbitan lokal tentang sejarah Kamboja dan tentang candi-candi di Kamboja (langka dan susah didapat di toko buku lain).

Reyum Gallery. Lokasinya di #47 street 178. Menjual buku tentang seni budaya Kamboja.

Selain itu, buku-buku semi bajakan tentang sejarah Kamboja, buku pelajaran bahasa, kamus, dan buku pelajaran sekolah bisa juga didapatkan di dekat pintu masuk utama Central Market (Phsar Thmei), di street #130, dan street #108 (seberang night market).

6. Pasar

Ada beberapa pasar yang tersebar di dalam pusat kota Phnom Penh, antara lain  :

Central Market/ Phsar Thmei. Bangunannya unik, berbentuk kubah berwarna kuning (dulu saya kira ini adalah masjid..hehehe). Bangunan pasar ini sudah ada sejak tahun 1937, dan untungnya tak dihancurkan oleh rezim Khmer Rouge. Disini tersedia kain sutra, baju tradisional, baju modern, taplak tenunan bergambar Angkor, kain krama (itu lho kain kotak-kotak yang dipakai jadi syal), peralatan rumah tangga, barang elektronik, kaos, batu akik, ukiran, handphone, dan banyak lagi. Hati-hati tersesat, karena berbentuk lingkaran dengan banyak pintu, jadi suka bingung tadi masuknya dimana dan harus keluar dimana.. hehehe…

Russian Market/ Phsar Tuol Tom Pong.
Hmm… pasar ini dikenal sebagai pasar sauna.. hehe.. beneran cobain aja.. baru masuk aja udah langsung bikin keringat bercucuran. Ada apa saja disini? souvenir khas Kamboja, patung-patung, kaos, kain sutra dan krama, pakaian tradisional dan modern, dvd bajakan (hehehe), perhiasan, sepatu, sparepart kendaraan, makanan, sagala aya…

Phsar Kandal dan Old Market (Phsar Chas). Lokasinya di street 13, mulai dari belakang Wat Ounalom terus membentang ke arah utara. Ini pasar tradisional yang mirip dengan pasar-pasar di Indonesia. Mau cari toko bahan makanan, bahan kue, sayur mayur, sampe penjual baju, souvenir, kelontong, kaos, sendal dan ban pinggang, ada deh disini. Di sepanjang jalan juga banyak kios makanan, kayak tukang mie dan roti Perancis. Ada yang unik dengan tukang mie disini, mereka merendam sendok, garpu, dan sumpitnya di dalam sebuah wadah logam berisi air panas. Kebiasaan ini sudah ada sejak dulu, bahkan sebelum rezim Khmer Rouge berkuasa. Jangan ragu untuk bertanya apakah makanan yang disajikan halal atau tidak. O iya, kalau mau cari mie instan asli Kamboja (yang kuahnya tidak keruh saat diseduh/ direbus), banyak dijual di pasar ini, cari aja toko bahan makanan, terus tunjuk deh mienya (pedagang di pasar ini agak kurang bisa berbahasa Inggris, jadi kalau bisa bawa contoh benda yang mau dibeli atau langsung tunjuk di tempat).

Night Market. Karena namanya night market, jadi bukanya ya cuma di malam hari. Lokasinya ada di taman antara street 106 dan 108. Buka mulai jam 17.30 hingga sekitar pukul 23.00. Kalau lagi musim hujan, pasar ini lebih sering tutup. Konon katanya (maklum belum pernah kesini) disini dijual berbagai macam pakaian modern, sepatu, dan perhiasan. Terus disini juga dipasang panggung hiburan dan kita bisa nonton serasa piknik.

PS :

Menurut seorang warga Indonesia yang sering survey pasar disini, harga pakaian bermerk (seperti jeans Levi’s dan kawan-kawannya) di Phnom Penh, jauh lebih murah daripada di Indonesia, padahal kualitasnya sangat bagus. Ada beberapa kemungkinan mengapa bisa begitu. Pertama, katanya sih (katanya lho), pakaian ini adalah hasil curian karyawan dari pabriknya saat proses pencucian. Kedua, karena pakaian ini berkualitas KW (tapi menurut beliau ini, barang yang dijual adalah produk asli dengan kualitas yang bagus kok, jahitannya rapi, bahkan segel merknya masih terpasang dengan baik). Ketiga, karena sebagian besar pakaian dan sepatu dibuat di Vietnam. Jadi meskipun kualitasnya baik, tapi bagi orang Kamboja segala sesuatu yang dibuat di Vietnam itu dianggap barang “tidak original”, alhasil dijual murahpun mereka kurang berminat.

Jangan khawatir, belanja di pasar berarti bisa ditawar. Asal tega dan ulet, harga masih bisa turun.

O, iya, kisaran harga T-shirt adalah 3 US$-5 US$ per potong. Biasanya kaos yang berwarna putih harganya lebih mahal.

Harga taplak tenun bergambar Angkor/ Gajah ukuran 2 m x 1 m, sekitar 3 US$.

7. Terobsesi dengan Kamboja sampai ingin membeli bendera, badge bendera bordir,  dan poster foto raja?

Hehehe… terserah deh mau bilang apa. Yang pasti, dari sebelum berangkat saya udah niat banget pengen beli bendera Kamboja dan badge bendera. Sempat hunting ke toko buku, tapi ngga ada. Mereka bilang cari aja di pasar. Akhirnya di Russian Market saya menemukan tukang souvenir yang menjual berbagai macam ukuran bendera. Mau yang besar untuk dikerek, bendera kecil yang untuk di meja, sampai badge bendera bordiran? semua ada.. Asal berani nanya..

Ketika saya jalan menuju Central Market, ada sebuah toko di street #130 yang menjual alat tulis, buku-buku, bendera negara, bendera Buddha, dan badge bendera bordiran dari berbagai negara. Jadi kalau kita jalan dari arah riverfront menuju ke Central Market, toko ini ada di sebelah kiri (pasang mata aja ya..soalnya saya juga lupa nyatet nama tokonya.. hehehe). Terus di pintu utama Central Market juga ada beberapa kios souvenir  yang juga menjual barang-barang seperti itu.

Di street 108, tepat di seberang night market, ada beberapa kios yang menjual buku pelajaran sekolah, kamus-kamus, bendera, badge, dan poster foto King Sihamoni, King Sihanouk dan Queen Monineath. Ini nih yang bikin semangat.. hehehe… Posternya ada yang hanya berisi satu foto besar saja, dan ada juga yang berisi kolase foto. Dulu waktu jenazah King Father Sihanouk masih disemayamkan di Royal Palace, banyak banget tukang poster ini di depan halaman Royal Palace. Nah, sisa-sisanya masih bisa ditemukan di street 108 ini.

8. Mencari makanan halal?

Nah, di Phnom Penh dan sebagian besar provinsi Kamboja, daging yang paling umum ditemukan adalah daging babi. Bentuknya sulit dibedakan dari daging sapi karena sudah diolah sedemikian rupa hingga berbentuk bakso atau daging cacah. Secara umum, harga makanan yang menggunakan daging babi ini juga lebih murah daripada yang menggunakan daging sapi. So, sebelum makan, tanyalah dulu ke tukangnya!

Daripada bingung dan laper, mending dateng aja ke tempat yang menjual makanan yang pasti halal. Salah satunya di Warung Bali yang berlokasi di 25 Eo, street 178 (Samdech Preah Sokun Mean Bonn street). Teleponnya +855-12-967480. Lokasinya tepat di sebelah Frangipani Hotel Royal Palace, seberang taman di depan National Museum. Datang dan buktikan sendiri kedahsyatan masakannya!! Mereka menyajikan makanan khas Indonesia dan juga makanan Kamboja seperti amok. Pokoknya feels like home deh…

9. Ngobrol sama Biksu

Setiap Minggu sore, para Biksu mendapat kesempatan belajar di gedung Supreme Court, yang lokasinya dekat dengan Royal Palace.Setelah belajar mereka akan menghabiskan sore hari di taman dan trotoar depan Royal Palace. Mereka ramah-ramah lho, mau diajak foto bareng, bahkan bersedia diajak ngobrol panjang lebar mengenai banyak hal. Biksu yang senior sebagian besar sudah lancar berbahasa Inggris, sedangkan biksu yang junior kebanyakan masih dalam tahap belajar, jadi agak malu-malu dan gugup. Jika mau bertemu dan berbincang dengan mereka, monggo nongkrong di depan Royal Palace setiap Minggu, mulai sekitar pk. 16.00. Oh iya, kalau mereka dalam posisi duduk, kita juga harus duduk sama rendah dengan mereka ya, jangan sampai kita bicara dengan posisi yang lebih tinggi dari mereka. Terus kalau mau motret, minta izin dulu yaa.. Jangan langsung jepret aja..

10. Tidak, Terima Kasih!

Bete dikejar-kejar sopir tuk-tuk?

Udah bilang, “No, thank you!” tapi dicuekin dan malah terus dibuntutin mereka?

Nih, kalimat ampuh supaya mereka terhenyak sesaat dan kita bisa melarikan diri : Awt Tay, Aw koon! (Bacanya owte, orkun!). Hehehehe.. sudah terbukti berhasil.. (contekan dari Pak Kasmin Warung Bali.. Thanks ya, Pak…)

12. Peta dan Visitor Guide

Peta dan Visitor Guide bisa didapat di toko buku, apotek, restaurant, hotel, airport (tapi petanya agak kurang OKE nih), galeri, dan toko-toko tertentu. Kalau mau free download visitor guide bisa buka di http://www.canbypublications.com/ Ada yang Phnom Penh, Siem Reap and Angkor, dan Sihanoukville.

So.. Selamat jatuh cinta pada kota Phnom Penh…


4 thoughts on “Siapa Tahu Butuh!! Sebuah Catatan Kecil Dari Phnom Penh

  1. Saya udah penasaran banget sama Phnom pehn.. Toul sleng- killing field dan lainnyaa…
    Stelah baca postingan ini dan yang lainnya. Makin pengen kesana…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s