Jika kamu bisa kembali ke masa itu..

Kemarin malam, dalam perjalanan pulang ke rumah, aku menyimak siaran dari sebuah radio swasta.
Sang penyiar menyampaikan bahwa saat itu sedang ada Festival 90’s (bener kagak ya namanya?) di Senayan..
Ia mengajukan pertanyaan, “apa sih yang kamu ingat dari masa 90an?”
Dalam hati aku menjawab : Doraemon.. hahaha…entah mengapa dr jaman aku masih imut hingga sekarang aku sudah jadi cantik kayak gini, aku tetap terobsesi pada Doraemon dan segala peralatan ajaibnya.
Tapi apa yang ingin kutuliskan disini bukan tentang Doraemon, walau mungkin ada hubungannya dengan si kucing ajaib itu.
Jadi, penyiar radio itu menanyakan sebuah pertanyaan lanjutan : “Apa yang akan kamu lakukan, jika kamu bisa kembali ke tahun 90an?”
Awalnya aku tak memikirkan jawaban apa-apa atas pertanyaan itu. Aku mengingat lagi, tahun 90an adalah masa-masa ketika aku masih SD (dan awal SMP), dan rasanya di periode itu, aku tak punya suatu keadaan yang ingin kuubah..
Tapi, setelah beberapa saat, ketika penyiar itu melontarkan lagi pertanyan itu, mendadak mataku terasa berkaca-kaca.
Aku tahu jawaban atas pertanyaan itu. Aku tahu apa yang akan kulakukan jika aku bisa kembali ke tahun 90an.

Pikiranku melayang pada sebuah rumah tua di sebuah kawasan kumuh di kota Bogor.
Malam itu, 3 Februari 1997 adalah hari yang tak pernah bisa kulupakan seumur hidup.
Aku ingat, aku berbaring di ranjang nenekku yang sedang sakit parah, aku di sisi dalam, emak (nenek) di sisi luar.
Sudah sekian lama sejak beliau terkena serangan strokenya yang kedua, dan itu membuat beliau menjadi sosok yang berbeda dengan emak yang selalu aku kenal sepanjang hidupku.
Emak sepertinya sudah tak ingat aku, tatapannya kosong setiap menatapku..
Aku waktu itu belum mengerti bahwa aku harusnya merasa pedih karena aku sudah terhapus dari ingatan Emak.

Malam itu..
Aku sengaja berbaring di ranjang emak, tepat di sebelahnya.
Emak berbaring membelakangiku.
Namun tiba-tiba ia membalik badannya dan memelukku..
Begitu erat dan lama..

Aku membalas pelukannya.
Tanpa ada prasangka apapun, karena sejak dulu Emak sering sekali memelukku.
Aku hanya merasa canggung, karena sudah lama Emak tidak memelukku.

Itulah saat terakhir aku merasakan kehangatan tubuh Emak.
Itulah pelukan terakhirnya..
Itulah tanda cintanya yang terakhir bagiku..

Keesokan harinya, ketika aku pulang dari sekolah, Emak sudah pergi jauh, dan tak akan kembali lagi..

Kini aku tahu apa yang akan kulakukan jika aku bisa kembali ke masa itu.
Aku takkan melepaskan pelukan Emak malam itu..
Dan akan kukatakan, “Aku sayang Emak..”

“So tell that someone that you love, just what you’re thinking of, if tomorrow never comes…”


2 thoughts on “Jika kamu bisa kembali ke masa itu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s