Rindu

Mungkin terlalu dangkal jika kukatakan bahwa makna rindu adalah hasrat ingin berjumpa.
Tapi itulah yang kurasakan saat ini. Rindu.. Ingin pulang.. Ingin berjumpa..

Dia, meski sudah tak muda lagi, selalu memanggilku untuk datang kepadanya, memandang wajahnya yang baru, memandang senyumnya yang akhirnya bisa tergurat lagi setelah sekian lama digerogoti penyakit dalam tubuhnya.
Ia bagai ingin aku bercerita tentangnya yang selalu terlihat mengagumkan di bawah cahaya mentari pagi dan entah mengapa selalu tampak sendu ketika petang menjelang.

Aku rindu padanya, pada kisah-kisah yang mengalir dari bibirnya.
Meskipun tak selalu cerita indah yang ia berikan, tapi aku selalu ingin mendengarnya lagi dan lagi.
Aku rindu memeluk tubuhnya yang hangat, meski kadang terlalu panas dan membuatku tak berdaya dalam rengkuhannya.
Aku rindu dengan aroma tubuhnya yang membuatku selalu mengenangnya meskipun aku jauh.
Aku rindu pada setiap inci tubuhnya yang selalu membuatku terpana.
Aku rindu.. ingin pulang ke hatinya..

Setiap hari aku bertanya-tanya, kapan aku bisa bertemu dengannya lagi?
Ia begitu jauh, begitu tak terjangkau.
Padahal hasrat ini sudah tak mampu terbendung lagi..
Dan rindu ini sudah tak bisa kutahan lagi..

Aku rindu pada setiap guratan di wajahnya yang menua.
Aku rindu pada tatapan matanya yang memberikan banyak makna.
Mata yang selalu membuatku merasa hidup dan tak pernah lelah menatapnya.
Aku rindu pada keramahannya, pada banyak hal yang tak pernah bisa kubaca dalam pikirannya, yang mengundangku untuk selalu berpikir dan bertanya-tanya.
Aku rindu pada senyumnya, pada setiap kerutan yang muncul di wajahnya ketika ia tersenyum.

Aku rindu.. Aku ingin pulang..
Aku ingin berlari ke dalam pelukannya, dan melepaskan semua rindu ini..
Aku ingin menatap matahari terbit dari teduh matanya, dan menyaksikan mentari terbenam yang terpantul di wajahnya..
Aku ingin memeluk tubuhnya dan tak melepasnya lagi..
Aku ingin merasakan kenyamanan yang selalu ia berikan ketika aku ada di sisinya..
Aku ingin bersandar di bahunya yang tegar, yang telah teruji oleh waktu..

Phnom Penh..
Rindu ini tak tertahan lagi..
Meski entah kapan bisa kembali..

image


13 thoughts on “Rindu

      1. iya maksudnya rindu tanah air indonesia gitu.. hehehe…

        soale liriknya gak spesifik ke org sih, makanya kepikiran kyknya kangen indonesia deh, apalagi sdg di pnompenh๐Ÿ˜€

  1. Saya malah kangen Siem Reap… soalnya dulu menatapnya cuma sebatas monumen megah yang penuh misteri tapi setelah misterinya disingkap sedikit-sedikit, wow… yah mudah-mudahan suatu hari nanti bisa kembali ke sana. Nabung, yuk? Nanti mudah-mudahan kita bisa pergi bertiga dengan Mbak Riyanti juga :haha.

    1. Itulah masalah utamanya, kak : tabungan belum cukup buat kesana… hiks…
      Yuk nabung, kak…supaya tahun ini bisa kembali kesana..๐Ÿ™‚
      Nanti di Siem Reap, Kak Gara jadi tour guide yah…๐Ÿ˜‰

  2. Baca postingan ini rasanya ada dua makna… hihihi… marilah kita siapkan dana untuk kesana… Tapi lucu, satu di Phnom Penh, satunya di Siem Reap, mungkin aku di Kp Thom aja.. jagain sambor pre kuk hahahaha…

      1. Nah kaaaaaaannnn… waktu ke vietnam ada temen bule abis berboat ria via sungai dari Siemreap ke PP. katanya bagus banget. Mungkin bisa dicoba yaaa… jadi kapaaaannn??? WA yaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s