Aroma Bandrek..

Bandrek panas itu tersaji di atas meja kerjaku,
Aromanya menguar bagai membawa kenangan pada setiap uapnya yang mengepul.
Kebaikan seorang sahabat yang menyembuhkan..
Sebuah perjalanan panjang nan menantang dan akhirnya bisa terlampaui..

Suara hujan masih menggema di luar jendela.
Tak henti dibingkai mendung tebal.
Setiap titik airnya bagai membuka kenangan yang telah lalu..
Sebuah perjalanan jauh penuh kisah tak terlupakan..

Segelas bandrek dan suara hujan..
Tatapan hangat ketika dingin menyengat..
Tawa ceria yang mengalahkan rasa tak berdaya..

Ugh.. Bandreknya terlalu pekat.. Pedas..
Buyarlah semua kenangan yang tersusun..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s