Uncategorized

Aroma Bandrek..

Bandrek panas itu tersaji di atas meja kerjaku, Aromanya menguar bagai membawa kenangan pada setiap uapnya yang mengepul. Kebaikan seorang sahabat yang menyembuhkan.. Sebuah perjalanan panjang nan menantang dan akhirnya bisa terlampaui.. Suara hujan masih menggema di luar jendela. Tak henti dibingkai mendung tebal. Setiap titik airnya bagai membuka kenangan yang telah lalu.. Sebuah perjalanan… Continue reading Aroma Bandrek..

Uncategorized

Haruskah Pergi?

Kamu bilang kamu tak bahagia, Kau jelaskan semua hal yang membuatmu tak bahagia. Kau bilang semua ini membebani hidupmu, Sejak kau membuka mata, hingga kau beranjak terlelap.. Aku tak pernah sadar kau menanggung semua ini sendirian.. Aku tak pernah menyangka hingga kau katakan semua.. Lalu kau memutuskan untuk pergi.. Aku tak bisa menahanmu, atau meyakinkanmu,… Continue reading Haruskah Pergi?

Uncategorized

Selasa Pagi Menjelang Siang…

Waktu itu aku telah berjanji, Untuk melupakanmu dan semua perasaan ini.. Tapi aku tahu aku gagal, Mungkin aku belum berhasil.. Karena hari ini aku menempuh perjalanan, sejauh 2 centimeter dalam peta, Hanya untuk melihat senyumanmu.. Dan disinilah aku, Berdiri menyusun kata-kata.. Menahan degup jantungku yang tak terkendali.. Merasa bodoh karena berusaha mencari perbedaan antara Sudirman… Continue reading Selasa Pagi Menjelang Siang…

Uncategorized

Setelah Peristiwa Itu…

Catatan Celina : Tulisan ini bukan dimaksudkan sebagai rekaman sejarah, mohon maklum atas ketidakakuratan yang timbul di dalamnya. Perjalanan berdua dengan ayah saya selalu membuka banyak cerita. Saya selalu tertarik┬ámendengar cerita panjang keluarga kami, khususnya keluarga ayah yang pernah bersinggungan dengan sejarah gelap negeri ini. Sabtu lalu, tema pembicaraan kami cukup berat. Ayah saya seperti… Continue reading Setelah Peristiwa Itu…