Sadar Gak Sih?

Tadi siang, ya baru saja tadi siang, saya berkendara menyusuri jalan tol dalam kota Jakarta. Di depan mobil kami, melaju sebuah fortuner hitam. Oke.. Tampaknya seperti sebuah momen biasa di hari yang biasa. Yang bikin luar biasa adalah ketika dari jendela fortuner itu melayang sebuah botol plastik. Ya.. salah seorang penumpangnya membuang botol plastik ke jalan tol!

Sadar gak sih, tindakannya itu bisa membahayakan pengendara di sekitarnya? Sadar gak sih, dia tuh udah buang sampah sembarangan, udah mengotori lingkungan, udah menimbulkan potensi banjir?

Oke, kita tinggalkan si fortuner hitam nan jorok tadi. Beberapa bulan yang lalu saya naik angkot yang sedang ngetem di depan Taman Topi Bogor. Tak lama kemudian ada seorang anak sekolah dan ibunya naik. Anak itu sedang minum minuman dalam botol kemasan, dan setelah habis, ia bertanya pada ibunya, “Mah, ini botolnya dikemanain?”. Tau gak apa jawaban ibunya? Nih jawabannya : “Lempar aja keluar!”

Saya sampe speechless… Hmm.. iya, saya seharusnya menegur mereka. Saya salah banget karena ngga berbuat itu. Saya cuma membatin doang, sadar gak sih ibu itu udah ngajarin nggak bener ke anaknya? Sadar gak sih mereka udah merusak keindahan kota ini? Nggak jarang saya menyaksikan sendiri banyak orang tua yang menyuruh anaknya membuang sampah ke jalan, ke got, ke sungai, atau bahkan ke halaman rumah orang. Hadeuuh..

Kasus berikutnya adalah ketika saya menyusuri Sungai Melawi di Kalimantan Barat. Salah satu rombongan kami membuang pembungkus makanan langsung ke sungai. Kali ini saya memberanikan diri menegur secara halus, “Kasihan sungainya, kalau kita buang sampah ke dalamnya…”. Jawabannya? “Ah, biar saja, kan sampahnya ikut mengalir bersama sungai.”

Yaelahhh… sadar ngga sih, aliran air sungai pada akhirnya akan bermuara ke laut? Sadar nggak, sampah-sampah itu akan menumpuk di pantai dan di laut? Sadar ngga, sampah mereka bisa membunuh makhluk hidup di sungai dan juga di laut? Sadar gak, lama-lama sampah itu bisa menimbulkan pendangkalan sungai? Terus kalau banjir nanti malah menyalahkan pemerintah gitu?

Lalu ketika alam marah, kita malah bertanya, “Mengapa di tanahku terjadi bencana?”. Mengapa kita tak bertanya, “Apa yang telah kulakukan hingga di tanahku terjadi bencana?”

 

Seorang sahabat pernah berkata bahwa tingkat kesadaran lingkungan seseorang tidak berkorelasi dengan tingkat pendidikannya, tingkat kemapanan ekonominya, bahkan tidak mencerminkan kadar keimanannya. Mungkin terlalu ekstrim sih, tapi setelah saya pikir-pikir lagi, pendapat dia memang ada benarnya. Memang gak semua seperti itu, tapi ketika kita menemukan penumpang mobil mewah buang sampah sembarangan, atau umat yang meninggalkan sampah di rumah ibadat, sepertinya kita memang perlu merefleksikan lagi kata-kata sahabat saya itu.

Nggak munafik juga, kadang saya sendiri suka lupa dan khilaf buang sampah sembarangan, bahkan kadang sengaja karena ingin praktis. Tapi… Ayolah mulai detik ini, mari kita mulai sadar dengan hal-hal yang ada di sekitar kehidupan kita, salah satunya dengan lingkungan kita.

Para orang tua dan guru, ajarkanlah hal-hal yang benar pada anak-anak kita. Jadilah teladan yang baik dan benar. Apa yang kita ajarkan saat ini pada anak-anak kita akan mengakar terus dalam benak mereka, lalu mereka ajarkan ke anak-anak mereka, terus menerus ke generasi berikutnya selama bumi masih mengizinkan manusia berkembang biak. Bisa jadi ketika saat ini kita mengajar mereka untuk tidak peduli lingkungan, beberapa puluh tahun kemudian cucu dan cicit kita akan mengubur bumi ini dengan sampah.

Dan kita sebagai generasi muda, yuk kita memutus mata rantai kebiasaan buruk kita, khususnya ketidaksadaran kita pada lingkungan. Stop buang sampah sembarangan. Suer, nggak elegan banget sih bergaya trendi tapi ngelempar sampah ke jalanan. Ngaku anak gaul tapi kelakuannya kok primitif banget sih. Sekarang ini sudah tahun 2016, mari merasa bangga karena sudah bertindak mencintai lingkungan, dan mari merasa malu untuk membuang sampah sembarangan.

#sayamalubuangsampahsembarangan

img-20160223-wa0000.jpg


3 thoughts on “Sadar Gak Sih?

  1. #Saya(akan)malubuangsampahsembarangan.

    Bacaan yg menyadarkan, mba. Terima kasih atas pencerahannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s