Maaf.. Aku Rindu..

Hai, kamu yang disana..

Apa kabarmu? Semoga kamu baik-baik saja ya..

Hari ini tepat satu tahun dua bulan sejak terakhir kali kita bertemu. Tak terasa ya sudah selama itu..

Beberapa hari belakangan mendadak aku merasa rindu. Mungkin karena kamu hadir dalam mimpiku Minggu malam lalu, meski aku sudah tak ingat lagi apa isi mimpiku. Tapi yang pasti ada kamu disitu. Aku yakin itu kamu.

Katanya ketika kita bermimpi berjumpa seseorang, sebetulnya jiwa kita sedang bertemu. Maafkan aku yang bertanya dengan konyol, apakah malam itu ada aku di mimpimu?

Rindu itu pula yang membuatku mencari halaman facebookmu. Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku mengamat-amati isi dinding facebookmu. Eh, ternyata akun facebook lamamu sudah tidak aktif. Kosong.. Tanpa sisa jejakmu disana..

Hmm,, kamu sudah punya akun baru ya? Kok kamu tidak mengadd aku?

Ah, sudahlah, mengapa aku jadi membahas akun facebookmu.

Bagaimana hidupmu? Apakah kamu masih sibuk dengan perhitungan-perhitungan teknikmu? Apakah kamu masih sering ditelepon oleh rekan kerjamu, bahkan di malam hari dan hari libur sekalipun? Apakah kamu sudah pindah area tugas lagi? Apakah kamu masih menjadi orang paling sering stand by saat liburan? Apakah kamu masih punya kehidupan di luar pekerjaanmu?

Langkah kita telah semakin menjauh. Bahkan kini aku sudah lupa bagaimana rasanya kehilanganmu. Aku sudah lupa perasaan bahagia ketika bercakap-cakap denganmu meskipun hanya lewat whatsapp.

Tapi rinduku hari ini membuatku ingin merasakan lagi rasa itu.

 

Hai, kamu yang disana..

Pernahkah kamu menghitung berapa lama kita tak bertukar kabar?

Apakah kamu pernah merasa bahwa aku menghilang dari hidupmu?

Maafkan aku jika hari ini aku ingin sekali mendengarmu menjawab “Ya” untuk dua pertanyaan itu.

Rasanya sudah terlalu lama sejak aku memutuskan untuk berhenti menghubungimu dan menunggu kamu menghubungi aku duluan.

Sudah terlalu lama hingga aku sibuk dengan duniaku sendiri dan kita semakin menjauh.

Sudah sejauh apa perjalananmu? Apakah kamu sudah berhasil berkeliling separuh dunia untuk kau kisahkan pada anak cucumu nanti?

Apakah kamu masih ingat bahwa kita masih punya rencana perjalanan yang belum terealisasi? Ah.. Mungkin semua rencana itu sudah lenyap, dibuang bersama lembaran kalender yang sudah berlalu.

Aku sudah mencapai tempat itu, sendiri tanpamu. Tak sesulit apa yang kita bayangkan. Kita saja yang tak pernah membulatkan tekad. Kita saja yang tak pernah mau sedikit berupaya keras.

 

Hai, kamu yang disana..

Maafkan aku jika hari ini aku menuliskan semua ini untukmu. Meski mungkin kau tak akan pernah membacanya.

Karena hari ini rinduku tak bisa ditahan lagi..

Padahal seluruh foto-fotomu sudah kumusnahkan dari semua media penyimpanan.

Padahal aku tak berani menyapamu duluan, meski hanya sekadar kirim sms atau whatsapp.

Maka maafkan aku ketika hari ini kukatakan aku merindukan masa lalu kita.

 

Dan maafkan aku yang sudah mengadd facebook barumu. Tolong segera diconfirm  ya..

 
image


2 thoughts on “Maaf.. Aku Rindu..

  1. :’)
    pasti ada ya, masa dimana kita rinduuuu sekali sama seseorang dari masa lalu. rindu yang mungkin salah, mungkin juga tidak. entahlah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s