Hanya Satu Cerita (?)

Setelah lebih dari lima tahun bergaul dengan wordpress, saya baru tahu bahwa link tulisan blog bisa langsung di-share ke berbagai akun social media. Yaelah.. gaptek bener yak.. Maklum selama ini saya memakai blog ini seperti buku harian, alias hanya untuk menuliskan isi hati dan kemudian dibaca sendiri. Jadi ngga pernah ngulik fitur-fitur ajaibnya wordpress.. hehehe..

Nah… setelah tahu fitur itu, saya coba-coba deh menshare link blog saya ke akun facebook dan twitter. Ceritanya sih biar trafiknya naik gituuu.. Tapi setelah nongol di facebook saya malah kalang kabut sendiri. Blog saya ini kan dirahasiakan keberadaaanya dari teman-teman saya, hanya enam orang di penjuru dunia ini yang tahu dan bisa menghubungkan celina2609 dengan saya sebagai pemiliknya. Lah, kalau dishare di facebook artinya kan menyebarluaskan keberadaan blog ini dong.. Wah… alamat ngga bisa nulis yang aneh-aneh lagi dah… Akhirnya saya memutukan hubungan celina2609 dengan facebook saya, sedangkan yang di twitter tetap saya pertahankan, mengingat teman-teman saya di twitter sangat sedikit dan yang sedikit itu juga (sepertinya) sudah jarang membuka twitternya… Hehehe.. itu asumsi saya doang sih..

Eh.. ternyata.. salah seorang teman merajut saya sering membuka link tulisan saya di twitter, hingga pada pertengahan Februari 2016 ia memberikan link pendaftaran grup “Satu Minggu Satu Cerita”. Wah.. apa pula gerangan ini? Teman saya itu memberikan sedikit gambaran tentang grup ini yakni setiap member harus mempublish satu cerita setiap minggunya.

Butuh tiga hari untuk menimbang, memikirkan, hingga akhirnya memutuskan bergabung di grup ini. Saya khawatir tidak bisa berkomitmen untuk rutin menulis setiap minggunya. Kadang saya memang bisa sangat produktif menghasilkan tulisan setiap hari, tapi lebih seringnya sih saya sangat tidak produktif, kadang bisa berminggu-mingu tanpa menulis apapun. Sejak akhir tahun lalu saya mengikuti Weekly Photo Challenge yang diadakan oleh WordPress supaya ada pemicu bagi saya untuk menulis. Jika saya bergabung dengan Satu Minggu Satu Cerita, berarti dalam satu minggu saya harus membuat dua tulisan. Sanggup gak ya? Bisa gak ya? Terus nanti harus nulis apa ya?

Akhirnya… Setelah bertapa tiga hari tiga malam (lebaaay…), saya memutuskan untuk mendaftar di grup ini.. Harapannya supaya saya bisa lebih terpacu membuat tulisan yang bermutu dan blog saya bisa naik level, tak hanya sekedar jadi tempat curhat saja. Saya juga yakin bisa mendapat banyak ilmu dari teman-teman yang sudah lama berkecimpung dalam dunia tulis menulis.

Ketika Bu Admin meng-approve submission saya dan kemudian menggabungkan saya dalam grup whatsapp, saat itulah saya baru sadar bahwa saya hanya punya waktu satu hari untuk membuat tulisan pertama saya. Yup… saat itu Kamis sore tanggal 18 Februari 2016. Otak lagi mandek ga ada ide. Saya bingung dan sempat berpikir untuk tidak setor dulu. Tapiii… baru aja minggu pertama.. Masak sih udah absen aja…

Kamis malam terlalui tanpa ada ide yang mampir di kepala. Jumat pagi datang membawa awan mendung, dan saya tiba-tiba teringat cerita seorang sahabat yang baru bisa merelakan kepergian kekasihnya. Tadaaa… akhirnya jadilah tulisan pertama saya untuk Satu Minggu Satu Cerita, judulnya Happy Birthday.

Begitu link tulisan itu saya posting di grup whatsapp, ternyata ada yang bilang tulisan saya bikin sedih… Hiks… sebenarnya saya juga menuliskan itu sambil berkaca-kaca menahan tangis..

Tanggapan positif serta apresiasi yang saya terima pada minggu pertama itu memberikan saya sebuah komitmen untuk rutin menyetor tulisan setiap minggunya tanpa absen. Tapi… sejujurnya… saya minder banget berada dalam grup ini. Bagaimana tidak, membaca tulisan mereka membuat saya sadar bahwa saya tak ada apa-apanya. Kualitas tulisan mereka membuat saya takjub. Tema ringan saja bisa dibuat menjadi sangat menarik. Beberapa member bahkan punya blog profesional dan banyak yang tulisannya sudah melanglang buana. Sedangkan saya? Ah… saya hanya butiran bumbu mie instan… (karena butiran debu sudah terlalu main stream).

Syukurlah… teman-teman baru saya di grup ini sangat rendah hati. Dengan caranya sendiri, mereka bisa membuat saya termotivasi dan merasa diterima (meski sampai sekarang saya masih suka merasa minder juga.. hehehe).

Satu Minggu Satu Cerita.. Kesannya sih simple ya.. Membuat satu cerita dalam jangka waktu satu minggu, sejak hari Sabtu hingga hari Jumat. Tapi kenyataanya sih tak sesimple itu. Saya sering bingung mau menulis apa. Mau menulis tema yang agak berat, tapi malas untuk mencari data pendukung. Mau menulis cerita lucu, tapi saya ngga bakat melucu. Akhirnya saya kembali ke style semula : curhat.. Maka maafkan ya kalau tulisan saya baper melulu..

Perjuangan memperoleh ide inilah yang kadang bikin pusing… Apalagi kalau sudah hari Rabu dan kepala saya masih blank gak tau mau nulis apa. Bawaannya udah senewen tingkat tinggi. Dan biasanya semakin dicari, ide itu malah semakin tak mau mendekat.. Seperti pada kejadian dua minggu lalu, ketika admin berencana memberikan give away berupa teri kece. Saat itu saya sudah hampir menyerah dan angkat bendera putih. Sudah hari Kamis dan tak ada satupun ide yang mampir di kepala saya, plus di pabrik sedang banyak masalah yang membuat saya tak bisa duduk tenang untuk mencari inspirasi. Ide tulisan Sahabat Untuk Selamanya tercetus ketika sahabat saya datang ke ruangan saya dengan wajah panik karena kami harus mengubah schedule produksi dalam waktu sesingkat-singkatnya. Hehehe… sahabat saya nggak tahu bahwa dia saya jadikan bahan tulisan, dan saya juga nggak nyangka tulisan itu dinilai layak mendapat teri kece. (Terima kasih ya buat para admin yang telah membuat anak kos ini mendapatkan menu bergizi.. hehehe).

Ketika pertama kali ditentukan tema untuk tulisan setiap awal bulan, saya juga hampir tidak setor. Ide sih sudah seliweran di kepala, tapi saya tak sempat menuliskannya (sok sibuk bener yaak..). Akhirnya saya baru bisa menulis ketika menunggu boarding pesawat di Bandara Soekarno Hatta, lalu karena belum selesai saya lanjutkan lagi saat menunggu bus Damri yang ngetem di Bandara Supadio Pontianak, lalu lanjut lagi sepanjang perjalanan dari Kubu Raya menuju Kota Baru. Jadilah tulisan We Are The Karyawaties menjadi tulisan yang paling lama disusun, pakai acara menyeberang pulau segala lho…

Tak terasa sudah hampir empat bulan saya bergabung dengan grup ini. Semakin lama grup ini semakin keren, apalagi sejak ada form setoran mingguan dan give away.. Saya makin lebih semangat mengumpulkan ide dan menuangkannya di celina2609 yang tercinta ini…

Meskipun saya belum pernah bertemu muka dengan teman-teman semua, namun saya bersyukur bisa menemukan kalian lewat grup ini. Kalian membuat saya terpacu untuk menghasilkan sebuah tulisan yang bermutu. Kalau tidak ikut grup ini saya tidak akan pernah bisa seproduktif ini. Kalian membuat saya sadar bahwa setiap orang bisa menulis. Terima kasih untuk persahabatan ini, meskipun bagi saya masih terbatas dalam persahabatan dunia maya. Hehehe… setelah nanti kita bisa bertatap muka, maka akan ada lebih dari enam orang yang bisa menghubungkan celina2609 dengan pemiliknya..
Pssst.. jangan bilang siapa-siapa ya tentang pemilik blog ini…

Saya bukanlah seorang penulis.. Saya hanya seorang pembaca yang ingin membaca karya saya sendiri…

image


3 thoughts on “Hanya Satu Cerita (?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s