Akhirnya…

Suara lembut Tulus mengumandang dari radio mobil yang aku tumpangi. “Judulnya Pamit”, kata temanku yang sedang menyetir menjawab pertanyaanku.
Tanpa terasa mataku berkaca-kaca. Untung saja aku dikelilingi bapak-bapak yang super duper cuek. Mereka tetap seru bercerita tentang kejadian paling hot di pabrik. Temanku yang sedang menyetir malah membuat parodi dari lagu itu, membuatku tertawa meski sebenarnya aku sedang menahan tangis.

Satu jam sebelumnya..

“Kamu apa kabar? Sepertinya sedang sibuk banget ya?”
Aku sampai terbata-bata menjawabnya karena terlalu bahagia mendengar suaranya.

“Minggu ini saya resmi akan mengundurkan diri dari organisasi kita…”
Aku tak terkejut dengan kata-kata itu. Ia terkejut karena aku tak terkejut. Sejujurnya kata-kata yang sama sudah aku rancang dalam benakku selama beberapa hari ini.
“Aku juga merencanakan hal itu…”, Akhirnya aku buka suara. Ternyata tanpa janji dan kesepakatan sebelumnya, kami telah memutuskan hal yang sama.

Akhirnya hari ini tiba juga, ketika kita sama-sama memutuskan untuk pergi. Ketika kita sama-sama tak bisa saling menahan lagi. Ketika kita akhirnya melangkah menuju arah yang berbeda.

Empat bulan yang lalu..

Aku bertahan mati-matian dengan segala upaya agar ia tidak pergi dari organisasi ini. Ketika itu ia mengungkapkan semua isi hatinya saat hujan deras membasahi Jakarta. Aku tak mau ia pergi, karena aku tahu, kepergiannya dari organisasi ini akan membuat ia pergi juga dari hidupku..

Ia memang bertahan. Semua seolah berjalan normal. Namun aku tahu, cepat atau lambat semua ini akan berakhir. Aku hanya tak menyangka kami akan mengakhirinya pada saat yang sama. Tanpa sedikitpun upaya untuk saling menahan.

Mulai hari ini..

Apakah kita akan bisa bertemu sesering dahulu?
Pasti tidak.
Sadar atau tidak, kita sudah menempuh langkah pertama ke arah yang berbeda.
Suka atau tidak, sebenarnya organisasi inilah yang membuat langkah kita tetap searah.
Tanpanya kita tak akan pernah bertemu. Tanpanya aku tak akan pernah mengenalmu, yang begitu memberi warna dan makna dalam hidupku.

Kembali ke malam ini..

Aku mengenang kembali whatsapp pertamanya. Meeting pertama kami. Tempat pertama kali kami bertemu. Kata-katanya yang selalu membuatku terbang. Caranya memotivasiku. Caranya membuatku tenang. Cerita-ceritanya. Curahan hatinya. Caranya mengajariku banyak hal.

Aku mengulang lagi momen-momen itu. Papandayan. Bundaran HI. Garut. Kebun Raya. Rumahnya. Kantornya. Hujan. Food court. Car free day. Ketupat sayur. Foto kita.

Akhirnya aku sadar. Bukan hal-hal lain yang akan membuatku kehilangan. Tapi dia..
Mungkin jika nanti aku merasa rindu, dialah yang pertama aku rindu.

Apakah kita masih akan tetap berteman?
Apakah kita akan mengingat janji kita untuk saling terbuka?
Apakah kita akan tetap saling menyemangati saat hari-hari begitu melelahkan?
Apakah kita akan tetap saling mengingatkan untuk bahagia?
Apakah kita masih bisa berbincang berjam-jam?
Apakah kamu masih akan menelepon atau mengirim pesan padaku hanya untuk berkata, “Saya ingin memastikan kamu baik-baik saja..”

Suatu hari nanti kita akan saling melupakan..
Dan semua kenangan ini tak akan memiliki makna lagi..

image

Tubuh saling bersandar
Ke arah mata angin berbeda
Kau menunggu datangnya malam
Saat kumenanti fajar

Sudah coba berbagai cara
Agar kita tetap bersama
Yang tersisa dari kisah ini
Hanya kau takut kuhilang

Perdebatan apapun menuju kata pisah
Jangan paksakan genggamanmu 

Izinkan aku pergi dulu
Yang berubah hanya
Tak lagi kumilikmu
Kau masih bisa melihatku
Kau harus percaya
Kutetap teman baikmu

Sudah coba berbagai cara
Agar kita tetap bersama
Yang tersisa dari kisah ini
Hanya kau takut kuhilang

Perdebatan apapun menuju kata pisah
Jangan paksakan genggamanmu 

Yang berubah hanya
Tak lagi kumilikmu
Kau harus percaya
Kutetap teman baikmu

Izinkan aku pergi dulu
Yang berubah hanya
Tak lagi kumilikmu
Kau masih bisa melihatku
Kau harus percaya
Kutetap teman baikmu


2 thoughts on “Akhirnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s