Sebuah Pelukan..

Ia berlari sambil menarik tanganku, seolah tak peduli aku sudah hampir kehabisan nafas. Tapi meskipun melelahkan, bersamanya selalu terasa menyenangkan.

Sore tadi…

Sudah lama sekali aku tak bertemu dengannya, padahal rumah kami tak terlalu jauh. Tadi saat aku berjalan kaki menuju rumah, aku bertemu dengannya. Aku tahu ia pasti merindukanku seperti aku juga rindu padanya. Nah benar saja, ketika melihatku dari kejauhan, ia segera berlari ke arahku, lalu memelukku dengan sekuat tenaga.
Aku selalu merindukan saat-saat seperti ini, ketika aku bisa membenamkan kepalaku di dadanya yang bidang dan memeluk tubuhnya yang berisi (dia tak akan marah sih, jika aku bilang dia gemuk). Ia lalu melepaskanku, memelukku lagi, berkali-kali, bagai sudah bertahun-tahun tak bertemu. Padahal baru beberapa minggu saja aku pulang terlalu larut hingga tak dapat bertemu dengannya.

Setelah melepaskan pelukannya, ia pun mengacak-acak rambutku dengan gemas. Sementara aku akan mengusap-usap punggungnya. Itulah ritual kami setiap kali bertemu. Kadang jika kami sama-sama sedang senggang, kami akan berjalan-jalan bersama. Ia biasanya tak sabar dengan jalanku yang lambat. Selalu saja ia menarik-narik tanganku mengajak berlari.

Seperti sore tadi..

Memeluknya membuat hari yang berat sekalipun menjadi ringan. Ia tidak pernah protes jika aku memeluknya dari belakang dan bersandar di punggungnya. Atau jika aku memeluknya dari samping dan mencium pipinya. Rasanya nyaman sekali berada di pelukannya. Tanpa kata, tanpa bicara, tanpa suara, ia seolah bisa memahami suasana hatiku. Ia selalu tampak bahagia setiap berjumpa denganku. Entah apa rahasia kebahagiaannya.

Ia membuatku merasa dicintai, meskipun kami hanya bisa bersama-sama sejenak saja.  Ia  selalu membuatku merasa rindu. Ia menunjukkan sebuah cinta yang tulus.. Meskipun kami berbeda..

Semoga  tak akan ada yang cemburu atau mempermasalahkan kedekatan kami.

Karena… Ia hanya seekor labrador retriever jantan milik tetanggaku..

Hehehehe.. Jangan serius-serius ahh…

 


4 thoughts on “Sebuah Pelukan..

  1. Kata-katanya kece mbak.. yang ini, Tapi meskipun melelahkan, bersamanya selalu terasa menyenangkan…. tapi ini kalo dibuat romantis dengan cowok boleh lo.. jadi malah bikin yang baca senyum-senyum sendiri.. haha tapi tiba2 salah plot twist

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s