Kicauan Seorang Jomblowati : Menghibur Diri

Baru saja saya pulang ke rumah dari perjalanan traveling, bahkan saya belum selesai membongkar ransel untuk mengeluarkan pakaian kotor plus segala printilan penting dan gak penting, eh… sepasang telinga saya udah harus menampung cerita-cerita yang bikin gimanaa gitu…

Salah satu cerita yang (terpaksa) harus saya dengar adalah tentang kesibukan keluarga besar mempersiapkan pernikahan dua adik sepupu saya. Mulai dari pembicaraan bahwa calonnya gak cocok, calonnya nggak baik, masalah kekurangan dana untuk resepsi, masalah pinjaman untuk cicilan rumah, sampai masalah seragam untuk keluarga besar. 

Emang sih semua itu nggak ada hubungannya dengan saya, minimal gak ada hubungan langsung dengan kelanjutan hidup saya. Cuma, karena pikiran dan perasaan saya masih normal, saya merasa agak sedih ketika sadar bahwa sepupu-sepupu saya yang umurnya jauh di bawah saya sudah mempersiapkan pernikahan mereka. Sementara saya, yang udah berumur banyak ini masih sibuk mondar mandir ngga jelas.

Saat mereka (termasuk adik saya sendiri) bergandengan dengan kekasih mereka, saya masih bergandengan erat dengan ransel biru yang udah belel dimana-mana. Saat mereka ribut-ribut tentang rencana pernikahan, saya malah merencanakan rute perjalanan berikutnya. Dan ketika mereka menghitung biaya resepsi, saya malah menghitung tabungan dan sisa cuti tahun ini. 

Tiba-tiba saya merasa aneh. Tepatnya, saya merasa diri saya aneh. Saya merasa jadi orang yang anti main stream di keluarga besar saya. Tahu sendiri lah, seseorang akan dianggap normal dan bahagia jika punya pacar, menikah, lalu punya anak. Jadi.. sudah pasti saya belum dicap normal oleh keluarga besar saya yang masih sangat konservatif itu. 

Beberapa tahun yang lalu, ada satu lagu dari Oppie Andaresta yang judulnya “Single Happy”, nah… lagu itu tuh gue bangeeet… Dicap pemilih, kesepian, ngga bahagia, terlalu keras menjalani hidup, bahkan ada yang mulai menyebut saya “expire” (berasa kayak makanan kaleng deh…). 

Terlalu pemilih? Mari kita kembali pada definisi memilih menurut KBBI. 

memilih/meยทmiยทlih/ v 1 menentukan (mengambil dan sebagainya) sesuatu yang dianggap sesuai dengan kesukaan (selera dan sebagainya): hati-hati kalau Anda hendak ~ kawan hidup; 2 mencari atau memisah-misahkan mana yang baik (besar, kecil, dan sebagainya): pekerjaannya ~ daun teh yang sudah dikumpulkan di pabrik; 3 menunjuk (orang, calon, dan sebagainya) dengan memberikan suaranya: rakyat boleh ~ wakilnya dengan bebas; mereka ~ nya menjadi ketua rukun tetangga;
Jadi, definisi terlalu memilih itu maksudnya bagaimana ya? Memilih berarti menentukan suatu pilihan. Harus ada yang “dipilih” sebelum ada proses “memilih”. Lah sampe sekarang nggak ada yang mau dipilih tuh.. Jadi gimana? Masa saya harus maksa.. Siapa juga yang mau dipaksa… hehehe…

Kesepian? Kadang iya sih… Tapi mungkin benar yang dibilang Kunto Aji, saat ini saya sudah “terlalu asyik dengan duniaku sendiri”, jadi malah saya suka merasa ngga nyaman di tengah keramaian. Akhir-akhir ini saya malah menghargai kesendirian sebagai momen untuk mengisi ulang diri saya. Baca buku, tidur, jalan-jalan ngga jelas, hunting buku, menulis. Semua itu sangat nikmat dilakukan sendirian. “Alone” does not have a similar meaning with “Lonely” lho…

Ngga Bahagia? Hmm… sambil unpacking ransel, sebuah hal berlari di benak saya : Kebahagiaan itu rasanya sama, tapi bentuknya saja yang berbeda. Betulkan? Banyak orang yang punya definisi bahagia seperti yang saya sebutkan di atas : punya pacar, menikah, punya anak. Tapi apakah setiap orang yang punya pacar, menikah, dan punya anak itu pasti selalu bahagia? TIDAK! Buktinya ada orang yang iri dengan kebebasan saya saat ini, meski saya pun iri pada mereka yang bisa menggendong dan memeluk anak-anaknya. Sampai kapanpun manusia ngga akan pernah merasa puas. Selalu ada saja alasan ketidakbahagiaan. Jadi bahagia tidak pernah terletak pada status atau keadaan kita, tapi terletak pada cara pandang kita untuk bersyukur, untuk melihat hal baik dari segala kejadian, untuk melihat yang sejati di atas segala hal dunia. Susah? ember… Susah banget.. Hari ini mungkin saya bisa bersyukur atas segala kefleksibelan yang saat ini saya miliki, belum tentu besok saya masih bisa mensyukurinya. 

Jadi.. sementara saya belum punya solusi untuk memecahkan kesendirian ini, saya memilih untuk menikmati hari-hari yang masih saya bisa nikmati. Melangkah sejauh kaki saya bisa melangkah. Berkenalan dan berkawan dengan banyak orang, sambil berharap salah satunya nanti akan menjadi pelabuhan hati saya. Belajar memaknai hidup, dan melihat dunia dari berbagai jendelanya. Bersyukur atas setiap hari yang saya jalani walaupun ngga mudah. Melayani semaksimal mungkin dengan waktu yang saya miliki. Belajar banyak hal selama masih punya banyak waktu senggang. Ngumpulin uang dan ngumpulin cuti biar bisa jalan-jalan dan beli buku.. Hehehehe…

Ah.. sudahlah.. ini judulnya si jomblo sedang menghibur diri.. Jadi jangan ada yang tersinggung atau marah yaa… hehehehehe…. legaaa….

 


10 thoughts on “Kicauan Seorang Jomblowati : Menghibur Diri

  1. “Jadi bahagia tidak pernah terletak pada status atau keadaan kita, tapi terletak pada cara pandang kita untuk bersyukur, untuk melihat hal baik dari segala kejadian, untuk melihat yang sejati di atas segala hal dunia”

    BOLD UNDERLINE

  2. Tuhan selalu menyiapkan rencana yang terbaik di waktu yang terbaik, terbaik bagi kita belum tentu terbaik bagi Tuhan… semangat terus ya Mbak :)).

  3. Halo *kenalan dulu*๐Ÿ™‚

    Kadang2 basa-basi dan pertanyaan2 orang tentang “kapan nikah?” dll banyak menjerumuskan orang buat buru2 nikah tanpa pertimbangan matang — bahaya.

    1. Halo juga… *perkenalan disambut…๐Ÿ˜€
      Betul kak… akhirnya banyak orang menikah demi kebahagiaan orang lain dan bukan untuk kebahagiaan diri sendiri… *semoga jangan sampe kejadian kayak gini yaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s